Menavigasi Kesehatan Mental Sebagai Seorang Muslim

Kita telah melalui begitu banyak kesulitan selama hampir dua tahun sejak munculnya wabah yang mendunia yang bahkan hingga kini masih berlangsung – Covid-19. Ketika langkah pemulihan terus digalakan dengan dibukanya kembali aturan perbatasan fisik secara bertahap, namun bukan berarti kita terlepas dari rasa tertekan dari segi emosional karena harus menghadapi situasi pandemi ini.

Satu kekhawatiran utama yang tidak seorang pun dari kita luput dari perasaan ini yaitu timbulnya “kelelahan akibat pandemi”. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelelahan pandemi mengacu pada “orang-orang … merasa kehilangan motivasi untuk mengikuti perilaku dan kebiasaan yang baru untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus.” Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental di mana kita terus-menerus berjuang melawan perasaan dan emosi negatif yang dapat dengan mudah menguasai kita. Perasaan ini juga yang berpotensi menyeret kita dalam gelombang kegelapan dan depresi, jika kita tidak tetap waspada terhadapnya.

Kembali ke Dasar

Kita seorah ditarik ke berbagai arah berdasarkan peran dan tanggung jawab keluarga dan sosial yang kita miliki. Sebelum kita mampu menjaga orang lain sepenuhnya, kita perlu memastikan bahwa kita baik-baik saja. Mulailah dari yang kecil, dengan memperhatikan kebiasaan kita sehari-hari.

Ikuti kebiasaan diet seimbang. Berolahraga secara teratur. Dapatkan tidur yang cukup. Pernah mendengar semua petuah sebelumnya? Sebagai seorang Muslim, kita mungkin juga mendengar nasihat lainnya, walaupun kebanyakan tanpa kita ketahui/mengerti alasan di baliknya seperti: Berwudhu sebelum tidur, terutama ketika kita susah tidur dan dianjurkan tidur menghadap ke kanan.

Nasihat tersebut bermula dari teladan kebiasaan tidur Nabi Muhammad ﷺ Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bara’ bin `Azib:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu, aku memohon ampunan-Mu dan auk bertaubat kepada-Mu, aku Beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kupada Nabi yang Engkau utus.”

[Sahih Bukhari, no. 247]

Sempurnakan rutinitas sebelum tidur dengan doa-doa berikut – Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Seperti yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Rasulullah SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, Beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya serta bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” (HR. Muslim)

Mari Bicara Tentang Diri Sendiri

Ini adalah langkah pertama untuk memelihara pikiran yang sehat. Bicaralah dengan teman, tulis di buku harian Anda atau bagikan kisah inspiratif Anda di sosial media. Lepaskan semua beban dengan mengutarakan “unek-unek” yang ada dalam pikiran Anda. Biasanya langkah pertama adalah yang paling sulit untuk memulai, namun percayalah proses itu sangat berharga. Bantulah diri kita sendiri dengan mengangkat sebagian beban emosional dari pundak kita yang telah menguras emosi dan kekuatan fisik yang dipendam begitu lama.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah diidentifikasi WHO sebagai salah satu strategi utama dalam memerangi kelelahan akibat pandemi: Mengakui dan mengatasi kesulitan. Temukan kelompok yang mendukung pengembangan diri Anda di komunitas lingkungan sekitar Anda. Kita perlu menyadari bahwa apa yang kita alami bisa jadi sangat unik bagi setiap individu; namun, pengalaman seperti itu mungkin juga dimiliki oleh orang lain secara global yang melintasi batas-batas fisik dan budaya.

Validasi perasaan kita dan ambil langkah untuk menyembuhkan diri sendiri secara emosional. Dapatkan bantuan medis profesional, jika perlu. Kemudian perhatikan nilai positiva pada Komunitas yang menjadi “support system” untuk Anda.

Kontekstualisasikan Berkah yang Anda Rasa


Finlandia, sekali lagi, muncul sebagai negara paling bahagia di dunia. Salah satu cara ilmuwan sosial mengukur konsep kebahagiaan yang sulit dipahami adalah dengan mempelajari dukungan sosial yang berdampak pada risiko kesehatan mental berdasarkan cara pemerintah merespons krisis, khususnya saat pandemi. Salah satu alasan yang mendorong Finlandia naik sebagai Negara paling bahagia ditengah pandemi ini adalah “tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap cara penanganan pandemi COVID-19.”

Namun, ini tidak berarti bahwa setiap orang Finlandia melewatkan aktivitas mengunjungi Taman Nasional Oulanka di Kuusamo, guna menghindari depresi, misalnya. Selain sistem pendukung pemerintahan yang nyata tersebut, muncul pendapat lain yang berpendapat bahwa “seseorang harus mengalami kehidupan yang bermakna” agar benar-benar bahagia.

Kebahagiaan berakar pada kehidupan seseorang yang bermakna. Rumit? Ya. Sebuah prioritas? Ya. Dapat dicapai? Sangat memungkinkan!

Sebagai bagian dari Muslim dunia, kehadiran dan nilai dari diri kita biasanya saling terkait dengan identitas diri. Alhamdulillah, kita berkembang dalam lingkungan yang memberikan peluang untuk tumbuhan dan berkembang, tidak hanya untuk teman dan keluarga, tetapi diri kita sendiri. Temukan gairah semangat itu dan ikuti. Baik itu kesukarelaan menjadi volunteer, melukis atau belajar lebih banyak tentang Islam; tidak ada hal yang terlalu sepele jika itu bisa membuat Anda tersenyum, membawa lebih banyak kebahagiaan untuk Anda, menyegarkan jiwa dan membantu menemukan keseimbangan hidup yang tepat untuk Anda.

Kesehatan mental adalah sesuatu yang perlu kita pelihara secara terus-menerus dan jangan biarkan diri kita sendiri, dan orang lain (psst! bagikan artikel ini dengan orang lain dan ajak mereka untuk melakukan hal yang sama), tersapu oleh rutinitas kehidupan sehari-hari yang monoton. Kita berhak mendapatkan kebahagiaan melalui ketenangan pikiran agar emosi kita tetap stabil.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Diterjemahkan oleh: Nerly

Bagaimana Seekor Unta Mengajari Saya tentang Cara Mengatasi Kegelisahan

Saya memiliki cemas akan sesuatu. Saya selalu hidup dengan bayang-bayang kecemasan tersebut dan terus merasakannya dalam beberapa waktu belakangan ini. Saya pikir mungkin hal itu berasal dari proses pengenalan jati diri saya sewaktu kecil di mana saya mengalami perasaan rendah diri dan merasa tidak mampu melakukan banyak hal secara terus-menerus.

Tumbuh besar di Kota Meritocratic Singapura

Saya dibesarkan di Singapura — ya, rumah bagi ‘Crazy Rich Asians’. Negara yang juga merupakan rumah bagi ribuan anak yang menghabiskan banyak waktu di sekolah, diikuti dengan pelajaran tambahan seperti kelas piano atau biola, karate atau renang dan juga kelas ekstrakurikuler lainnya di malam hari. Tambahan lain mungkin, mengasah kemampuan beragam bahasa juga.

Untungnya atau sayangnya, saya tidak perlu melakukan semua itu karena saya berasal dari keluarga menengah ke bawah. Kami tidak mampu mendapatkan semua fasilitas tersebut. Kenyataan ini berarti situasi dan kondisi saya berada jauh di belakang anak-anak lain yang tumbuh di keluarga yang mampu dan mereka berkembang begitu pesat di usia belasan tahun, dan pastinya memiliki potensial lebih besar untuk dapat belajar mengejar gelar Sarjana.

Perfeksionisme dan Kegagalan

Saya juga seorang siswa rata-rata. Saya pandai dalam banyak mata pelajaran di sekolah, terutama dalam pelajaran sosial tetapi saya sangat buruk dalam matematika, fisika dan pelajaran sains lainnya.

Meskipun mengetahui kekuatan dan kelemahan saya di usia yang begitu muda, saya tidak pernah membiarkan diri saya menjadi korban dari keadaan saya. Saya berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal. Meyakinkan diri untuk percaya bahwa saya dapat mencapai apa pun yang dilakukan orang lain.

Dan sampai batas tertentu, saya dapat melakukannya. Tetapi kadang hal-hal seperti itu jugalah yang menjadi kelemahan saya dan sumber kecemasan saya.

Cukup banyak list pencapaian yang saya tergetkan, saya dituntun untuk percaya bahwa saya bisa melakukan segala hal. Tetapi sebagai manusia, kita pasti akan menemui titik terbawah dalam hidup dan merasa gagal dalam menghadapi proses kehidupan.

Sayangnya, karena cara saya mengondisikan diri ini selama bertahun-tahun tidak siap untuk menangani kegagalan dan itu berdampak buruk pada kesehatan mental saya. Saya selalu ingin mengendalikan banyak hal dan ketika saya tidak mampu, saya berkutat dengan diri sendiri dalam keadaan cemas, menyalahkan diri sampai terlalu banyak berpikir dan meragukan diri sendiri.

Ikat Unta Anda

Baru-baru ini, saya menghadiri seminar tentang kesehatan mental dan kebugaran yang ditujukan untuk para profesional Muslim di Singapura. Ustadzah yang menjadi pembicara di seminar itu menjelaskan bagaimana umat Islam dapat menyadari manfaat sunnah dan hadits Nabi Muhammad ﷺ untuk membantu membimbing kita menjadi yang terbaik yang kita bisa sambil menjaga kesehatan mental kita.

Salah satu yang paling berkesan yang Ustadzah itu sampaikan dan itu sangat menyentuh saya adalah konsep tawakkal (bergantung pada Allah) dan bagaimana hal itu berbeda dari tamanni (harapan).

Di layar, dia memasang gambar besar unta yang diikat ke tiang. Dia kemudian membagikan sebuah hadits yang sederhana namun sangat menyentuh. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, hadits tersebut menguraikan kisah seorang pria Badui yang meninggalkan unta tanpa mengikatnya.

Rasulullah bertanya, ”Mengapa unta itu tidak diikat?”

Lelaki itu menjawab, ”Saya lepaskan unta itu karena saya percaya pada perlindungan Allah SWT.”

Kemudian Rasulullah menegurnya secara bijaksana, ”Ikatlah unta itu, sesudah itu barulah kamu bertawakal.” 

Dalam kesederhanaannya, saya menemukan bahwa mengatasi kecemasan saya bukanlah tentang melepaskan kendali tetapi lebih pada keseimbangan antara mempercayai diri sendiri dan mempercayai Allah beserta rencana-Nya.

Percaya Diri dan Percaya Rencana-Nya

Percaya kepada Allah adalah tawakal. Itu adalah inti dari iman kita. Bahkan atas nama agama kita, ‘Islam’ berarti penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal ini dapat ditemukan dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an juga.

 وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

[QS. At-Talaq 65:3]

Dalam hadits tentang mengikat unta, Nabi kita tercinta Muhammad ﷺ mengajarkan kita pelajaran yang sangat penting — pelajaran yang sederhana namun sering diabaikan.

Melakukan uji kelayakan dan bekerja di dunia ini tidak berarti meniadakan tawakal kita terhadap rencana Allah. Arti sebenarnya dari tawakkul adalah tentang memberikan yang terbaik dalam segala hal yang kita lakukan dan kemudian menyerahkan sisanya kepada Allah. Kita menaruh kepercayaan kepada-Nya bahwa Dia akan mengurus sisanya yang tidak berada dalam kendali tangan kita.

Dan dalam kebijaksanaan itu, jika sesuatu yang buruk terjadi dan tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita masih dapat menemukan penghibur dan kedamaian dengan mengetahui bahwa kita telah melakukan yang terbaik. Sisanya terserah qadr (ketetapan) Allah.

Kembali ke pertanyaan awal: melakukan yang terbaik atau percaya kepada Allah? jawabannya adalah cukup ganti ‘atau’ dengan ‘dan’.

Lakukan yang terbaik dan percaya pada Allah. Ikat unta dan biarkan Dia melakukan sisanya.

Dan Allah lebih mengetahui apa yang tidak ketahui.

Ditulis oleh: Abdullah Zaidani

Salaam, Kami Tim Engineering Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ ini bertujuan untuk memperkenalkan anggota tim Muslim Pro kepada lebih dari 100 juta pengguna Muslim Pro. Kenali apa yang kami lakukan, seperti apa kami dan bagaimana kami bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Apa yang Sebenarnya Kami Lakukan di Muslim Pro?

Kami bertanggung jawab untuk mengembangkan infrastruktur dalam cloud, aplikasi seluler, dan website Muslim Pro. Sebagai sebuah tim, kami secara kolektif memelihara dan mengarahkan tim kami yang sangat fungsional ini untuk memenuhi kebutuhan berbagai stakeholders di perusahaan.

Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Bagian dari Tim Kami?

Jika Anda suka memecahkan masalah, menyukai pemrograman, suka membuat perangkat lunak, siap menghadapi tantangan baru; maka Anda dianjurkan untuk bergabung dengan Muslim Pro.

InsyaAllah kami akan terus berkembang dan selalu mencari talenta baru untuk bergabung dengan tim dinamis kami ini.

Ceritakan Pada Kami Bagaimana Keseharian Anda di Tempat Kerja Bersama dengan Tim Anda?

Biasanya, kami memulai hari dengan diskusi informal membahas apa yang telah kami capai pada periode sebelumnya, ataupun progress apa yang kami rencanakan untuk hari tersebut. Kami juga saling membantu satu sama lain dalam diskusi ini, jika diperlukan. Setelah itu, kami beralih ke tugas harian kami masing-masing, berkutat dengan coding, mendiskusikan keperluan dengan para stakeholders bekerja dengan desainer grafik, dll. Terkadang, kami melakukan brainstorming dengan internal tim untuk memecahkan masalah kompleks yang mungkin muncul selama proses coding.

“Bagian terbaik dari pekerjaan saya sebagai Engineer Muslim Pro adalah kontribusi saya agar aplikasi ini memiliki dampak positif dalam kehidupan untuk lebih dari seratus juta Muslim si seluruh dunia. Dan juga, saya senang melihat keluarga & teman-teman saya menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan religi mereka sehari-hari.”

A M Masudul Haque
Head of Platform Engineering

Tiga kata sifat untuk menggambarkan tim.

Semangat penuh motivasi, cerdas dan kompeten.

Makan Sehat Seperti Nabi Muhammad ﷺ Selama Pandemi Ini

Dalam situasi COVID-19 yang masih menghantui dunia, banyak dari kita yang terjebak di rumah hampir sepanjang hari, bergulat antara pekerjaan dan tanggung jawab lainnya. Memikirkan menu makanan hari ini juga bisa menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari. Pun, kita mungkin tergoda untuk mengesampingkan makanan sehat ketika dihadapkan dengan kebutuhan yang lebih mendesak, mulai dari emosional hingga finansial.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan hal penting demi menjaga kesehatan fisik dan juga vital dalam mendukung kesehatan mental. Mengetahui bagaimana cara menyajikan makanan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan harian dapat membuat proses ini terasa lebih mudah. Bonusnya, kita juga dapat meningkatkan kesehatan untuk jangka panjang.

Ternyata, kebiasaan makan yang sehat juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ kita yang tercinta. Berikut daftar 5 makanan favorit Nabi beserta manfaatnya bagi kesehatan yang bisa kita pertimbangkan untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Kurma

Siapa yang tidak mengenal kurma? Buah lezat ini tumbuh dari pohon kurma (Phoenix dactylifera) dan berasal dari daerah Timur Tengah. Meskipun kurma mengandung gula alami yang cukup tinggi, buah ini juga mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan dalam kandungan makanan kita sehari-hari. Kurma kaya akan serat, Vitamin B-6 dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, mangan, dan tembaga. Sebuah studi dari International Journal of Clinical and Experimental Medicine menyatakan bahwa kurma juga menunjukkan peran dalam pencegahan penyakit dengan adanya kandungan anti-oksidan, anti-inflamasi, dan anti-bakteri.

Bicara tentang kurma, Nabi Muhammad ﷺ biasa mengkonsumsi tujuh kurma setiap hari dan menganjurkan kita untuk mengkonsumsinya juga.

Diriwayatkan oleh Sa’d, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barang siapa yang makan tujuh buah kurma Ajwa di pagi hari, pada hari tersebut orang itu tidak akan terkena racun dan juga sihir.” [Bukhari 5445]

Madu

Orang-orang telah menggunakan madu dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, madu berkualitas tinggi mengandung banyak antioksidan penting. Ini termasuk asam organik dan senyawa fenolik seperti flavonoid. Para ilmuwan percaya bahwa kombinasi senyawa ini menjadikan madu memiliki antioksidannya. Antioksidan telah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, beberapa jenis kanker, dan juga dapat meningkatkan kesehatan mata.

Nabi biasa minum segelas air yang dicampur dengan madu setiap pagi. Seperti yang dia katakan dalam sebuah hadits,

“Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, minum madu, bekam, dan kay (sundutan api). Aku melarang umatku berobat dengan kay.” [Bukhari 5681]

Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah minyak alami yang diekstrak dari buah zaitun yang berasal dari pohon zaitun. Para ahli sepakat bahwa minyak zaitun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terutama minyak zaitun extra virgin yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung. Selain itu juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, melindungi dari kolesterol “jahat” LDL (low-density lipoprotein), partikel dari oksidasi meningkatkan fungsi pembuluh darah. Kabar baik lainnya juga adslah minyak ini tidak menyebabkan penambahan berat badan jika Anda menggunakannya untuk memasak. Dalam penelitian selama 30 bulan pada lebih dari 7.000 mahasiswa Spanyol, mengonsumsi banyak minyak zaitun tidak dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Zaitun juga merupakan salah satu makanan favorit Nabi Muhammad ﷺ. Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Makanlah minyak zaitun dan pijatlah di atas tubuh Anda karena ini adalah pohon suci (mubarak)” [Ibnu Majah 3319]

Susu

Penelitian baru dari University of South Australia menilai biomarker genetik di antara lebih dari 400.000 orang. Studi ini menemukan bahwa konsumsi susu yang lebih tinggi dikaitkan dengan kolesterol darah, kadar lipid darah, dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Terlepas dari penelitian itu, orang yang memiliki pola makan kaya susu serta produk olahannya dapat mengurangi risiko kepadatan massa tulang yang rendah karena kondisi tulangnya kaya akan kalsium. Makanan dalam kelompok susu memberikan nutrisi penting, termasuk kalsium, kalium, vitamin D, dan protein.

Nabi Muhammad ﷺ juga suka mengonsumsi susu kambing dan unta. Susu juga bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan sesungguhnya bagimu dalam menggembalakan ternak itu ada pelajaran. Kami Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya. [QS, An-Nahl 16:66]

Barley

Barley adalah biji-bijian yang menjadi sereal utama dan merupakan salah satu biji-bijian pertama yang dibudidayakan, terutama di Eurasia sejak 10.000 tahun yang lalu. Menurut Journal of Food and Drug Analysis, studi epidemiologis secara konsisten menunjukkan bahwa konsumsi gandum secara teratur dapat mengurangi risiko pengembangan penyakit kronis. Selain itu juga dapat memerangi penyakit terkait nutrisi umum termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas. Nabi ternyata juga pernah mengonsumsi jelai dalam bentuk roti dan bubur.

“Rasulullah menemuiku bersama Ali. Ketika itu Ali sedang sakit dan belum sembuh total. Kami memiliki buah anggur yang tergantung. Kemudian Rasulullah memakannya. Ali pun bangkit untuk ikut makan. Tetapi Rasulullah melarangnya dan berkata kepada Ali, jangan, kau ini baru sembuh dari sakit.’ Ali pun berhenti dan tak jadi makan. Kemudian aku memasak gandum dan gula, lalu kubawa masakan itu menghadap Rasulullah. Beliau lalu bersabda, ‘Wahai Ali, makanlah ini, karena ini lebih bermanfaat bagimu.” [Ibn Majah 3442]

Makanan sehat ini tentunya tidak terbatas untuk dikonsumsi di masa pandemi saja. Kita dapat menjadikannya sebagai kebiasaan sehat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ dan merasakan manfaat dari segi kesehatan sambil mempraktikkan sunnah Nabi. Semoga Allah selalu melindungi dan memberkahi kita semua dengan kesehatan dan kebahagiaan. Aamiin.

Ditulis oleh: Hessy Trishandiani

Memperingati Sejarah Kehidupan Nabi ﷺ Kita Tercintai

Seberapa jauh kita mengenal Nabi Muhammad ﷺ ? Beliau yang diutus untuk seluruh umat manusia sebagai utusan terakhir Allah, telah mempengaruhi kehidupan umat manusia sepanjang hidupnya. Dan bahkan hingga hari ini, berabad-abad setelah wafatnya, namanya masih terngiang di muka bumi ini.

Kita akan segera merayakan Rabiul Awal dan akan sesuai untuk kita mendedikasikan bulan Oktober dan November untuk memperingati sejarah kehidupan Nabi kita tercinta.

Saat kita melihat perjalanannya dan jejak yang ditinggalkannya, salah satu hadiah yang paling mengesankan adalah Al-Qur’an — kalam Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad ﷺ. Kami memberi makan jiwa kami dengan ayat-ayat ini setiap kali kami menggenggam mushaf, mendengarkan murottal ayat quran melalui ponsel kami atau mengulangi ayat-ayat ini dalam dzikir.

Di luar itu, Nabi ﷺ juga mewariskan kepada kita jiwanya yang indah. Cara beliau hidup, cara beliau bersikap baik terhadap orang lain, hal-hal yang beliau anjurkan dengan sungguh-sungguh — semua yang beliau perjuangkan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan.

Oleh karena itu, kali ini dalam tema “Perjalanan Nabi ﷺ” sepanjang dua bulan ini, kami tidak hanya akan mengungkap pertanyaan tentang Al-Qur’an dan hadits, tetapi kami akan melihat dampak yang telah beliau buat, para wanita yang ikut berjuang di jalan Allah, dan kebiasaan yang beliau praktikkan yang dapat kita teladani.

Sambil merenungkannya, kami bersemangat dapat menyediakan platform lain untuk teman-teman Muslim Pro untuk bergabung dengan kami dalam mempelajari lebih lanjut tentang Nabi Muhammad ﷺ CONNECT.MUSLIMPRO adalah situs web yang baru saja kami luncurkan dan Anda akan dapat menemukan konten terbaru dari kami melalui platform ini, yang dikurasi secara khusus ke dalam lima kategori: JIWA, IDENTITAS, GAYA HIDUP, PERCAKAPAN, dan TAHUKAH ANDA.

Bersilaturrahmi dengan kami dengan meninggalkan reaksi terbaik Anda di akhir setiap artikel atau dengan mengirimkan konten terbaik Anda — kami ingin mendengar pendapat Anda! Anda juga dapat menemukan kami di Facebook, Instagram, dan Twitter.

Semoga bulan ini membawa berkah, InsyaAllah.

Ditulis oleh: Nurhuda A. Bakar

Salaam, Kami Tim Marketing Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ memperkenalkan anggota tim Muslim Pro kepada lebih dari 100 juta pengguna kami. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang apa yang kami lakukan, seperti apa kami, dan bagaimana keseharian kami saat bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Apa yang sebenarnya Anda lakukan di Muslim Pro?

Tim Marketing dan Public Relation di Muslim Pro bekerja menyusun strategi bagaimana brand memposisikan dan mengomunikasikan etos kerja dan visinya — yaitu menginspirasi dan memberdayakan komunitas Muslim global melalui teknologi. Selain itu, kami juga mengelola berbagai media sosial dan platform komunikasi lainnya untuk memastikan dan mempertahankan keterlibatan sinergis dengan komunitas Muslim kami, secara global. Kami ingin mengenal Anda sebagai komunitas Muslim lebih baik lagi, dan Anda juga dapat mengenal kami!

Seberapa besar (atau kecil) Anggota Tim Muslim Pro?

Kami adalah tim kecil yang berspesialisasi dalam berbagai aspek komunikasi – pemasaran digital, Public Relation dan hubungan dengan media dan banyak lagi. Besar kecilnya tim kami sama sekali bukan ukuran signifikansi kualitas pekerjaan kami! Ada pepatah Melayu mengatakan “kecil-kecil cili api” yang artinya kecil tapi kuat; dan itulah kami. Kami mungkin tim kecil, tapi kami adalah kekuatan yang harus diperhitungkan!

Apa yang diperlukan untuk menjadi bagian dari tim?

Kami tidak menafikan bahwa passion dan semangat adalah hal yang paling kami utamakan. Harus ada keseimbangan yang baik antara hard skill dan soft skill. Namun, kita tahu bahwa apa yang mengikat kita semua bersama adalah keyakinan dan tujuan kita yang tak tergoyahkan untuk melayani komunitas Muslim global. Dan dengan itu, segala sesuatu yang lain datang secara alami — seperti rasa ingin tahu, kreativitas, rasa petualangan. Semuanya dimulai dengan sikap yang benar!

Kami juga berkembang pesat dan selalu mencari talenta untuk bergabung dengan tim kami yang sedang berkembang ini.

Keyakinan dan tujuan yang tak tergoyahkan untuk membantu umat Muslim adalah hal yang mengikat dan menguatkan kami satu sama lain dalam tim.

Abdullah Zaidani,
Marketing & PR Manager

Bagian terbaik dari pekerjaan?

Kami terus berinovasi dalam cara kami melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa komunitas Muslim global mendapat manfaat dari kontribusi yang kami berikan kepada dunia. Jadi, tidak ada satu hari pun yang sama, hari esok harus lebih baik dari hari ini dan itulah yang membuat kami tetap bersemangat. Yang terpenting, ketika kami melihat karya kami menginspirasi dan diapresiasi oleh umat Islam di seluruh dunia, itulah yang memberi kami kepuasan terbaik. MasyaAllah.

Pilih salah satu: Marvel atau superhero DC? Dan alasannya?

Menyerah dengan Superhero Marvel ! Saya tumbuh besar dengan menonton serial animasi X-Men dengan intro ikonik itu. Selain kekuatan mereka yang jauh lebih keren (dan memiliki keterbatasan tidak seperti *ahem* Superman), narasinya jauh lebih pedih — mutan (pahlawan super) dalam pertempuran terus-menerus melawan ketidakadilan dan prasangka masyarakat sambil menyeimbangkan kemanusiaan dan tanggung jawab mereka atas manusia — para pelaku!

5 Cara Mengasyikkan agar Anak Semangat Belajar Al-Qur’an

Mempelajari Al-Qur’an bisa menjadi hal yang wajib bagi setiap muslim. Bagi anak-anak yang baru pertama kali belajar Al-Quran, mungkin terkadang ini terasa sulit untuk membaca huruf dalam bahasa asing namun mereka bisa mulainya dengan membaca doa sehari-hari untuk membiasakan diri melafalkan bacaan dalam bahasa Arab.

Berikut ini adalah 5 tips mengasyikkan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak Anda:

Pembelajaran Lisan dan Audio

Tidak ada gunanya memaksakan anak belajar dengan menerapkan sistem otoriter duduk diam dan menghafal semua materi yang ada. Hal ini pada akhirnya akan memadamkan semangat dan api keingintahuan di benak sang anak. Lebih buruk lagi, ini berpotensi mengarah pada pembelajaran dengan pengulangan tanpa benar-benar memperluas pikiran anak dalam hal memahami keindahan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Beberapa Ayat-ayat dalam Al-Quran diulang dalam doa-doa keseharian kita. Mulailah mengajarkan ayat-ayat familiar kepada anak-anak. Melalui internet dan platform media sosial, carilah sumber materi yang kredibel untuk mendengarkan bacaan yang dapat menopang kepercayaan diri anak-anak dalam meniru apa yang mereka dengar. Aplikasi Muslim Pro adalah platform yang sangat baik untuk memulai karena mudah dinavigasi. Selain itu, ini adalah kesempatan besar untuk mulai menyadari keindahan makna dari ayat-ayat tersebut.

Bermain sambil Belajar

Anak-anak lebih mudah menyerap ilmu baru dalam bentuk permainan. Ada banyak cara untuk menerapkan dan membentuk strategi yang efektif (dan ini menyenangkan!) hal ini dapat dinikmati anak-anak (dan orang tua)!

Salah satu contohnya adalah tugas menemukan atau mengidentifikasi ayat-ayat tertentu diikuti dengan mencari sumber terjemahannya di buku-buku tentang tafsir Al-Qur’an atau sumber online. Pendekatan lain adalah mengidentifikasi (tebak-tebakan) surah atau ayat tertentu yang mereka ketahui atau yang sering mereka dengar, kemudian mengulang membacanya secara lengkap. Kata-kata penyemangat dan pujian pasti akan membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri sang anak, untuk mencoba lagi tanpa menyerah, bahkan jika anak-anak Anda melakukan kesalahan yang pasti mereka lakukan.

Kring! kring! alarm pengatur waktu

Ambil timer atau gunakan smartphone Anda. Maksimalkan waktu dengan menambahkan unsur kompetisi jika ada lebih dari 2 anak di rumah Anda. Pada saat yang sama, ini bisa menjadi cara untuk mendorong proses pembelajaran. Dengan mencoba menjadi yang tercepat dan terbaik anak dapat lebih cepat matang dalam pengalaman belajar mereka, ini menambah kegembiraan dan antusias anak!

Tidak Ada Keberhasilan yang Terlalu Kecil

Sekali lagi, teruslah memotivasi anak-anak Anda untuk terus bereksplorasi dan belajar tentang Al-Qur’an. Jangan pernah meremehkan pertanyaan atau kesalahan yang dibuat oleh anak-anak Anda. Rayakan pencapaian mereka di prosesnya, baik itu pembacaan surah tertentu, mengafalnya maupun memahami peristiwa sejarah yang menceritakan kisah nabi dalam Al-Qur’an. Kata-kata penyemangat yang kita berikan secara konsisten dapat membantu membangun kepercayaan diri anak-anak anda.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Dari Rasulullah ﷺ : Indahnya Taubat

Jika kita benar-benar memahami indahnya sebuah pertobatan, mungkin kita tidak akan berhenti melakukannya. Taubat adalah salah satu yang paling dicintai Allah. Memang, Sang Pencipta diri kita ini tidak meminta kesempurnaan dari kita. Allah Maha mengetahui, sedangkan kita sebagai manusia yang terkadang membuat kesalahan. Namun, tentu saja kita harus berusaha untuk tidak menyerah pada godaan setan dan nafsu serta terus berupaya menyucikan hati kita dari kecenderungan amalan dosa.

Membahas perkara taubat dan dan hijrah itu sendiri, pada prosesnya kita akan banyak tersandung issue yang mencoba menggoyahkan iman kita dari waktu ke waktu. Allah, Ta’ala, mengetahui hal ini dan tidak pernah memaksakan hal yang mustahil kepada kita. Dia meminta kita untuk kembali kepada-Nya dan semakin mendekat kepada-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menurut Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan menghapuskan kalian dari muka bumi dan mendatangkan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT dan Allah SWT pun mengampuni mereka.” [HR. Muslim]

Allah Maha Pengampun, Dia suka memaafkan, dan dosa bisa menjadi berkah tersembunyi jika itu mengarah pada pertobatan yang tulus. Rasulullah , mengungkapkan cinta Yang Mahakuasa ini kepada orang yang bertaubat dengan sangat tegas:

Menurut ‘Abdullah ibn Mass’ûd radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,

Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. (HR. Muslim)

Bayangkan betapa gembiranya pria tersebut dalam situasi seperti itu! Kegembiraan Allah atas taubat seorang hamba-Nya lebih besar daripada kebahagiaan pria yang menemukan tunggangan dan bekal makan dan minumnya tadi.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk bertobat setiap kali kita telah melakukan kesalahan, jangan pernah putus asa dari Kerahiman Allah. Jika Allah menerima taubat hamba-Nya, maka seolah-olah dosa itu tidak pernah dilakukan. Nabi ﷺ berkata :

“Orang yang bertaubat adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” [Ibnu Majah]

Setan yang menjadi musuh yang nyata bagi kita mungkin akan datang untuk menghalangi kita dari mencari pengampunan Allah. Tipu daya setan menghasut dengan membisikan hal-hal yang mungkin tidak kita sukai, dan segala macam pikiran yang negatif muncul di benak seseorang yang ingin bertaubat, seperti:

“Tidak ada gunanya, kamu sudah bertobat dari dosa ini dan kamu melakukannya lagi!”

“Kamu tahu kamu akan melakukannya lagi, jangan munafik!”

keraguan dan pikiran seperti ini harus dilawan, itu merupakan bagian dari rencana setan menghasut manusia seolah setan ingin berkata “Tetaplah jahat bersamaku! Tetap di jalanku dan jangan kembali ke Penciptamu!”

Dan diantara rukun taubat adalah adanya niat untuk tidak mengulanginya lagi. Niat yang dimaksud adalah niat yang tulus, bahkan jika nanti kita jatuh ke dalam dosa yang sama, kita harus bertobat dengan tulus lagi. Dengan cara ini, sedikit demi sedikit, kita membersihkan hati kita dari penyakit yang menyebabkan kita melakukan kesalahan dan dosa sampai pada akhirnya kita tidak akan mengulanginya kembali Insyaa Allah.

________________________________________________________________________________________

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, seorang Imam Perancis dan penasehat syariah di Muslim Pro, telah meluangkan waktunya untuk belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain dengan pengetahuan sains Islam sejak dia masuk Islam pada tahun 1999.

Semasa belajar di Institut Oussoul Eddine di Saint-Denis, dia menyadari betapa pentingnya berbakti kepada Allah dan memutuskan untuk melanjutkan pelajaran keagamaannya di daroul ouloum achrafiya di Pulau La Réunion dan di IESH Château Chinon.

Sejak itu, Vincent Souleymane mengabdikan diri kepada Yang Maha kuasa dengan mengajar Islam di Oussoul Eddine Institute, serta menjadi imam di Masjid Fontenay sous Bois.

Salaam, Kami Tim Komunitas Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ memperkenalkan anggota tim Muslim Pro kepada lebih dari 100 juta pengguna kami. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang apa yang kami lakukan, seperti apa kami, dan bagaimana keseharian kami saat bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Apa yang sebenarnya Anda lakukan di Muslim Pro?

Prioritas kami adalah Anda! Kami terus mengembangkan diri secara mendalam dan luas agar dapat ebih baik lagi dalam menjembatani antara teknologi dan iman bagi komunitas Muslim global. Semua anggota tim bekerja secara kolaboratif dan sinergis dengan tim lain, seperti rekayasa produk, di kantor pusat kami di Singapura. Kami juga bekerja secara virtual melintasi ruang dan waktu dengan tim di kantor regional kami di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jakarta, Indonesia. Semuanya dilakukan demi menghadirkan konten terbaik dalam menghubungkan umat dengan gaya hidup islami hanya melalui sebuah aplikasi seluler dalam ponsel Anda.

Seberapa besar (atau kecil) Anggota Tim Muslim Pro?

Angka bukanlah gambaran untuk mengukur bakat dan potensi yang akurat, bukan begitu? Tim Komunitas kami yang beragam dan terhubung erat dengan irama keseharian umat Muslim global. Meliputi penulis, penerjemah, spesialis pasar, dan banyak lagi, kami adalah sekumpulan pribadi yang dinamis dengan ide-ide besar, berani, dan kreatif, yang berdampingan dan saling melengkapi.

Apa yang diperlukan untuk menjadi bagian dari tim?

Passion. Passion. Passion! Apakah Anda seorang generalis atau spesialis, passion adalah unsur utama yang diperlukan dalam hal menghasilkan konten yang berkualitas dan menarik untuk dikonsumsi oleh jutaan orang. Semangat dan minat juga yang mendorong kami untuk mencari cara terbaik untuk menyajikan konten di berbagai platform yang tersedia untuk Muslim saat bepergian.

Kami juga berkembang dan selalu mencari talenta baru untuk bergabung dengan tim kami yang sedang berkembang ini.

Bagian terbaik dari pekerjaan?

Ketika kami mampu melampaui segala keterbatasan untuk memberikan kemudahan menjalankan gaya hidup Islami bagi jutaan pengguna kami di seluruh dunia. Ini juga termasuk perayaan atau momen sejarah islam, menghubungkan umat Muslim di satu negara dengan umat di negara di belahan dunia lainnya. Hal lain yang lebih penting lagi adalah kami bersyukur dapat menjadi wadah bagi Anda dalam mendekatkan diri dengan Allah (SWT) di mana pun Anda berada. #dailyjihad

Suatu hal yang paling berharga dari bekerja di Muslim Pro adalah karena saya dapat memudahkan komunitas dalam beribadah melalui konten-konten dalam aplikasi Muslim Pro. Saya juga bisa belajar lebih mendalam tentang Islam sambil membuat konten. Selain itu, Muslim Pro terdiri dari beragam kewarganegaraan dan latar belakang budaya berbeda yang mencerminkan keragaman Islam saat ini. Saya percaya bahwa respek terhadap keragaman akan menyatukan semua perbedaan individu dalam ikatan yang kuat dan saya menemukannya di sini, di Muslim Pro.

Hessy Trishandiani
Content Curator

Apa saja barang-barang penting di meja kerja Anda?

Tentunya Macbook andalan kami yang selalu bisa kami buka kapan pun dan di mana pun. Selain itu juga secangkir minuman berkafein dan sebatang cokelat untuk menyeimbangkan kadar gula saat kami membutuhkannya.

Refleksi dari Sebuah Perjalanan: Memulai Awal yang Baru

Pernahkah Anda merasa sangat bersyukur atas apa yang Anda miliki sekarang? Bersyukur untuk semua yang telah Anda lalui dalam perjalanan hidup, dan kini InsyaAllah Anda siap untuk sebuah awal yang baru.

Berkesempatan untuk liburan sejenak, saya dan teman-teman memutuskan untuk road trip alias menempuh jalur darat menggunakan kendaraan pribadi ke beberapa kota di Jawa, Indonesia. Bagi kami ini adalah pilihan yang lebih aman untuk bepergian selama pandemi karena dapat sebisa mungkin menghindari kontak sosial dengan orang lain. Kami juga merencanakan untuk mampir ke beberapa kota di sepanjang rute yang dilalui. Bagi saya, road trip ini juga menjadi suatu kesempatan sempurna untuk mengukir berbagai kenangan di perjalanan.

Sepertinya semua orang memang sudah menantikan berakhirnya pandemi Covid-19. Dengan melonggarnya pembatasan aktivitas publik di Indonesia, tampak pelancong-pelancong yang juga menempuh perjalanan keluar kota untuk mencari udara segar. Kami bertemu dengan mereka di sepanjang jalan. Untungnya kendati mulai didatangi pelancong, banyak tempat yang masih menerapkan langkah-langkah keamanan dan protokol kesehatan dengan ketat.

Memulai Perjalanan

(Sumber foto: Hessy Trishandiani)

Pagi itu, kami menuju pemberhentian pertama di Jawa Barat. Kami mampir di Bandung. Pagi yang sangat saat indah saat saya berkendara mengukur jalan tol. Jalanan yang kosong dengan pemandangan yang indah, rasanya begitu menenteramkan. Cuaca yang cerah, langit biru, dan kehijauan pepohonan di sepanjang jalan adalah kombinasi yang sempurna. Sungguh merupakan suatu perjalanan melarikan diri sejenak dari rutinitas dan kembali kepada alam untuk mengisi paru-paru dengan udara segar. Saya merasa sangat diberkahi, Alhamdulillah.

Saya berkendara selama beberapa jam dari satu kota ke kota lain. Cuaca berubah dari pagi yang cerah menjadi hujan di malam hari. Mengemudi di malam hari dalam cuaca berkabut menjadi hal yang cukup menantang. Kabut tebal turun di jalan yang panjang dan berliku. Beberapa daerah malah sangat gelap tanpa ada lampu jalanan, sehingga satu-satunya hal yang dapat kami andalkan hanyalah lampu mobil. Saya membaca Bismillah untuk mencari perlindungan Allah.

Tidak ada yang namanya perjalanan yang mulus. Terkadang Google map mengarahkan kami ke suatu tempat tapi malah membuat kami tersesat di jalan. Dengan penerangan yang sangat minim, kami harus berkendara dengan ekstra hati-hati di sepanjang tepi tebing. Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya kami bertemu dengan penduduk setempat. Alhamdulillah, dengan senang hati orang-orang tersebut bersedia membantu dan memberi kami petunjuk arah yang benar.

Selain tersesat, kami juga menyadari sepertinya rem mobil bermasalah. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Banyuwangi, Jawa Timur, dan menginap semalam untuk beristirahat sambil memeriksa kondisi mobil. Alhamdulillah, ternyata semuanya baik-baik saja. Kami melanjutkan perjalanan keesokan paginya dan akhirnya tiba dengan selamat di tempat tujuan.

Road trip ini terasa seperti perjalanan hidup. Jalan yang ditempuh tidak selalu mulus dan banyak tantangan yang harus kita taklukkan. Tapi layaknya sebuah perjalanan, pasti akan ada momen kita merasa beruntung dan bersyukur. Tentunya semua karena Allah memudahkan urusan kita. Bagi saya dan teman-teman, Allah selalu mendampingi dan membantu kami dalam perjalanan dengan mengirimkan orang-orang yang tidak kami kenal tapi dengan senang hati membantu menunjukkan jalan ketika tersesat. Kami juga bertemu dengan penduduk lokal yang ramah dan menceritakan kisah tentang desa mereka, bahkan memberi kami rekomendasi tempat wisata.

Begitulah hidup, bukan? Sepanjang hidup, kita bertemu dengan orang-orang baru dan beberapa dari mereka akan memberi kita nasihat, wawasan, dan bahkan pelajaran. Setiap perjalanan hidup selalu dimulai dengan awal yang baru dan dipenuhi dengan kesulitan, kegembiraan, perayaan, dan momen spesial. Berbagai tantangan akan menguji keberanian, kekuatan, kelemahan, dan bahkan iman kita, namun pada akhirnya kita akan membawa kita ke sebuah tujuan. Tujuan akhir kita dalam hidup.

Mari luangkan waktu sejenak untuk mengucapkan Bismillah di setiap awal yang baru dan InsyaAllah, semoga Allah selalu memberkahi kita.

PS: Untuk menempuh perjalanan ini, kami semua telah divaksinasi, melakukan tes antigen/PCR, dan selalu melakukan social distancing. Kami juga memakai masker di semua tempat yang kami kunjungi, bahkan di dalam mobil. Mematuhi protokol kesehatan adalah tugas kita semua. Ini merupakan cara terbaik untuk melindungi satu sama lain dan setiap orang yang kita temui selama perjalanan.

Penulis: Hessy Trishandiani