Dorong Pertumbuhan Ekonomi Halal, Indonesia Halal Lifestyle Center Luncurkan Panduan Bisnis

Nama Indonesia kini semakin dikenal secara global dari berbagai aspek. Salah satu aspek yang membuat nama Indonesia menonjol adalah jumlah populasi Muslim yang mencapai 219 juta orang. 


Tak hanya populasi yang begitu besar, data dari Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) menyebutkan bahwa angka ini juga diimbangi dengan belanja domestik produk dan jasa yang mencapai USD218,8 milyar pada 2017. Angka tersebut tentunya membuat Indonesia menjadi pasar ekonomi halal terbesar di dunia. 

(Sumber Foto: Pixabay/Aditya Wicaksono)

Di sisi lain, pertumbuhan populasi umat Islam di dunia yang meningkat menjadikan peluang Indonesia semakin besar dalam mengembangkan halal lifestyle. Tak heran jika Indonesia kini menjadi magnet dan menjadi salah satu pusat perkembangan bisnis dan ekonomi halal yang pesat. Bahkan Indonesia juga digadang-gadang sebagai ‘mesin’ untuk ekonomi halal global. 

Dengan begitu besarnya potensi tersebut, untuk membantu para pelaku industri dalam mengarungi dan mengembangkan ekonomi halal, IHLC pada akhir 2018 meluncurkan Indonesia Halal Economy and Strategy Roadmap Indonesia 2018-2019.

Panduan bisnis yang diterbitkan setiap tahun ini juga merupakan hasil kerja sama IHLC dengan DinarStandard yang merupakan perusahaan dunia terkemuka dalam bidang Penasihat Nilai Etika Islam yang memiliki cabang di Dubai, New York, dan Istanbul.

Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, menuturkan bahwa panduan ini dapat dipergunakan untuk mendorong kegiatan ekspor Indonesia, Foreign Direct Investment ( FDI), investasi asing secara langsung, serta membuka lapangan kerja dalam industri halal. 

Indonesia Halal Economy and Strategy Roadmap Indonesia sendiri mengemas laporan bisnis dengan mengupas tuntas berbagai sektor yang bertema Islami. Mulai dari makanan dan produk halal, keuangan syariah, fashion, wisata ramah muslim, serta media, rekreasi, dan aplikasi Islami seperti Muslim Pro.