Quran Indonesia Project, Ajak Anak Muda Berkarya dan Berbagi dengan Sesama

Quran Indonesia Project saat mengajak anak muda berbagi dengan komunitas tuli dalam project “Cahaya dalam Sunyi” (Foto: Quran Indonesia Project)

Mendengarkan lantunan ayat-ayat suci dalam Alquran memang mendatangkan kesejukan tersendiri dalam hati. Hal ini juga yang menjadi inspirasi bagi Quran Indonesia Project dalam mengajak masyarakat, terutama anak muda, untuk lebih tertarik mendalami Quran. 


Visi yang diusung pun tak main-main, Quran Indonesia Project bertekad ingin memudahkan akses publik terhadap Quran dan terjemahannya melalui teknologi modern. Tak hanya itu, Quran Indonesia Project yang dikenal dengan sebutan QuranIDproject juga mengajak anak muda untuk berkarya dan berbagi dengan sesama.

Semuanya berawal dari Ramadan 2015, saat QuranIDproject menginisiasi proyek pembuatan rekaman audio ayat Quran dalam bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris. Disambut dengan antusias, rekaman audio ayat Quran ini melibatkan lebih dari 300 kontributor yang terdiri dari berbagai kalangan. 

Bergulir ke 2018, QuranIDproject mengenalkan QuranIDproject ISYARAT. Proyek ini tak hanya sekadar membuat masyarakat lebih tertarik mendalami Quran, tapi juga mengajak untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Sesuai namanya, QuranIDproject ISYARAT memproduksi rekaman visual bacaan Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa isyarat guna mempermudah akses teman-teman tuli. 

Rekaman visual bacaan Quran dengan menggunakan bahasa isyarat oleh aktivis tuli, Surya Sahetapy (Foto: Quran Indonesia Project)

QuranIDproject juga mulai memproduksi serial film dokumenter pendek tentang kisah inspiratif dari berbagai kalangan tentang kekuatan ayat Al-Qur’an yang berdampak positif dalam kehidupannya. Semuanya terangkum indah dalam Cerita dari Satu Ayat

Tilik saja episode serial karya sutradara dan penulis naskah Muthia Zahra Feriani yang berjudul “Mendengar dengan Tahmid”. Episode perdana ini mengisahkan Surya (24), seorang tuli yang melawan keterbatasannya dengan semangat surat Al-Fatihah ayat dua. Surya pun berbagi rasa syukurnya dengan memperjuangkan hak-hak teman tuli lainnya.

Masyarakat yang diwakili oleh para kontributor juga menyambut video #QuranIDprojectISYARAT dan film #ceritadari1ayat “Mendengar dengan Tahmid” dengan antusias. Saat ditayangkan perdana dan eksklusif dalam acara “Temu Kontributor Rekaman QuranIDproject & Komunitas Tuli”, ratusan kontributor QuranIDproject berkumpul sekaligus dengan komunitas Tuli untuk bersilaturahim dan saling berinteraksi secara langsung. 

Dewi Sandra dan Bunda Galuh Sukmara saat menjurubahasakan surah dengan isyarat.
(Foto: Quran Indonesia Project)

Sejumlah nama selebritis seperti Dewi Sandra dan Afgan hadirsebagai perwakilan kontributor rekaman audio QuranIDproject. Surya Sahetapy, aktivis tuli yang menjurubahasakan isyarat surat Al-Fatihah yang dibacakan oleh Afgan di #QuranIDprojectISYARAT juga turut hadir dalam kesempatan yang sama. Satu nama yang juga tak kalah pentingnya juga ada dalam penayangan perdana tersebut, yaitu Bunda Galuh Sukmara, edukator tuli pendiri rumah belajar The Little Hijabi Homeschooling.

Suasana di The Little Hijabi Homeschooling (Foto: Quran ID Project)

Misi rumah belajar ini sejalan dengan QuranIDproject karena membantu anak-anak tuli dan berkebutuhan khusus untuk mengenali dirinya dan menemukan hikmah untuk mencari jalan pulang kepada Allah SWT. 

Mengusung misi serupa, pada April hingga Juni 2018, QuranIDproject berkolaborasi dengan The Little Hijabi Homeschooling untuk membuat program edukasi “Cahaya Dalam Sunyi”. Program tersebut merupakan pengembangan materi pembelajaran agama Islam secara kaffahulfitrah (utuh dan jernih) dengan menggunakan bahasa isyarat yang inovatif, kreatif, dan aksesibel untuk teman-teman tuli.

Dalam proyek tersebut, QuranIDproject memproduksi sebuah lagu dan dua video klip Takbir Hari Raya berjudul “Cahaya Dalam Sunyi” yang melibatkan 33 musisi dan komunitas tuli. Sejumlah nama seperti Afgan, Alika Islamadina, Andien, Armand Maulana, Aura Gutawa, Barsena Bestandhi, Dewi Sandra, Dira Sugandi, Gita Gutawa, Hedi Yunus, HIVI!, Ify Alyssa, Kunto Aji, Radhini, Raisa, RAN, Rossa, Syakir Daulay, Tompi, Tulus, Vadi Akbar, Widi Mulia, Yura Yunita, turut berpartisipasi. Semuanya antusias meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan komunitas Tuli mendapat akses informasi agama Islam yang inklusif.

Ifa Fachir dan Archie Wirija (Foto: Quran Indonesia Project)

Lagu “Cahaya Dalam Sunyi” diproduseri oleh Archie Wirija, Rilla Lusiana, dan Ifa Fachir. Sementara video klipnyajuga diproduseri oleh Archie Wirija dan Rilla Lusiana serta disutradarai oleh Muthia Zahra Feriani. Video klip ini dibuat dengan dua versi. Video klip pertama, merupakan video klip dengan konsep teatrikal yang diekspresikan oleh beberapa komunitas Tuli, salah satunya adalah The Little Hijabi Homeschooling yang dipimpin oleh edukator Tuli, Bunda Galuh Sukmara, serta aktivis Tuli Surya Sahetapy dengan mengambil lokasi di Ciputra Artpreneur Theater. Pada video klip kedua, seluruh penyanyi yang berkontribusi dalam lagu ini memeragakan bahasa isyarat dari lirik yang dinyanyikan, dalam rangka mensosialisasikan budaya komunikasi Tuli.

Lagu “Cahaya Dalam Sunyi” dapat diakses oleh masyarakat luas di kanal YouTube.com/QuranIndonesia, dan dinikmati melalui platform musik digital seperti Spotify, iTunes, JOOX, Deezer, dan Apple Music.

Menyambut Ramadan tahun ini, QuranIDproject berkolaborasi dengan Muslim Pro. Kali ini proyek yang digarap adalah mengisi suara terjemahan Quran dalam Bahasa Indonesia untuk Muslim Pro. Penasaran siapa yang akan menjadi mengisi suara dan membacakan terjemahan ayat-ayat suci Quran tersebut? Nantikan di aplikasi Muslim Pro!