Dari Rasulullah ﷺ : Indahnya Taubat

Jika kita benar-benar memahami indahnya sebuah pertobatan, mungkin kita tidak akan berhenti melakukannya. Taubat adalah salah satu yang paling dicintai Allah. Memang, Sang Pencipta diri kita ini tidak meminta kesempurnaan dari kita. Allah Maha mengetahui, sedangkan kita sebagai manusia yang terkadang membuat kesalahan. Namun, tentu saja kita harus berusaha untuk tidak menyerah pada godaan setan dan nafsu serta terus berupaya menyucikan hati kita dari kecenderungan amalan dosa.


Membahas perkara taubat dan dan hijrah itu sendiri, pada prosesnya kita akan banyak tersandung issue yang mencoba menggoyahkan iman kita dari waktu ke waktu. Allah, Ta’ala, mengetahui hal ini dan tidak pernah memaksakan hal yang mustahil kepada kita. Dia meminta kita untuk kembali kepada-Nya dan semakin mendekat kepada-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menurut Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan menghapuskan kalian dari muka bumi dan mendatangkan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT dan Allah SWT pun mengampuni mereka.” [HR. Muslim]

Allah Maha Pengampun, Dia suka memaafkan, dan dosa bisa menjadi berkah tersembunyi jika itu mengarah pada pertobatan yang tulus. Rasulullah , mengungkapkan cinta Yang Mahakuasa ini kepada orang yang bertaubat dengan sangat tegas:

Menurut ‘Abdullah ibn Mass’ûd radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,


Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. (HR. Muslim)

Bayangkan betapa gembiranya pria tersebut dalam situasi seperti itu! Kegembiraan Allah atas taubat seorang hamba-Nya lebih besar daripada kebahagiaan pria yang menemukan tunggangan dan bekal makan dan minumnya tadi.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk bertobat setiap kali kita telah melakukan kesalahan, jangan pernah putus asa dari Kerahiman Allah. Jika Allah menerima taubat hamba-Nya, maka seolah-olah dosa itu tidak pernah dilakukan. Nabi ﷺ berkata :

“Orang yang bertaubat adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” [Ibnu Majah]

Setan yang menjadi musuh yang nyata bagi kita mungkin akan datang untuk menghalangi kita dari mencari pengampunan Allah. Tipu daya setan menghasut dengan membisikan hal-hal yang mungkin tidak kita sukai, dan segala macam pikiran yang negatif muncul di benak seseorang yang ingin bertaubat, seperti:

“Tidak ada gunanya, kamu sudah bertobat dari dosa ini dan kamu melakukannya lagi!”

“Kamu tahu kamu akan melakukannya lagi, jangan munafik!”

keraguan dan pikiran seperti ini harus dilawan, itu merupakan bagian dari rencana setan menghasut manusia seolah setan ingin berkata “Tetaplah jahat bersamaku! Tetap di jalanku dan jangan kembali ke Penciptamu!”

Dan diantara rukun taubat adalah adanya niat untuk tidak mengulanginya lagi. Niat yang dimaksud adalah niat yang tulus, bahkan jika nanti kita jatuh ke dalam dosa yang sama, kita harus bertobat dengan tulus lagi. Dengan cara ini, sedikit demi sedikit, kita membersihkan hati kita dari penyakit yang menyebabkan kita melakukan kesalahan dan dosa sampai pada akhirnya kita tidak akan mengulanginya kembali Insyaa Allah.

________________________________________________________________________________________

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, seorang Imam Perancis dan penasehat syariah di Muslim Pro, telah meluangkan waktunya untuk belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain dengan pengetahuan sains Islam sejak dia masuk Islam pada tahun 1999.

Semasa belajar di Institut Oussoul Eddine di Saint-Denis, dia menyadari betapa pentingnya berbakti kepada Allah dan memutuskan untuk melanjutkan pelajaran keagamaannya di daroul ouloum achrafiya di Pulau La Réunion dan di IESH Château Chinon.

Sejak itu, Vincent Souleymane mengabdikan diri kepada Yang Maha kuasa dengan mengajar Islam di Oussoul Eddine Institute, serta menjadi imam di Masjid Fontenay sous Bois.