Refleksi dari Sebuah Perjalanan: Memulai Awal yang Baru

Pernahkah Anda merasa sangat bersyukur atas apa yang Anda miliki sekarang? Bersyukur untuk semua yang telah Anda lalui dalam perjalanan hidup, dan kini InsyaAllah Anda siap untuk sebuah awal yang baru.


Berkesempatan untuk liburan sejenak, saya dan teman-teman memutuskan untuk road trip alias menempuh jalur darat menggunakan kendaraan pribadi ke beberapa kota di Jawa, Indonesia. Bagi kami ini adalah pilihan yang lebih aman untuk bepergian selama pandemi karena dapat sebisa mungkin menghindari kontak sosial dengan orang lain. Kami juga merencanakan untuk mampir ke beberapa kota di sepanjang rute yang dilalui. Bagi saya, road trip ini juga menjadi suatu kesempatan sempurna untuk mengukir berbagai kenangan di perjalanan.

Sepertinya semua orang memang sudah menantikan berakhirnya pandemi Covid-19. Dengan melonggarnya pembatasan aktivitas publik di Indonesia, tampak pelancong-pelancong yang juga menempuh perjalanan keluar kota untuk mencari udara segar. Kami bertemu dengan mereka di sepanjang jalan. Untungnya kendati mulai didatangi pelancong, banyak tempat yang masih menerapkan langkah-langkah keamanan dan protokol kesehatan dengan ketat.

Memulai Perjalanan

(Sumber foto: Hessy Trishandiani)

Pagi itu, kami menuju pemberhentian pertama di Jawa Barat. Kami mampir di Bandung. Pagi yang sangat saat indah saat saya berkendara mengukur jalan tol. Jalanan yang kosong dengan pemandangan yang indah, rasanya begitu menenteramkan. Cuaca yang cerah, langit biru, dan kehijauan pepohonan di sepanjang jalan adalah kombinasi yang sempurna. Sungguh merupakan suatu perjalanan melarikan diri sejenak dari rutinitas dan kembali kepada alam untuk mengisi paru-paru dengan udara segar. Saya merasa sangat diberkahi, Alhamdulillah.


Saya berkendara selama beberapa jam dari satu kota ke kota lain. Cuaca berubah dari pagi yang cerah menjadi hujan di malam hari. Mengemudi di malam hari dalam cuaca berkabut menjadi hal yang cukup menantang. Kabut tebal turun di jalan yang panjang dan berliku. Beberapa daerah malah sangat gelap tanpa ada lampu jalanan, sehingga satu-satunya hal yang dapat kami andalkan hanyalah lampu mobil. Saya membaca Bismillah untuk mencari perlindungan Allah.

Tidak ada yang namanya perjalanan yang mulus. Terkadang Google map mengarahkan kami ke suatu tempat tapi malah membuat kami tersesat di jalan. Dengan penerangan yang sangat minim, kami harus berkendara dengan ekstra hati-hati di sepanjang tepi tebing. Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya kami bertemu dengan penduduk setempat. Alhamdulillah, dengan senang hati orang-orang tersebut bersedia membantu dan memberi kami petunjuk arah yang benar.

Selain tersesat, kami juga menyadari sepertinya rem mobil bermasalah. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Banyuwangi, Jawa Timur, dan menginap semalam untuk beristirahat sambil memeriksa kondisi mobil. Alhamdulillah, ternyata semuanya baik-baik saja. Kami melanjutkan perjalanan keesokan paginya dan akhirnya tiba dengan selamat di tempat tujuan.

Road trip ini terasa seperti perjalanan hidup. Jalan yang ditempuh tidak selalu mulus dan banyak tantangan yang harus kita taklukkan. Tapi layaknya sebuah perjalanan, pasti akan ada momen kita merasa beruntung dan bersyukur. Tentunya semua karena Allah memudahkan urusan kita. Bagi saya dan teman-teman, Allah selalu mendampingi dan membantu kami dalam perjalanan dengan mengirimkan orang-orang yang tidak kami kenal tapi dengan senang hati membantu menunjukkan jalan ketika tersesat. Kami juga bertemu dengan penduduk lokal yang ramah dan menceritakan kisah tentang desa mereka, bahkan memberi kami rekomendasi tempat wisata.

Begitulah hidup, bukan? Sepanjang hidup, kita bertemu dengan orang-orang baru dan beberapa dari mereka akan memberi kita nasihat, wawasan, dan bahkan pelajaran. Setiap perjalanan hidup selalu dimulai dengan awal yang baru dan dipenuhi dengan kesulitan, kegembiraan, perayaan, dan momen spesial. Berbagai tantangan akan menguji keberanian, kekuatan, kelemahan, dan bahkan iman kita, namun pada akhirnya kita akan membawa kita ke sebuah tujuan. Tujuan akhir kita dalam hidup.

Mari luangkan waktu sejenak untuk mengucapkan Bismillah di setiap awal yang baru dan InsyaAllah, semoga Allah selalu memberkahi kita.

PS: Untuk menempuh perjalanan ini, kami semua telah divaksinasi, melakukan tes antigen/PCR, dan selalu melakukan social distancing. Kami juga memakai masker di semua tempat yang kami kunjungi, bahkan di dalam mobil. Mematuhi protokol kesehatan adalah tugas kita semua. Ini merupakan cara terbaik untuk melindungi satu sama lain dan setiap orang yang kita temui selama perjalanan.

Penulis: Hessy Trishandiani