Dari Rasulullah ﷺ : Indahnya Taubat

Jika kita benar-benar memahami indahnya sebuah pertobatan, mungkin kita tidak akan berhenti melakukannya. Taubat adalah salah satu yang paling dicintai Allah. Memang, Sang Pencipta diri kita ini tidak meminta kesempurnaan dari kita. Allah Maha mengetahui, sedangkan kita sebagai manusia yang terkadang membuat kesalahan. Namun, tentu saja kita harus berusaha untuk tidak menyerah pada godaan setan dan nafsu serta terus berupaya menyucikan hati kita dari kecenderungan amalan dosa.

Membahas perkara taubat dan dan hijrah itu sendiri, pada prosesnya kita akan banyak tersandung issue yang mencoba menggoyahkan iman kita dari waktu ke waktu. Allah, Ta’ala, mengetahui hal ini dan tidak pernah memaksakan hal yang mustahil kepada kita. Dia meminta kita untuk kembali kepada-Nya dan semakin mendekat kepada-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menurut Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan menghapuskan kalian dari muka bumi dan mendatangkan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT dan Allah SWT pun mengampuni mereka.” [HR. Muslim]

Allah Maha Pengampun, Dia suka memaafkan, dan dosa bisa menjadi berkah tersembunyi jika itu mengarah pada pertobatan yang tulus. Rasulullah , mengungkapkan cinta Yang Mahakuasa ini kepada orang yang bertaubat dengan sangat tegas:

Menurut ‘Abdullah ibn Mass’ûd radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,

Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. (HR. Muslim)

Bayangkan betapa gembiranya pria tersebut dalam situasi seperti itu! Kegembiraan Allah atas taubat seorang hamba-Nya lebih besar daripada kebahagiaan pria yang menemukan tunggangan dan bekal makan dan minumnya tadi.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk bertobat setiap kali kita telah melakukan kesalahan, jangan pernah putus asa dari Kerahiman Allah. Jika Allah menerima taubat hamba-Nya, maka seolah-olah dosa itu tidak pernah dilakukan. Nabi ﷺ berkata :

“Orang yang bertaubat adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” [Ibnu Majah]

Setan yang menjadi musuh yang nyata bagi kita mungkin akan datang untuk menghalangi kita dari mencari pengampunan Allah. Tipu daya setan menghasut dengan membisikan hal-hal yang mungkin tidak kita sukai, dan segala macam pikiran yang negatif muncul di benak seseorang yang ingin bertaubat, seperti:

“Tidak ada gunanya, kamu sudah bertobat dari dosa ini dan kamu melakukannya lagi!”

“Kamu tahu kamu akan melakukannya lagi, jangan munafik!”

keraguan dan pikiran seperti ini harus dilawan, itu merupakan bagian dari rencana setan menghasut manusia seolah setan ingin berkata “Tetaplah jahat bersamaku! Tetap di jalanku dan jangan kembali ke Penciptamu!”

Dan diantara rukun taubat adalah adanya niat untuk tidak mengulanginya lagi. Niat yang dimaksud adalah niat yang tulus, bahkan jika nanti kita jatuh ke dalam dosa yang sama, kita harus bertobat dengan tulus lagi. Dengan cara ini, sedikit demi sedikit, kita membersihkan hati kita dari penyakit yang menyebabkan kita melakukan kesalahan dan dosa sampai pada akhirnya kita tidak akan mengulanginya kembali Insyaa Allah.

________________________________________________________________________________________

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, seorang Imam Perancis dan penasehat syariah di Muslim Pro, telah meluangkan waktunya untuk belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain dengan pengetahuan sains Islam sejak dia masuk Islam pada tahun 1999.

Semasa belajar di Institut Oussoul Eddine di Saint-Denis, dia menyadari betapa pentingnya berbakti kepada Allah dan memutuskan untuk melanjutkan pelajaran keagamaannya di daroul ouloum achrafiya di Pulau La Réunion dan di IESH Château Chinon.

Sejak itu, Vincent Souleymane mengabdikan diri kepada Yang Maha kuasa dengan mengajar Islam di Oussoul Eddine Institute, serta menjadi imam di Masjid Fontenay sous Bois.

De Rasulullah ﷺ : La beauté de la Tawbah

Si nous connaissions réellement les mérites du repentir, nous ne cesserions de le mettre en pratique. Il est l’un des actes les plus aimés d’Allah. En effet, notre Créateur ne nous demande pas la perfection. Il sait mieux que nous, que nous ne sommes pas des anges et qu’il nous arrive de fauter. Il faudra bien sur nous efforcer de ne pas succomber aux tentations et purifier notre cœur de ses mauvais penchants.

Mais, malgré nos efforts et notre cheminement spirituel, il nous arrivera de trébucher. Allah, exalté soit-il, le sait et ne nous impose jamais l’impossible, mais Il nous demande de revenir vers Lui lorsque cela survient. 

Dans un hadith rapporté par Muslim, d’après Abu Hurayra, qu’Allah l’agrée, le messager d’Allah ﷺ, a dit :

« Par celui qui détient mon âme dans sa main, si vous ne commettiez pas de péché, Allah se débarrasserait de vous, et Il ferait venir un peuple qui commet des péchés, afin qu’ils lui demandent pardon et qu’Il les pardonne » [Muslim]

Allah est le Pardonneur, Il aime pardonner, le péché peut être un mal pour un bien s’il débouche sur un repentir sincère. Le messager d’Allah ﷺ a exprimé cet amour que le Tout Puissant porte à celui qui se repent en des termes très forts :

D’après ‘Abdullah ibn Mass‘ûd, qu’Allah l’agrée, le prophète a dit :

« La joie d’Allah pour le repentir du croyant est plus intense que celle d’un homme qui se trouve dans une terre désertique avec sa monture chargée de ses vivres, sa nourriture et sa boisson. Cet homme s’est endormi puis, à son réveil, il constate que sa monture s’est échappée. Il l’appelle jusqu’à ressentir la soif. Il revient alors à sa place et s’endort en attendant la mort. Puis, il se réveille et voit sa monture avec ses provisions revenue auprès de lui. La joie d’Allah pour le repentir du croyant est plus intense que celle de cet homme qui a retrouvé sa monture et ses vivres » [Muslim]

Quelle joie doit ressentir un homme dans cette situation ! Un homme qui pensait mourir de soif à petit feu!

Il est donc fondamental de se repentir à chaque fois que nous désobéissons, sans jamais désespérer de la Miséricorde divine. Si Allah accepte ce retour, alors c’est comme si le péché n’avait jamais été commis, le prophète a dit :

« Celui qui se repent d’un péché est comme celui qui ne l’a pas commis » [Ibn Majah]

Il se peut qu’au moment de se repentir, notre ennemi Shaytane, viennent nous insuffler des prétextes pour nous dissuader de rechercher le pardon d’Allah. Cela, car nous sommes sur le point de faire ce qu’il déteste le plus.

Nous viennent alors à l’esprit toutes sortes d’idées erronées, telles que : 

« Ça ne sert à rien, tu t’es déjà repenti de ce péché et tu as recommencer ! »

« Tu sais que tu vas le refaire, ne sois pas hypocrite ! »

Ces idées sont a rejeter, elles ne font que dissimuler ce que satan veut réellement nous dire : « Reste dans le mal avec moi ! Reste sur mon chemin et ne revient pas vers ton Créateur ! ».

Parmi les piliers du repentir, il y a le fait d’avoir l’intention de ne pas recommencer, ce qui ne signifie pas la certitude d’y parvenir. C’est une intention sincère qui est demandée. Quand bien même la personne retomberait dans le même péché plus tard, elle devrait à nouveau se repentir sincèrement. Ainsi petit à petit, elle purifie son cœur de la maladie qui la pousse à commettre ce méfait et elle finira par ne plus y revenir in shaa Allah.

———————————————————————————————————————————

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, imam français et référent en chari’a chez Muslim Pro, a consacré son temps à étudier et à enrichir autrui de la connaissance des sciences islamiques depuis sa conversion à cette religion en 1999. 

Lors de ses études à l’institut Oussoul Eddine à Saint-Denis, il a pris conscience de l’importance de la dévotion pour Allah et a décidé de poursuivre ses études réligieuses au daroul ouloum achrafiya de l’île de la réunion et à l’IESH de Château Chinon.

Depuis, Vincent Souleymane se dévoue au Tout Miséricordieux en enseignant l’Islam à l’institut Oussoul Eddine, ainsi qu’en étant imam à la Mosquée de Fontenay sous Bois.

From Rasulullah ﷺ: The Beauty of Tawbah

If we really knew the merits of repentance, we would not stop practicing it. It is one of the most beloved acts of Allah. Indeed, our Creator does not ask us for perfection. He knows better than we do that we are not angels and that we sometimes make mistakes. We should of course try not to succumb to temptation and purify our hearts from evil tendencies. 

But despite our efforts and our spiritual journey, we will stumble from time to time. Allah, exalted be He, knows this and never imposes the impossible on us. He asks us to return to Him when this happens. 

In a hadith reported by Muslim, according to Abu Hurayra, the Messenger of Allah ﷺ, said:

“By Him who holds my soul in His hand, if you did not sin, Allah would get rid of you, and He would bring people who sin, so that they would ask Him for forgiveness and He would forgive them.” [Muslim]

Allah is the Forgiver, He loves to forgive, and sin can be a blessing in disguise if it leads to sincere repentance. The Messenger of Allah ﷺ, expressed this love of the Almighty for the one who repents in very strong terms:

According to ‘Abdullah ibn Mass’ûd, may Allah be pleased with him, the Prophet ﷺ said,

“Allah’s joy for the believer’s repentance is more intense than that of a man who finds himself in a desert land with his mount loaded with his food and drink. This man has fallen asleep and when he wakes up, he finds that his mount has escaped. He calls to it until he feels thirsty. He then returns to his place and falls asleep waiting for death. Then he wakes up and sees his mount with its provisions returned to him. Allah’s joy at the believer’s repentance is greater than that of the man who has found his mount and his provisions.” [Muslim]

What joy a man in this situation must feel! A man who thought he would die of thirst in a short time!

It is therefore fundamental to repent every time we disobey, without ever despairing of Divine Mercy. If Allah accepts this return, then it is as if the sin had never been committed. The Prophet ﷺ said,

“He who repents of a sin is like one who has not committed it.” [Ibn Majah]

It may be that at the time of repentance, our enemy, Shaytan, will come up with excuses to dissuade us from seeking Allah’s forgiveness. We are about to do what he hates the most. 

We are about to do what he hates the most, and all sorts of wrong ideas come to mind, such as:

“It’s no use, you’ve already repented of this sin and you’ve done it again!”

“You know you will do it again, don’t be a hypocrite!”

These ideas are to be rejected, they only hide what Shaytan really wants to tell us: “Stay in evil with me! Stay in my way and do not return to your Creator!”

Among the pillars of repentance, there is the fact of having the intention not to do it again, which does not mean the certainty of succeeding. It is a sincere intention that is required. Even if we were to fall into the same sin later, we would have to repent sincerely again. In this way, little by little, we purify our hearts of the disease that causes us to commit this wrongdoing and will eventually not return to it in shaa Allah.

———————————————————————————————————————————

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, a French imam and shariah advisor at Muslim Pro, has devoted his time to study and enrich others with the knowledge of Islamic sciences ever since he converted to the religion in 1999.

During his studies at the Oussoul Eddine Institute in Saint-Denis, he became aware of the importance of devotion to Allah and decided to continue his religious studies at the daroul ouloum achrafiya of the Island La Réunion and at the IESH of Château Chinon. 

Since then, Vincent Souleymane devotes himself to the Almighty by teaching Islam at the Oussoul Eddine Institute, as well as being an imam at the Fontenay sous Bois Mosque.


Salaam, Kami Adalah Tim Komuniti Muslim Pro!

Siri ‘Salaam…’ akan memperkenalkan Tim Muslim Pro kepada lebih daripada 100 juta penonton kami. Ketahui apa yang kami lakukan dan bagaimana setiap daripada kami berfungsi untuk aplikasi Muslim nombor 1 di dunia!

Apa yang sebenarnya kami lakukan dalam Muslim Pro?

Keutamaan kami adalah anda! Kami terus berkembang secara mendalam dan luas untuk merapatkan jurang antara teknologi dan kepercayaan untuk masyarakat Muslim global dan seterusnya. Pasukan ini bekerja secara kolaboratif dan sinergis dengan pasukan lain, seperti kejuruteraan produk, di ibu pejabat kami di Singapura dan bahkan hampir melintasi sempadan dengan pejabat satelit kami di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jakarta, Indonesia.Semuanya ditujukan untuk membawa kandungan terbaik selain menghubungkan ummah melalui aplikasi mudah alih terkemuka untuk umat Islam di seluruh dunia.

Seberapa besarkah tim kami?

Nombor bukan gambaran skill yang tepat, bukan?Tim Komuniti kami yang pelbagai dan terhubung erat dengan irama keseharian umat Muslim global. Meliputi penulis, penterjemah, pakar pasaran dan banyak lagi, kami adalah kumpulan yang dinamik dengan idea besar, berani dan kreatif untuk dipadankan.

Apa yang diperlukan untuk menjadi sebagian dari tim?

Passion. Passion. Passion! Apakah Anda seorang generalist atau spesialistpassion adalah unsur utama yang diperlukan dalam hal menghasilkan konten yang berkualiti dan menarik untuk dibaca oleh jutaan orang. Semangat dan minat juga yang mendorong kami untuk mencari cara terbaik untuk menyajikan konten di pelbagai platform yang tersedia untuk Muslim.

Kami juga semakin berkembang dan selalu mencari bakat baru untuk berkerjasama dengan tim kami ini.

Perkara terbaik dalam bekerja?

Ketika kami mampu melampaui segala keterbatasan untuk memberikan kemudahan menjalankan gaya hidup Islami bagi jutaan pengguna kami di seluruh dunia.Ini merangkumi pelaksanaan ritual keagamaan setiap hari dan menghubungkan lebih dekat dengan ummah pada umumnya,menghubungkan umat Muslim di satu negara dengan umat di negara di belahan dunia lainnya. Hal lain yang lebih penting lagi adalah kami bersyukur dapat menjadi wadah bagi anda dalam mendekatkan diri dengan Allah (SWT) di mana pun Anda berada. #dailyjihad

Suatu hal yang paling berharga dari bekerja di Muslim Pro adalah saya dapat memudahkan komuniti dalam beribadah melalui konten-konten dalam aplikasi Muslim Pro. Saya juga data belajar lebih mendalam tentang Islam sambil membuat konten. Selain itu, Muslim Pro terdiri dari pelbagai kewarganegaraan dan latar belakang budaya berbeza yang mencerminkan keragaman Islam saat ini. Saya percaya bahwa hormat menghormati terhadap keragaman akan menyatukan semua perbezaan individu dalam ikatan yang kuat dan saya menemukannya di sini, di Muslim Pro.

Hessy Trishandiani
Content Curator

Apakah barang keperluan di meja kerja anda?

Macbook merupakan keperluan utama kami yang selalu kami gunakan bila-bila masa dan dimana sahaja.Kopi dan secangkir coklat panas untuk menyeimbangkan kadar gula saat kami memerlukannya.

Salam, Nous Sommes L’Équipe Communautaire de Muslim Pro!

La série “Salaam…” présente les membres de notre équipe Muslim Pro à notre audience forte de plus de 100 millions d’utilisateurs. Découvrez ce que nous faisons, comment nous sommes et comment c’est de travailler pour l’application musulmane numéro 1 dans le monde !

Que faîtes-vous précisément dans Muslim Pro?

Vous êtes notre priorité! Nous évoluons constamment dans la profondeur et l’ampleur pour mieux combler le fossé entre la technologie et la foi pour la communauté musulmane mondiale et au-delà. L’équipe travaille de manière collaborative et synergique avec d’autres équipes, tels qu’avec les ingénieurs du produit, dans notre siège à Singapour et même virtuellement au delà des frontières avec nos bureaux satellites à Kuala Lumpur, Malaisie, et Jakarta, Indonésie. Tout cela vise à apporter le meilleur contenu, ainsi qu’à connecter et à engager les poches de l’oumma par le biais de la principale application mobile pour les musulmans du monde entier.

Quelle est la taille de l’Équipe ? Grande ou Petite?

Les chiffres ne sont pas une représentation précise du talent, vous ne pensez pas? L’équipe de la Communauté est diversifiée et bien branchée sur le rythme cardiaque de l’oumma musulmane mondiale. Des écrivains, traducteurs, spécialistes de marché et plus de tous les horizons, nous sommes une équipe dynamique avec des idées grandes, audacieuses et créatives.

Que faut-il pour faire partie de l’équipe?

De la passion. Passion. Et encore de la Passion! Que vous soyez généraliste ou spécialiste, la passion est le dénominateur commun en terme de la productivité, qualité et le contenu intéressant consommé par des millions. La passion est aussi ce qui nous mène à chercher les meilleures méthodes de présenter du contenu sur les divers plateformes musulmanes à disposition.

Nous sommes également en pleine croissance et toujours à la recherche de talents pour rejoindre notre équipe grandissante.

La Meilleure Partie de ce Poste?

Lorsque nous sommes en mesure d’aller au-delà de l’apaisement de l’esprit de millions de nos utilisateurs dans le monde. Cela englobe l’accomplissement des rituels religieux quotidiens, le rapprochement avec la oumma dans son ensemble et, plus important encore, le renforcement du lien spécial avec Allah (SWT). En outre, créer l’opportunité d’inciter la communauté musulmane mondiale à s’engager davantage dans les questions quotidiennes au-delà du cadre de la foi est vraiment une entreprise gratifiante. #dailyjihad

L’aspect le plus gratifiant de mon travail chez Muslim Pro est que je peux aider la communauté à faciliter son Ibadah grâce à notre contenu. Je peux également approfondir mes connaissances sur l’islam en créant le contenu. En outre, Muslim Pro est composé de nombreuses citoyennetés différentes et d’un mélange de cultures qui reflètent la diversité de l’islam aujourd’hui. Je crois que le respect de la diversité permet d’unir toutes les différences individuelles dans un lien fort et je l’ai trouvé ici, dans Muslim Pro.

Hessy Trishandiani
Conservatrice de Contenu

Quels sont les outils nécessaires sur votre bureau?

Notre fidèle Macbook, toujours. Sans oublier une boisson caféinée de son choix en plus du chocolat pour équilibrer notre taux de sucre lorsque cela est nécessaire.

Salaam, Kami Tim Komunitas Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ memperkenalkan anggota tim Muslim Pro kepada lebih dari 100 juta pengguna kami. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang apa yang kami lakukan, seperti apa kami, dan bagaimana keseharian kami saat bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Apa yang sebenarnya Anda lakukan di Muslim Pro?

Prioritas kami adalah Anda! Kami terus mengembangkan diri secara mendalam dan luas agar dapat ebih baik lagi dalam menjembatani antara teknologi dan iman bagi komunitas Muslim global. Semua anggota tim bekerja secara kolaboratif dan sinergis dengan tim lain, seperti rekayasa produk, di kantor pusat kami di Singapura. Kami juga bekerja secara virtual melintasi ruang dan waktu dengan tim di kantor regional kami di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jakarta, Indonesia. Semuanya dilakukan demi menghadirkan konten terbaik dalam menghubungkan umat dengan gaya hidup islami hanya melalui sebuah aplikasi seluler dalam ponsel Anda.

Seberapa besar (atau kecil) Anggota Tim Muslim Pro?

Angka bukanlah gambaran untuk mengukur bakat dan potensi yang akurat, bukan begitu? Tim Komunitas kami yang beragam dan terhubung erat dengan irama keseharian umat Muslim global. Meliputi penulis, penerjemah, spesialis pasar, dan banyak lagi, kami adalah sekumpulan pribadi yang dinamis dengan ide-ide besar, berani, dan kreatif, yang berdampingan dan saling melengkapi.

Apa yang diperlukan untuk menjadi bagian dari tim?

Passion. Passion. Passion! Apakah Anda seorang generalis atau spesialis, passion adalah unsur utama yang diperlukan dalam hal menghasilkan konten yang berkualitas dan menarik untuk dikonsumsi oleh jutaan orang. Semangat dan minat juga yang mendorong kami untuk mencari cara terbaik untuk menyajikan konten di berbagai platform yang tersedia untuk Muslim saat bepergian.

Kami juga berkembang dan selalu mencari talenta baru untuk bergabung dengan tim kami yang sedang berkembang ini.

Bagian terbaik dari pekerjaan?

Ketika kami mampu melampaui segala keterbatasan untuk memberikan kemudahan menjalankan gaya hidup Islami bagi jutaan pengguna kami di seluruh dunia. Ini juga termasuk perayaan atau momen sejarah islam, menghubungkan umat Muslim di satu negara dengan umat di negara di belahan dunia lainnya. Hal lain yang lebih penting lagi adalah kami bersyukur dapat menjadi wadah bagi Anda dalam mendekatkan diri dengan Allah (SWT) di mana pun Anda berada. #dailyjihad

Suatu hal yang paling berharga dari bekerja di Muslim Pro adalah karena saya dapat memudahkan komunitas dalam beribadah melalui konten-konten dalam aplikasi Muslim Pro. Saya juga bisa belajar lebih mendalam tentang Islam sambil membuat konten. Selain itu, Muslim Pro terdiri dari beragam kewarganegaraan dan latar belakang budaya berbeda yang mencerminkan keragaman Islam saat ini. Saya percaya bahwa respek terhadap keragaman akan menyatukan semua perbedaan individu dalam ikatan yang kuat dan saya menemukannya di sini, di Muslim Pro.

Hessy Trishandiani
Content Curator

Apa saja barang-barang penting di meja kerja Anda?

Macbook andalan kami yang selalu bisa kami buka kapan pun dan di mana pun, minuman berkafein selain secangkir cokelat untuk menyeimbangkan kadar gula saat kami membutuhkannya.

Refleksi Perjalanan: Memulakan Permulaan Baru

Pernahkah anda merasa santa bersyukur dengan apa yang telah anda miliki sekarang? Bersyukur dengan segala rintangan yang telah anda lalui di dalam hidup ini. Dan kini anda telah bersedia untuk memulakan sebuah perjalanan yang baru.

Baru-baru ini saya dan rakan-rakan saya diberi kesempatan untuk bercuti dan kami memilih untuk bergerak menggunakan kereta sendiri dan melawat beberapa daerah di Jawa,Indonesia. Kami menggunakan jalan darat kerana ianya adalah lebih selamat dan dapat mengelak daripada bertemu dengan ramai orang. Kami memilih untuk singgah di beberapa daerah di sepanjang perjalanan dan ia merupakan satu pengalaman yang sangat berharga kerana kami dapat menjadikan pelbagai memori di setiap persinggahan.

Saya dapat merasakan yang semua orang pasti tidak sabar menunggu agar COVID-19 berakhir dengan cepat. Dengan larangan aktiviti awam yang semakin longgar di Indonesia, beberapa pelancong juga berhati-hati keluar untuk mencari udara segar. Kami berjumpa dengan mereka sepanjang perjalanan. Syukurlah, banyak tempat masih menerapkan langkah keselamatan dan protokol kesihatan yang ketat.

Memulakan Perjalanan

Pagi itu, kami bertolak ke tempat persinggahan kami yang pertama di Jawa Barat, sebuah kota yang bernama Bandung. Ia adalah pagi yang indah ketika saya memandu kereta di sepanjang jalan tol. Melihat jalan kosong dengan pemandangan yang indah di kejauhan, rasanya sangat menenangkan. Jalan yang bersinar, langit biru dan hijau yang subur adalah gabungan yang sempurna. Ini adalah jalan keluar yang sangat diperlukan ke pangkuan alam untuk mengisi paru-paru kita dengan udara segar. Saya berasa sangat diberkati.

Saya memandu selama beberapa jam dari satu bandar ke bandar lain. Cuaca berubah dari pagi yang cerah dan cerah hingga hujan lebat pada waktu petang. Cukup sukar untuk memandu pada waktu malam dalam cuaca berkabus. Kabus tebal turun di jalan yang panjang dan berliku; beberapa kawasan sangat gelap sehingga satu-satunya perkara yang boleh kami bergantung adalah lampu kereta kami. Saya membaca Bismillah untuk meminta perlindungan Allah.

Tiada perkara seperti perjalanan yang sangat lancar. Kadang kala peta Google juga akan membawa kita ke satu tempat yang membuat kita sesat di dalam perjalanan. Dengan bantuan cahaya yang sedikit, kami harus memandu dengan lebih berhati-hati ketika melalui perjalanan yang berbukit dan berliku. Kami mengambil masa hampir sejam untuk kami menemui orang tempatan dan Alhamdulillah, kami bertemu dengan orang yang sanggup membantu kami dan memberi arah jalan yang betul.

Selain daripada sesat di dalam perjalanan, kami juga mendapati bahawa ada sesuatu yang tidak kena dengan brek kereta kami. Oleh itu, kami membuat keputusan untuk singgah di daerah kecil yang berama Banyuwangi dan tingad semalaman untuk rehat dan memeriksa keadaan kereta. Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja dan kami akhirnya sampai di destinasi kami.

Perjalanan kami menuju destinasi tidak ubah seperti perjalanan kita di dalam kehidupan. Ianya tidak akan sentiasa lancar dan kita pasti akan menghadapi pelbagai ujian dan cubaan yang akhirnya akan menguatkan kita menghadapai kehidupan yang mencabar ini. Tetapi seperti perjalanan, akan ada saat-saat yang menyenangkan. Bagi saya dan rakan-rakan, ianya datang dalam bentuk orang asing yang memberi kami petunjuk ketika kami tersesat dan penduduk tempatan yang bercerita tentang bandar dan bahkan memberi kami cadangan untuk tempat tarikan pelancong.

Begitulah kehidupan, kan? Dalam hidup ini kita akan bertemu dengan pelbagai orang baru dan ada di antara mereka yang akan memberi nasihat dan pengajaran yang sanat bernilai. Setiap perjalanan kehidupan akan sentiasa bermula dengan sesuatu yang baru dan ianya diiringi dengan ujian, detik-detik kegembiraan dan banyak lagi. Beberapa cabaran akan menguji keberanian, kekuatan, kelemahan dan bahkan iman kita, tetapi akhirnya akan membawa kita ke destinasi kita. Tujuan kita dalam hidup.

Mari luangkan sedikit masa untuk mengucapkan Bismillah ke setiap permulaan yang baru dan semoga Allah memberkati kita sentiasa, Insya Allah.

PS: Semasa pengembaraan kami ini, kami semda telahpun lengkap divaksinasi dan sentiasa mengamalkan penjarakan sosial. Kami juga Memakai pelitup muka disemua tempat yang kami lawati, walaupun di dalam kereta. Mematuhi SOP adalah tanggungjawab kita dan merupakan cara terbaik untuk kita melindungi setiap orang yang kami temui.

Penulis: Hessy Trishandiani.

Refleksi dari Sebuah Perjalanan: Memulai Awal yang Baru

Pernahkah Anda merasa sangat bersyukur atas apa yang Anda miliki sekarang? Bersyukur untuk semua yang telah Anda lalui dalam perjalanan hidup, dan kini InsyaAllah Anda siap untuk sebuah awal yang baru.

Berkesempatan untuk liburan sejenak, saya dan teman-teman memutuskan untuk road trip alias menempuh jalur darat menggunakan kendaraan pribadi ke beberapa kota di Jawa, Indonesia. Bagi kami ini adalah pilihan yang lebih aman untuk bepergian selama pandemi karena dapat sebisa mungkin menghindari kontak sosial dengan orang lain. Kami juga merencanakan untuk mampir ke beberapa kota di sepanjang rute yang dilalui. Bagi saya, road trip ini juga menjadi suatu kesempatan sempurna untuk mengukir berbagai kenangan di perjalanan.

Sepertinya semua orang memang sudah menantikan berakhirnya pandemi Covid-19. Dengan melonggarnya pembatasan aktivitas publik di Indonesia, tampak pelancong-pelancong yang juga menempuh perjalanan keluar kota untuk mencari udara segar. Kami bertemu dengan mereka di sepanjang jalan. Untungnya kendati mulai didatangi pelancong, banyak tempat yang masih menerapkan langkah-langkah keamanan dan protokol kesehatan dengan ketat.

Memulai Perjalanan

(Sumber foto: Hessy Trishandiani)

Pagi itu, kami menuju pemberhentian pertama di Jawa Barat. Kami mampir di Bandung. Pagi yang sangat saat indah saat saya berkendara mengukur jalan tol. Jalanan yang kosong dengan pemandangan yang indah, rasanya begitu menenteramkan. Cuaca yang cerah, langit biru, dan kehijauan pepohonan di sepanjang jalan adalah kombinasi yang sempurna. Sungguh merupakan suatu perjalanan melarikan diri sejenak dari rutinitas dan kembali kepada alam untuk mengisi paru-paru dengan udara segar. Saya merasa sangat diberkahi, Alhamdulillah.

Saya berkendara selama beberapa jam dari satu kota ke kota lain. Cuaca berubah dari pagi yang cerah menjadi hujan di malam hari. Mengemudi di malam hari dalam cuaca berkabut menjadi hal yang cukup menantang. Kabut tebal turun di jalan yang panjang dan berliku. Beberapa daerah malah sangat gelap tanpa ada lampu jalanan, sehingga satu-satunya hal yang dapat kami andalkan hanyalah lampu mobil. Saya membaca Bismillah untuk mencari perlindungan Allah.

Tidak ada yang namanya perjalanan yang mulus. Terkadang Google map mengarahkan kami ke suatu tempat tapi malah membuat kami tersesat di jalan. Dengan penerangan yang sangat minim, kami harus berkendara dengan ekstra hati-hati di sepanjang tepi tebing. Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya kami bertemu dengan penduduk setempat. Alhamdulillah, dengan senang hati orang-orang tersebut bersedia membantu dan memberi kami petunjuk arah yang benar.

Selain tersesat, kami juga menyadari sepertinya rem mobil bermasalah. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Banyuwangi, Jawa Timur, dan menginap semalam untuk beristirahat sambil memeriksa kondisi mobil. Alhamdulillah, ternyata semuanya baik-baik saja. Kami melanjutkan perjalanan keesokan paginya dan akhirnya tiba dengan selamat di tempat tujuan.

Road trip ini terasa seperti perjalanan hidup. Jalan yang ditempuh tidak selalu mulus dan banyak tantangan yang harus kita taklukkan. Tapi layaknya sebuah perjalanan, pasti akan ada momen kita merasa beruntung dan bersyukur. Tentunya semua karena Allah memudahkan urusan kita. Bagi saya dan teman-teman, Allah selalu mendampingi dan membantu kami dalam perjalanan dengan mengirimkan orang-orang yang tidak kami kenal tapi dengan senang hati membantu menunjukkan jalan ketika tersesat. Kami juga bertemu dengan penduduk lokal yang ramah dan menceritakan kisah tentang desa mereka, bahkan memberi kami rekomendasi tempat wisata.

Begitulah hidup, bukan? Sepanjang hidup, kita bertemu dengan orang-orang baru dan beberapa dari mereka akan memberi kita nasihat, wawasan, dan bahkan pelajaran. Setiap perjalanan hidup selalu dimulai dengan awal yang baru dan dipenuhi dengan kesulitan, kegembiraan, perayaan, dan momen spesial. Berbagai tantangan akan menguji keberanian, kekuatan, kelemahan, dan bahkan iman kita, namun pada akhirnya kita akan membawa kita ke sebuah tujuan. Tujuan akhir kita dalam hidup.

Mari luangkan waktu sejenak untuk mengucapkan Bismillah di setiap awal yang baru dan InsyaAllah, semoga Allah selalu memberkahi kita.

PS: Untuk menempuh perjalanan ini, kami semua telah divaksinasi, melakukan tes antigen/PCR, dan selalu melakukan social distancing. Kami juga memakai masker di semua tempat yang kami kunjungi, bahkan di dalam mobil. Mematuhi protokol kesehatan adalah tugas kita semua. Ini merupakan cara terbaik untuk melindungi satu sama lain dan setiap orang yang kita temui selama perjalanan.

Penulis: Hessy Trishandiani

Salaam, We Are Muslim Pro’s Community Team!

The ‘Salaam…’ series introduces Muslim Pro team members to our more than 100 million strong audience. Get to know what we do, what we are like and how it is working for the number 1 Muslim app in the world!

What do you actually do in Muslim Pro?

Our priority is you! We are constantly evolving in depth and breadth to better bridge the gap between technology and faith for the global Muslim community and beyond. The team works collaboratively and synergistically with other teams, such as product engineering, in our headquarters in Singapore and even virtually across borders with our satellite offices in Kuala Lumpur, Malaysia, and Jakarta, Indonesia. All of it is geared towards bringing the best content in addition to connecting and engaging pockets of the ummah through the leading mobile application for Muslims around the world.

How big (or small) is the team?

Numbers are not an accurate depiction of talent, don’t you think? The Community team is diverse and well plugged into the heartbeat of the global Muslim ummah. Encompassing writers, translators, market specialists and more, we are a dynamic bunch with big, bold and creative ideas to match.

What does it take to be part of the team?

Passion. Passion. Passion! Whether you are a generalist or a specialist, passion is the common denominator in terms of producing quality and interesting content to be consumed by millions. Passion is also what drives us to seek the best ways to present content on the various available platforms for Muslims on the go.

We are also growing and always on the look out for talents to join our growing team.

The best part of the job?

When we are able to go beyond providing an ease of mind for millions of our users worldwide. This encapsulates performing of daily religious rituals and connecting closer with the ummah at large, and more importantly, buttressing the special connection with Allah (SWT). Beyond this, creating that opportunity to nudge the global Muslim community to be more engaged in daily issues beyond the scope of faith is truly a rewarding endeavour. #dailyjihad

The most rewarding part about working at Muslim Pro is that I can help the community to ease their Ibadah with our content. I can also learn more in-depth about Islam while creating the content. Apart from that, Muslim Pro is made up of many different citizenships and mix of cultures which reflect the diversity of Islam today. I believe that a respect for diversity will unite all individual differences in a strong bond and I found it here, in Muslim Pro.

Hessy Trishandiani
Content Curator

What are the essential items on your work desk?

Our trusted Macbook always. Not to mention a caffeinated beverage of one’s choice besides chocolate to balance our sugar level when necessary.

5 Tips Mengisi Waktu Anda Agar Lebih Bermakna di Masa Pandemi

Mengatur waktu dan hubungan memang tak pernah mudah dilakukan. Entah itu hubungan dengan diri sendiri, hubungan antara teman dan keluarga, dan yang paling penting, hubungan pribadi dengan Allah (SWT).

Selama pandemi, hal ini menjadi sangat menantang karena banyak orang merasakan tekanan dari segala arah. Terlebih lagi sekarang, kondisi yang mengharuskan kita untuk bekerja secara remote juga berdampak pada banyak orang di berbagai penjuru dunia. Kita juga dituntut untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kondisi di luar sana.

Dengan waktu yang lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan, Anda mungkin mengira bahwa membina hubungan akan menjadi hal yang lebih mudah. Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Jika tidak segera tersadar untuk melakukan kebiasaan sehat demi memelihara hubungan ini, kita malah bisa terperangkap dalam kegiatan yang membuang-buang waktu –yang sering disalahartikan sebagai waktu untuk bersantai.

Panduan berikut mungkin bisa Anda pertimbangkan untuk membantu mengembangkan diri agar menjadi lebih seimbang dan bermakna:

Al-Quran: Kunci untuk Keutuhan Keluarga 

Selain melaksanakan salat sehari-hari, keluarga yang memiliki kebiasaan membaca Al-Qur’an bersama-sama juga akan menjadi solid. Sebagai kegiatan keluarga, mengaji bersama dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi satu sama lain untuk saling berinteraksi, sehingga dapat memperkuat ikatan keluarga selain juga dapat memantapkan ketakwaan spiritual seseorang kepada Allah (SWT).

Sebagai hal yang juga dilakukan secara pribadi, menambah waktu untuk membaca Al-Qu’ran juga dapat membuka jalan agar lebih dekat dengan Allah (SWT).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.(Surah An-Nisa 4:36)

Banyak membaca Al-Qur’an dan merencanakan kegiatan keagamaan secara teratur adalah cara untuk menjalankan hal di atas. Pada aplikasi Muslim Pro, dengan memilih pengaturan individu dan grup, para orang tua dapat merencanakan Khatam Al-Qur’an untuk anak-anak dan dengan mudah memantau perkembangan anak dalam membaca Quran.

Islam yang Tak Hanya Sebatas Ritual

Manfaatkan kesempatan di masa pandemi ini untuk lebih banyak belajar tentang Islam daripada hanya menonton reality show online. Kita bisa mempelajari mulai dari fakta sejarah hingga agama dan bahkan mengetahui berbagai fakta baru setiap hari lewat seri kartu ‘Tahukah Anda’ di aplikasi Muslim Pro.

Informasi kecil seperti itu dapat menjadi suatu permulaan dan berpotensi memicu pertanyaan yang lebih dalam tentang Islam. Anda bisa menjadikannya sebagai batu loncatan untuk mencari sumber lain, baik secara online maupun offline.

Bepergian Secara Virtual

Di masa pandemi ini, Anda juga dapat memperluas wawasan secara virtual. Bagi mereka yang ingin bepergian dan melintasi batas fisik di seluruh dunia, ada cukup waktu untuk merencanakan rencana perjalanan berikutnya.

Sementara itu, sambil tetap berada di tempat Anda yang aman, nikmati siaran langsung dari Mekah untuk menjelajahi salah satu situs Islam paling suci ini. Anda juga dapat sambil mempelajari lebih lanjut tentang ritual tertentu yang hanya terjadi di sana. Ambil posisi yang nyaman dan nikmati pemandangan kota yang berbeda dari udara tanpa harus beranjak dari sofa. Anda bahkan bisa melakukannya di sela-sela saat istirahat di tengah jadwal pekerjaan yang padat.

Menghidupkan Semangat

Dengan jutaan video dan berbagai sumber yang tersedia secara online dan gratis, tidak ada alasan untuk tidak dapat menghidupkan kembali minat dan hobi Anda di masa lalu. Bahkan jika Anda hanya ingin sekadar memuaskan keingintahuan akan suatu budaya, bahasa, atau bahkan filsafat, pun bisa dilakukan.

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ​ۚ‏ 

“Recite in the name of your Lord Who created.” (Surah Al-Alaq:96)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an di atas, adalah kewajiban kita sebagai bagian dari umat untuk melaksanakan salah satu pilar Islam.

Terhubung dengan Umat

Jalinlah hubungan dengan umat Islam di berbagai penjuru dunia dengan saling berbagi. Terhubung dengan komunitas online dapat semakin membuat umat menjadi solid karena bersama-sama terus belajar secara aktif.

Berbagai platform media sosial juga memberikan kesempatan untuk terhubung dengan luar lingkaran keluarga dan teman terdekat. Ini tentunya berpotensi menyoroti masalah sosial tertentu yang terjadi di seluruh dunia.

Penulis: Helmy Bin Sa’at