“Saya Bersedia”: Menata Hubungan antara Suami dan Istri

Pria bertemu wanita. 

Mereka jatuh cinta dan menikah. 

Dan, mereka hidup bahagia selamanya.

Singkatnya, itulah yang kita pelajari tentang pernikahan. Namun, ini adalah pandangan yang terlalu menyederhanakan hubungan apa pun. Hubungan antara dua individu tidak bertahan selalu pada kondisi yang sama dalam pernikahan karena terus berkembang. Setiap hubungan yang penuh kasih dan komitmen perlu dipelihara seumur hidup dengan melibatkan pasangan secara aktif dan tidak hanya mengandalkan pandangan pertama yang membuat detak jantung terpacu.

Lantas, apa yang terjadi setelah pernikahan dan dilanjutkan dengan bulan madu lalu tinggal bersama dalam satu rumah? Sama seperti hubungan lainnya, semuanya terkait upaya bersama sebagai suami dan istri. Anda perlu terus memperhatikan tidak hanya kebutuhan Anda sendiri, tetapi juga kebutuhan emosional pasangan Anda. Ini akan berkontribusi pada terbentuknya landasan yang kuat untuk membangun suatu keluarga yang sehat, ditambatkan oleh dua individu yang telah memilih satu sama lain untuk menapaki jalan kehidupan bersama hingga menuju Jannah, insya Allah.

Kemitraan, Bukan Kepemilikan

Sangatlah mendasar untuk memahami bahwa pernikahan pertama-tama dan terutama bukan untuk memenuhi tata pengaturan berat sebelah yang sebagian besar menguntungkan suami. Kedua belah pihak perlu memahami bahwa hubungan ini bersifat saling melengkapi dan mendukung. Seorang istri berhak mendapatkan cinta, rasa hormat dan perhatian yang sama dari suaminya dan sebaliknya.

Sebagaimana terlihat dalam ayat Al-Qur’an berikut ini, Allah SWT menyatakan bahwa:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ

“Perempuan memiliki hak yang seimbang dengan laki-laki secara adil, meskipun laki-laki memiliki tingkat tanggung jawab satu derajat di atas mereka.”

[Surat Al-Baqarah 2:228]

Komunikasi: Dengarkan, Bukan Hanya Pasang Telinga

Komunikasi adalah inti landasan hubungan yang kuat, sehat, dan penuh kasih. Seharusnya bukan hanya menyangkut diri Anda saja sepanjang waktu meskipun pasangan Anda adalah mitra tukar pikiran yang paling tepercaya dalam hidup. Anda memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa komunikasi berjalan adil yakni ada kesempatan dan jalan dua arah untuk berbagi dan menyuarakan keprihatinan, masalah dan perasaan tanpa rasa takut akan pembalasan.

Komunikasi yang baik bukan hanya memberikan tanggapan otomatis seperti ‘aku mendengarmu’, tetapi juga tulus dalam tindakan mendengarkan itu sendiri. Kemudian, bekerja sebagai satu kesatuan untuk menyelesaikan masalah atau menangani masalah yang mungkin terlewatkan oleh Anda, sebagai pasangan dalam pernikahan Anda. 

Selain itu, keterbukaan dalam pernikahan Anda dicapai dengan dorongan terus-menerus untuk bersikap rentan dan jujur ​​tentang perasaan dan bahkan masalah satu sama lain. Mulailah selalu dengan mengakui perasaan satu sama lain dan berikan empati.

Akan ada saat-saat ketika muncul perbedaan pendapat. Itu tak bisa dihindari. Sangat penting untuk tetap tenang dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka. Menerima kesalahan seseorang dan meminta maaf bukanlah suatu kelemahan selain berupaya untuk memperbaiki situasi agar tidak terulang kembali. Berhati-hatilah selalu atas kata-kata yang diucapkan selama percakapan yang memanas.

Jangan pernah membandingkan pasangan Anda dengan orang lain. Hal ini bukan hanya menyakitkan, tetapi juga menunjukkan ketidakpedulian untuk menerima dan memahami kepribadian, karakteristik, dan preferensi unik setiap individu.

Apa Kau Masih Mencintaiku?

Sebagai bagian dari umat global, kita begitu sibuk dengan pekerjaan sehingga kita cenderung lupa sehingga memprioritaskan kebutuhan emosional kita di atas perasaan pasangan. Ditarik ke berbagai arah bukanlah alasan untuk mengabaikan pasangan kita secara emosional, setiap hari. Jangan malu untuk mengekspresikan diri. Nyatakan cinta dan penghargaan Anda dengan kata-kata sederhana: Aku mencintaimu. Mendengar kata-kata itu akan memberikan ketenangan. Tidak perlu biaya sepeser pun untuk mengucapkan kata-kata cinta semacam itu, yang tumbuh dari rasa saling mencintai yang sudah mengalir di pembuluh darah Anda. 

Pasangkan dengan yang berikut ini: Cium istri Anda baik sebelum meninggalkan rumah atau setelah pulang kerja, atau keduanya! Ini adalah sunnah. Siapa lagi yang lebih baik untuk ditiru selain Nabi ﷺ sendiri?

Genggam Tanganku

Tidaklah mungkin atau realistis untuk menghabiskan setiap menit bersama-sama. Namun, salah satu kesempatan terbaik adalah melakukan shalat berjamaah, khususnya shalat Fajar atau Subuh. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk menjalani waktu berkualitas bersama selain melakukan bagian dari kewajiban agama kita sehari-hari sebelum berangkat kerja, atau melaksanakan tugas lain dalam keluarga hari itu. 

Selain itu, luangkan waktu untuk berkencan sesuai ketersediaan waktu Anda. Setidaknya seminggu sekali, atau sebagai permulaan, setidaknya sebulan sekali. Ini lebih dari sekadar makan bersama-sama di satu meja, tetapi untuk benar-benar mencurahkan beberapa jam untuk menjalani waktu berkualitas bersama, jauh dari tanggung jawab pekerjaan dan rumah. Sebuah kesempatan untuk menjalin kembali hubungan.

Namun, jangan dipaksakan. Tidak harus berupa ajang besar untuk setiap kencan, atau memanjakan diri dalam kemewahan seperti makan malam di restoran bintang lima yang bisa membuat dompet Anda berlubang. Lebih penting lagi, lakukanlah kegiatan yang dapat Anda nikmati berdua. Bisa apa saja dan segalanya, mulai dari ikut dalam kelas seni atau memasak hingga berolahraga hingga menghilangkan stres. Variasikan aktivitas setiap minggu atau setiap bulan untuk menghindari suasana monoton.

Pernikahan Bukanlah Pulau Yang Terpencil

Pernikahan Anda telah diberkati oleh keluarga dan teman-teman. Mereka juga membentuk sistem pendukung pada saat dibutuhkan. 

Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah:

حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا بِي أَنْ أَكُونَ أَدْرَكْتُهَا وَمَا ذَاكَ إِلاَّ لِكَثْرَةِ ذِكْرِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَهَا وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ فَيَتَتَبَّعُ بِهَا صَدَائِقَ خَدِيجَةَ فَيُهْدِيهَا لَهُنَّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ صَحِيحٌ ‏.‏

“Aku tidak cemburu pada istri Nabi Seperti aku cemburu pada Khadijah, dan itu bukan karena aku melihatnya. Itu hanya karena Rasulullah begitu sering menyebutkan namanya, dan karena setiap kali dia akan menyembelih seekor domba, dia akan mencari teman-teman Khadijah untuk memberi mereka hadiah sebagian daripadanya.” “Tidaklah aku cemburu kepada istri-istri Nabi SAW. sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah, padahal aku belum pernah melihatnya. Ini karena Nabi sering menyebut-nyebutnya (memuji dan menyanjungnya), dan terkadang Nabi menyembelih kambing, memotong-motong bagian dagingnya, lantas mengirimkannya pada saudara-saudara Khadijah.

[HR. Bukhari]

Oleh karena itu, memperlakukan keluarga dan sahabat istri dengan baik adalah sunnah, begitu pula sebaliknya.

Hubungan suami istri adalah berkah. Dalam pernikahan, kita beruntung telah menemukan pasangan, oleh karena itu kita harus menghargai dan berusaha untuk melindungi dan memeliharanya seumur hidup.

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. 

[QS. Ar-Rum 30:21]

Pernikahan adalah percakapan yang berlangsung seumur hidup. Ingatlah selalu bahwa Anda dan pasangan Anda adalah penentu kebahagiaan pernikahan Anda berdua.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Salaam, Kami Tim Manajemen Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ memperkenalkan para anggota tim Muslim Pro ke lebih dari 100 juta audiens setia kami. Pelajari apa yang kami lakukan, seperti apakah kami dan seperti apa rasanya mengerjakan aplikasi Muslim no.1 di dunia!

Apa yang sebenarnya kalian lakukan di Muslim Pro?

Kami berperan dalam mengawasi berbagai aspek dalam pengoperasian Muslim Pro. Antara lain komersial, pemasaran, komunikasi, serta membangun komunitas untuk Muslim Pro, selain juga mencari apa saja yang perlu dilakukan ke depannya untuk Muslim Pro dan memberi nilai lebih bagi 110 juta pengguna setia kami. Saat ini kami juga berupaya memosisikan Muslim Pro sebagai pemimpin pemikiran dalam Ruang Digital Muslim, melalui aneka konten dan fitur mutakhir.

Saat ini, sebagian besar fokus kami adalah meluncurkan vertikal baru di ruang konten kami. Berbagai pengembangan baru akan segera hadir, dan kami tak sabar ingin menambahkan nilai dan menghadirkannya pada pengguna!

Apa syarat menjadi bagian dari tim?

Keberhasilan yang telah kami kumpulkan seiring waktu adalah berkat kegigihan dan ketekunan para anggota dalam organisasi. Mereka bekerja tak kenal lelah demi memastikan produk dan pengalaman pengguna terbaik. Itulah sebabnya kami dapat membuka jalan dan menikmati kesuksesan global seiring berjalannya waktu.

Ketabahan, kemampuan beradaptasi, hasrat melayani komunitas, dan semangat untuk terus meningkatkan produk adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi bagian tim kami. Pemikiran kritis dan strategis kerap dibutuhkan untuk melalui lanskap Ruang Digital Muslim yang terus bertumbuh. Setiap anggota tim juga diberdayakan membuat keputusan yang terbaik bagi departemennya; ide-ide diharapkan dan disambut dengan baik hingga melahirkan budaya yang mendorong adanya diskusi terbuka, hingga melahirkan inovasi. Kami sangat menyarankan Anda menyimak lowongan yang tersedia untuk memulai perjalanan karir yang bermanfaat bersama Muslim Pro.

Momen apa yang paling menantang sejauh ini?

Jawabannya mudah, yakni memenuhi kebutuhan, persepsi dan kepercayaan umat Muslim yang beragam secara global. Kami tersedia di 190 market dan seorang Muslim di Asia sangat berbeda dengan Muslim di Afrika atau AS, contohnya. Kita mungkin punya nilai-nilai dan kepercayaan religius yang sama namun dipengaruhi oleh budaya yang berbeda. Tidak ada satu strategi yang mampu menyelesaikan segalanya. Setiap strategi, inisiatif, produk yang diperkenalkan, harus mampu melayani kelompok Muslim yang sangat beragam. Kami perlu mengglobal, sekaligus relevan di tingkat lokal.

Di waktu bersamaan, SDM merupakan aset terbaik kami dan saat perusahaan melalui lintasan pertumbuhan dan berkembang beberapa kali lipat, kami perlu memastikan untuk mengarahkan semua orang ke target dan visi yang sama.

Apa bagian terbaik dari pekerjaan ini?

Mampu memberi dampak bagi jutaan umat Muslim secara global melalui inisiatif yang telah kami implementasikan. Ini memberi kami semangat untuk melakukan lebih banyak hal bagi komunitas. Karena teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia saat ini dan kita tak dapat menghindarinya, kami di Muslim Pro membantu umat Muslim secara global menerima pengamalan, peningkatan serta pembelajaran ajaran Islam melalui teknologi. Di Muslim Pro, kami mampu menggabungkan teknologi dan ajaran Islam dengan seimbang dalam keseharian pengguna.

“Setiap anggota tim juga diberdayakan membuat keputusan yang terbaik bagi departemennya dimana ide-ide diharapkan dan disambut dengan baik hingga melahirkan budaya yang mendorong adanya diskusi terbuka, hingga melahirkan inovasi.”

Fara Abdullah,

Managing Director

Sebutkan satu kata yang tepat untuk tim ini. Dan apa alasannya?

Tidak mungkin hanya satu! Beraneka ragam, berhasrat dan diberdayakan, sama seperti pengguna aplikasi kami.

5 Akun Media Sosial untuk Edukasi Diri tentang Krisis Afganistan

Kita telah menyaksikan besarnya penderitaan dan rasa pilu yang dirasakan warga Afganistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021. Di beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah warga Afganistan yang menggunakan media sosial baik untuk menyuarakan isu-isu tertentu seperti HAM, atau sekadar berbagi aspek positif dari hidupnya di negara yang dilanda perang dengan 38 juta penduduk ini.

Dengan lebih dari setengah miliar pengguna global aktif setiap harinya, Instagram (IG) merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif dan berdampak. Tidak diragukan bahwa media sosial, terutama IG, telah dan akan terus memegang peran penting dalam memberikan pemahaman lebih mendalam akan realita yang terus berubah di dunia. Tidak hanya menyampaikan kepahitan, tetapi juga sebagai sarana berbagi sedikit kebahagiaan kecil dalam keseharian. Selain mengonsumsi berita di media mainstream, IG memberi pandangan yang lebih berimbang, yang tidak selalu dilaporkan secara global.

@sadiqa_madadgar

Dengan lebih dari 200.000 pengikut, Anda akan mampu bersimpati dengan Sadiqa tanpa perlu bertemu langsung dengannya. Sadiqa berhenti memosting sementara saat Taliban kembali ke Kabul. Seperti kebanyakan influencer lain, dia takut dengan aksi pengekangan dan pembalasan dari Taliban. Akan tetapi, para pengikutnya lega saat melihat dia belum lama ini kembali aktif membuat postingan. Sebagai mantan peserta kompetisi menyanyi, Sadiqa berfokus pada kesehariannya yang memberi inspirasi dan bahkan mematahkan miskonsepsi tentang Islam dan umat Islam itu sendiri. 

@sincerelynooria

Tinggal di luar Afganistan, Nooria aktif menyoroti pelanggaran HAM dan kebutuhan kemanusiaan mendesak ke lebih dari 16.000 pengikutnya. Aktivisme daring dan sosialnya merupakan indikasi jelas bahwa sebagai bagian dari umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk tidak melupakan bencana yang masih dialami warga Afganistan. Selain itu, kita tidak harus memiliki hubungan keluarga atau mengunjungi negara yang dilanda perang, seperti Afganistan, untuk dapat sadar secara sosial dan berkontribusi meringankan penderitaan orang lain.

@emroophotos

Selain foto-foto yang indah, nostalgia yang pahit adalah salah satu hal utama yang diabadikan dan disampaikan dengan indah oleh @emproophotos. Sebagai seseorang yang tengah menghadapi tantangan baru sebagai pencari suaka di mancanegara, akunnya menampilkan segudang keindahan negaranya serta beragam budaya yang mematahkan persepsi kuno yang dimiliki orang asing. Karena pernah mengunjungi lebih dari 20 provinsi, postingannya akan selalu membuat kita penasaran. Luangkan waktu melihat postingannya tanggal 16 September 2021, di mana dia mengenang perjuangannya yang terpaksa meninggalkan negeri tercinta dan mengubur impiannya menjadi seorang jurnalis dan mengunjungi setiap sudut negeri Afganistan yang luas.

@unitednationshumanrights

Ya, akan selalu ada masalah yang terjadi di dunia. Baik secara adil atau tidak, berbagai kritik telah ditujukan pada PBB karena kelambanannya dalam bertindak akibat diplomasi dan konsensus dengan adanya ketegangan terselubung antar negara-negara Dewan Keamanan pemegang hak veto. Pun demikian, akun milik anak perusahaan PBB — Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia — ini tidak pernah membiarkan kita melupakan krisis kemanusiaan yang melanda dunia. Sebagai bagian dari umat Muslim global, ikhtisar makro ini membantu membentuk pemahaman kita tentang apa yang sedang terjadi di seluruh dunia dan alasan mengapa bantuan, dalam bentuk apa pun, sangat dibutuhkan.

@rescueorg

International Rescue Committee memberi bantuan pada mereka yang terjebak di zona konflik dan telah berada di Afganistan selama lebih dari tiga dekade. Pengalaman panjang seperti ini sangat penting dalam mengidentifikasi dan melahirkan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah mulai dari bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan perempuan dan anak-anak. Sebuah postingan tanggal 13 September 2021 membahas perjuangan sulit yang harus dilalui seorang pemuda Afganistan, Ali, yang akan segera bertemu kembali dengan saudaranya di Köln, Jerman.

Meski kita terus menerima arus media yang terus masuk, selain juga warga Afganistan dan badan internasional yang terus memosting di media sosial guna menyoroti krisis di Afganistan, bahaya masih terus mengintai. Tetap ada aturan tak tertulis dan penyensoran mandiri, terutama bagi mereka yang masih tinggal di Afganistan, karena kekhawatiran akan adanya imbas yang sangat mungkin menjadi masalah hidup dan mati. Bukan hanya bagi individu, tetapi juga keluarga mereka.

Sebagai bagian dari umat muslim global, Anda dan saya punya tanggung jawab melakukan peranan tidak hanya dalam mengedukasi diri tentang konflik berusia puluhan tahun, tetapi juga mencari cara-cara, baik besar dan kecil, untuk berkontribusi meringankan penderitaan orang lain. Kita dapat lanjut melihat postingan di IG atau bahkan menyimak feed/postingan IG dengan hashtag #DoNotTouchMyClothes dan mengklik tombol ‘like’ untuk menunjukkan dukungan dalam meningkatkan martabat wanita melalui pakaian tradisional dengan warna cerah, contohnya. 

Akan tetapi, kita mampu dan sepatutnya melakukan lebih. Mari sandingkan doa kita dengan kesadaran dan tindakan yang terus ditingkatkan, seperti mendonasikan sumber daya ke organisasi pilihan kita. Simak dukungan Muslim Pro untuk Dana Darurat Afganistan UNICEF dan berdonasilah hari ini, atau bahkan sekadar berbagi postingan/artikel ini dengan teman dan keluarga.

Karena Anda sudah membaca sejauh ini, jangan lupa juga ikuti @muslimproofficial (Muslim Pro) dan @unicefafghanistan di IG untuk bergabung dengan upaya kolektif untuk membantu perjuangan umat muslim global.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Diterjemahkan oleh: Nerly

Lahap Kata-kata Tertulis: Kebiasaan Membaca yang Sehat

Membaca adalah hal mendasar dalam mencari wawasan. Untungnya, kita tidak akan pernah kehabisan pilihan dalam hal buku. Pasar buku global diperkirakan tumbuh dari US$87,92 miliar pada tahun 2020 menjadi US$92,68 miliar pada tahun 2021. Angka ini diperkirakan akan mencapai US$124,2 miliar pada tahun 2025. Yang lebih mengesankan adalah bahwa sudah ada sekitar 1,5 juta judul buku baru yang diterbitkan di seluruh dunia, itu untuk tahun ini saja.

Mengunjungi perpustakaan setempat hingga menjelajahi berbagai toko buku pilihan kita untuk melakukan pembelian yang cermat, mengunduh e-book di internet dengan hanya sekali klik, atau bahkan menebar kebaikan dengan menghadiahkan atau meminjamkan buku favorit kita kepada teman tersayang atau kolega; ada banyak cara dan motivasi untuk mendapatkan buku yang kita minati.

Salah satu pertimbangan pokok yang perlu diingat, sebagai seorang Muslim global di dunia yang terus berkembang saat ini, adalah niat. Ketika kita menggali lebih dalam untuk memperluas pengetahuan agama kita, khususnya tauhid, yakni Keesaan Tuhan, di samping pembelajaran umum, kita tidak hanya mengasumsikan iman tetapi secara aktif mencari pengajaran untuk benar-benar memahami dan menopang kesalehan spiritual sambil memperluas pikiran kita. Seperti yang dicontohkan melalui ayat berikut:

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana. [QS. Ali ‘Imran 3:18]

Dengan pemikiran yang jernih sebagai landasan kita, mari kita telusuri beberapa kebiasaan membaca yang sehat yang dapat dengan mudah kita terapkan sehari-hari di dalam dan di luar bidang ilmu agama.

Sebuah Buku di Balik Sampulnya

Pertama-tama, mari kita bahas masalah yang umum terjadi, banyak yang akan mengeluh tentang dua hal utama. Pertama, ketidaktertarikan membaca buku apa pun. Kedua, kurangnya waktu. Jangan terintimidasi oleh judul atau sampul buku yang bertele-tele (atau kurang menarik perhatian). Ungkapan ‘jangan menilai buku dari sampulnya’ berlaku di sini, secara harfiah. Berikan buku itu kesempatan untuk dibaca dan yang lebih penting, beri diri Anda kesempatan. Buku yang tidak mencolok dengan judul yang tidak menarik mungkin akan mengejutkan Anda. Anda mungkin belajar satu atau dua hal setelah membacanya.

Berikutnya, mulailah dari hal yang kecil. Anda tidak harus menyelesaikan membaca satu bab atau seluruh buku dalam 24 jam. Meskipun baik untuk mendisiplinkan diri dan menetapkan tujuan, kita perlu menghindari kegagalan atau kebosanan sejak awal. Sebaliknya, mulailah dengan satu atau dua halaman setiap hari. Anda tidak wajib menyelesaikan membacanya jika memang tidak sesuai dengan selera Anda. Setidaknya Anda mencoba. Berbanggalah dengan upaya Anda, rekomendasikan buku itu kepada orang lain, lalu pilih buku lain untuk Anda sendiri.

Hanya masalah waktu sebelum Anda menemukan buku yang akan mengubah hidup Anda.

Metode Makro ke Mikro

Selanjutnya, buatlah daftar buku untuk membantu Anda mempersempit pencarian. Ini akan membantu Anda agar tidak merasa kewalahan dengan pilihan judul yang seperti tidak habis-habis untuk dipilih. Mulailah dengan berfokus pada minat Anda. Telusuri berdasarkan prinsip ini: makro ke mikro. Misalnya, topik yang Anda minati mungkin sejarah (aspek makro); gali sedikit lebih dalam dengan melihat geografi (aspek mikro) dan, mungkin, area fokus Anda bisa jadi sejarah Bali karena Anda telah mengunjungi pulau itu sebelum pandemi. Perluas dan navigasikan penelusuran Anda dengan mudah dengan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi. 

Berbuat Baik Melalui Kebiasaan Membaca

Alih-alih membeli dari keranjang belanja online Anda yang penuh dengan buku yang akan dikirim dalam lima hingga tujuh hari, mengapa tidak mengunjungi toko buku bekas atau mendukung perusahaan online yang menjual buku-buku sumbangan untuk mendukung gerakan amal atau usaha sosial untuk meningkatkan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung? Apa yang kita capai dengan melakukan ini? Kita melakukan perbuatan baik dengan membantu tujuan amal yang membantu orang lain yang membutuhkan. Kedua, kita menunjukkan semangat go green dalam mendukung penghijauan lingkungan dengan menghargai buku-buku yang masih dalam kondisi baik daripada membiarkan buku-buku itu memenuhi tempat pembuangan sampah. Ketiga, kita mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang lebih rendah. Ini akan memberi kita kesempatan untuk menyalurkan dana ekstra untuk tujuan lain, jika kita mau.

Prioritaskan Diri Anda! 

Temukan tempat yang tenang, jauh dari televisi dan perangkat seluler (kecuali jika Anda sedang membaca buku digital!). Singkirkan godaan lain seperti cemilan berat yang berpotensi mengganggu konsentrasi. Jangan pernah meremehkan pentingnya suasana dalam menciptakan suasana hati yang tepat untuk membaca tanpa gangguan dan menciptakan pengalaman menyenangkan yang layak diulangi. Perhatikan postur. Pastikan posisi punggung belakang Anda nyaman guna menghindari sakit leher dan punggung karena posisi yang salah.

Terlibat Secara Online

Ketika Anda akhirnya melewati garis finis, jangan sepenuhnya melepaskan diri dari buku. Bicarakan, tulis, dan bagikan di akun media sosial Anda. Ini menciptakan peluang besar untuk mendapatkan teman baru secara online berdasarkan minat yang sama atau buku yang dibaca. Ini bahkan mungkin mengarah pada memiliki mitra membaca jika bergabung dengan klub buku mungkin terdengar terlalu kuno bagi Anda.

Tidak ada langkah tetap yang harus diikuti untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang sehat. Semuanya tergantung pada Anda untuk memutuskan pilihan terbaik untuk diri sendiri dan berbagi wawasan dengan orang lain. Pilihan ada di tangan Anda.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Quran di Tangan Kita: Memahami Sejarahnya

Al-Qur’an telah dan akan terus menjadi bagian dari keseharian kita hingga akhir hayat kita di dunia. Kitab suci yang berperan penting dalam hidup kita ini dapat selalu diakses dalam bentuk fisiknya. Kemajuan teknologi telah memperluas aksesibilitas kepadanya bagi semua orang dan siapa pun yang memiliki sambungan internet.

Karenanya, baik secara sadar maupun tidak, sudah lama kita tidak mensyukuri apa yang kita miliki. 114 surat yang dapat mudah kita akses melalui ponsel di aplikasi kami, seperti Muslim Pro, tidak tiba-tiba hadir secara instan begitu saja. Dibutuhkan proses panjang; sebuah upaya kolektif para umat dari generasi lain yang bertekad memberi kita, lebih dari 1,5 miliar rakyat Muslim dari umat global saat ini, agar dikaruniai anugerah ini.

Hanya saja, ada berapa banyak dari kita yang mampu menghafalnya untuk salat setiap hari?

Di sinilah pemahaman dan pembelajaran sejarah dapat membantu mencerahkan dan memperdalam pemahaman kita yang akan semakin memperkuat kecintaan kita pada Al-Qur’an.

Wahyu pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ di tahun 610 M. Bagaimana Nabi kita tercinta kemudian mampu melanjutkan dakwahnya, sesuai firman Allah SWT, sampai sepeninggalnya tahun 632 M jika tanpa kitab suci yang biasa kita gunakan saat ini? 

Yang harus kita pahami adalah, bahwa konteks sejarah yang menjadi kunci untuk mengatasi komplikasi dalam upaya penyusunan kitab suci Al-Qur’an. Di masa itu, masih jarang orang yang mampu membaca. Karena itu mereka merekam dengan cara menghafalnya, yang mana berakar dari tradisi oral yang lantas menyebar luas. Pun demikian, terdapat variasi manuskrip surat dari waktu ke waktu yang ditulis di berbagai materi, mulai dari lembaran kulit sampai daun lontar.

Kemudian, Khalifah Abu Bakar RA memegang peranan penting dalam memprakarsai upaya penyusunan kitab suci Al-Qur’an. Kala itu 70 orang penghafal Al-Qur’an telah gugur di Pertempuran Yamamah, di situlah baru terasa pentingnya melakukan pembukuan. Mulai dari pengumpulan potongan ayat-ayat yang tertulis sampai hafalan ayat-ayat Al-Qur’an oleh para sahabat, dimulailah proses panjang dan sukar, tapi sangat diperlukan – untuk verifikasi di mana terdapat isu-isu seperti dialek dan ejaan – dalam prosesnya.

Dengan pertimbangan untuk kebaikan di masa mendatang, salinan-salinan lama lantas dihancurkan; ini bertujuan mencegah konflik yang dapat timbul dari perdebatan. Kemudian sekitar tahun 650 M, Khalifah Utsman mengirimkan versi resmi kitab suci ke berbagai kota untuk disalin. Demikianlah, generasi mendatang hingga hari ini dapat hidup sesuai dengan firman Allah, yang secara tidak langsung merupakan hasil upaya para umat Muslim di masa silam.

Jangan sia-siakan waktu berharga dan mulailah lebih menghargai dan secara aktif memastikan Al-Qur’an terus menjadi cahaya dan berkah dalam hidup kita.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

5 Wanita Muslim yang Menjadi Pionir dan Berpengaruh dalam Sejarah Islam

Orang-orang mungkin tahu tentang kisah wanita Muslim modern yang menginspirasi. Ada banyak nama perempuan Muslim yang berperan penting dalam menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik dengan kontribusi mereka di bidang seni, sains, olahraga, maupun politik.

Beberapa nama berikut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mereka adalah sosok pemimpin wanita Muslim, Benazir Bhutto yang merupakan wanita pertama di Pakistan yang memimpin partai politik dan menjadi perdana menteri pertama Pakistan; Kemudian ada Halimah Yacob, Ia merupakan presiden wanita pertama Singapura, Selain itu ada juga Megawati Sukarnoputri, presiden wanita pertama Indonesia. Kita juga memiliki wanita Muslim berbakat yang berkecimpung dalam dunia olahraga dan membuat sejarah melalui kerja keras, tekad dan ketekunan mereka, seperti Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebing tercepat dari Indonesia; Sarah Attar, atlet lari dari Arab Saudi; dan Stephanie Kurlow dari Australia sebagai balerina berhijab pertama di dunia.

Sama halnya pada zaman kehidupan Nabi Muhammad ﷺ terdapat banyak wanita dalam periode awal Islam yang juga memegang peranan penting dalam berbagai bidang kepemimpinan. Berikut ini adalah kisah singkat dari beberapa wanita ini — wanita paling menginspirasi dari sejarah Islam dengan pengorbanan, cinta, iman, pengabdian dan kecerdasan mereka, serta memiliki kontribusi besar terhadap sejarah perkembangan Islam.

Khadijah binti Khuwaylid

Lahir pada tahun 555 M, Khadijah binti al-Khuwaylid adalah istri pertama Nabi Muhammad ﷺ, wanita pertama yang percaya dan langsung memeluk agama Islam, juga dikenal sebagai “Ummu Mukminin.” Khadijah dikenal sebagai wanita yang kuat dalam memperjuangkan hak-haknya sendiri dan ia dapat menjadi contoh yang bagus untuk dijadikan teladan akan kekuatan dan rasa hormat yang diberikan kepada wanita Muslim. Dia lahir dari seorang ayah yang merupakan seorang pedagang sukses dan dia mewarisi keterampilan ayahnya dalam berbisnis yang mana dalam sejarah masyarakat pada saat itu perdagangan didominasi oleh laki-laki dan sangat beresiko. Setelah kematian ayahnya, ia mengambil alih bisnis dan memperdagangkan barang melalui pusat-pusat perdagangan utama pada waktu itu. Menurut film dokumenter The Life of Muhammad, Khadijah dikenal karena mematahkan stereotip masyarakat di era itu, 1.400 tahun yang lalu, karena dialah yang terlebih dahulu melamar Nabi. Hingga saat ini, ia tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dan menginspirasi dalam sejarah Islam.

Aisyah binti Abu Bakar 

Aisyah dikenal sebagai istri Nabi Muhammad yang usianya paling muda dan ia juga dikenal sebagai pakar ilmu karena menjadi perawi hadist. Dia juga memainkan peran utama dalam politik pada masanya. Aisyah memimpin sebuah pasukan dalam Perang Unta pada tahun 656 M. Setelah kekalahan ini di medan perang, Aisyah menarik diri ke rumahnya. Dia mulai menerjemahkan dan meriwayatkan hadits dan menyebarkan kata Islam. Aisyah diketahui telah meriwayatkan 2.210 hadits tentang berbagai topik termasuk tentang warisan dan haji. Setelah kematian Nabi, relevansinya dalam komunitas Islam meningkat berlipat ganda.

Sumayyah binti Khayyat

Sumayyah tetap menjadi salah satu contoh yang paling menginspirasi walaupun kisahnya agak tragis namun keteguhannya menjadikan ia sebagai salah satu wanita berpengaruh dalam sejarah Islam. Dia dikenal sebagai syahidah pertama Islam dan merupakan salah satu orang pertama yang secara terbuka menentang para pemimpin Quraisy saat itu. Kisahnya bermula saat ia terlahir sebagai budak tetapi dibebaskan di kemudian hari, Sumayyah menikah dengan Yasir Ibn Amir dan merupakan salah satu keluarga pertama yang masuk Islam. Suku Quraisy terkemuka saat itu menculik dan menyiksa Summayah dan memaksanya untuk meninggalkan keyakinannya pada Islam dan menentang Nabi Muhammad ﷺ, tetapi Sumayyah menolak untuk mundur dalam menghadapi tirani dan ketidakadilan. Dia tidak ingin mengingkari keyakinannya terhadap Islam. Karena pengabdiannya kepada Allah dengan mempertahankan status keislamannya, dia kemudian dibunuh oleh Abu Jahal, seorang pemimpin Mekah dan Quraisy kala itu.

Nusaybah binti Ka’ab

Nusaybah binti Ka’ab Al Maziniyyah adalah termasuk salah seorang yang memeluk Islam pada masa awal turunnya wahyu. Dia percaya bahwa seorang wanita memiliki tugas yang sama dalam membela agama selayaknya seorang pria. Nusaybah mendapatkan reputasi sebagai wanita paling terkemuka yang ambil bagian dalam Perang Uhud. Partisipasinya dalam peperangan tidak berakhir sampai disitu. Dia hadir pada beberapa kesempatan, termasuk Perjanjian Aqabah, Hudaybiyah, serta perang Khaybar, dan Hunayn. Abu Bakar Al Siddiq serta Umar bin Al-Khattab pun memuji perjuangan dan keberaniannya. Di bawah kepemimpinan Abu Bakar, Nusaybah bertempur dengan gemilang di Al-Yamamah dan mengalami banyak luka dan juga kehilangan tangannya! Kisah perjuangan Nusaybah sangat menginspirasi dan darinya kita dapat belajar tentang keberanian yang juga diimbangi dengan keteguhan iman.

Khawlah Bint Al-Azwar

Khawlah adalah putri salah satu kepala suku Bani Asad yang juga merupakan sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Keluarganya termasuk golongan yang pertama masuk Islam. Ayah Khawlah, Al-Azwar, melatihnya dalam semua seni ilmu pedang dan dia menjadi ksatria yang sempurna. Tidak heran jika Khawlah digambarkan sebagai salah satu pejuang wanita terhebat dalam sejarah dan pernah dibandingkan dengan Khalid Bin Walid oleh lawan di medan perang. Khawlah menjadi legenda selama hidupnya dan tetap menjadi legenda sampai hari ini. Dia memberi contoh kepada pria dan wanita bahwa seseorang harus berjuang untuk apa yang mereka yakini.

Peninggalan kisah dan pengabdian para wanita Muslim ini terus menginspirasi dan menyentuh hati dan kehidupan umat Islam. Teladan yang mereka tinggalkan untuk umat manusia tetap abadi hingga saat ini.

Ditulis oleh: Hessy Trishandiani

Menavigasi Kesehatan Mental Sebagai Seorang Muslim

Kita telah melalui begitu banyak kesulitan selama hampir dua tahun sejak munculnya wabah yang mendunia yang bahkan hingga kini masih berlangsung – Covid-19. Ketika langkah pemulihan terus digalakan dengan dibukanya kembali aturan perbatasan fisik secara bertahap, namun bukan berarti kita terlepas dari rasa tertekan dari segi emosional karena harus menghadapi situasi pandemi ini.

Satu kekhawatiran utama yang tidak seorang pun dari kita luput dari perasaan ini yaitu timbulnya “kelelahan akibat pandemi”. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelelahan pandemi mengacu pada “orang-orang … merasa kehilangan motivasi untuk mengikuti perilaku dan kebiasaan yang baru untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus.” Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental di mana kita terus-menerus berjuang melawan perasaan dan emosi negatif yang dapat dengan mudah menguasai kita. Perasaan ini juga yang berpotensi menyeret kita dalam gelombang kegelapan dan depresi, jika kita tidak tetap waspada terhadapnya.

Kembali ke Dasar

Kita seorah ditarik ke berbagai arah berdasarkan peran dan tanggung jawab keluarga dan sosial yang kita miliki. Sebelum kita mampu menjaga orang lain sepenuhnya, kita perlu memastikan bahwa kita baik-baik saja. Mulailah dari yang kecil, dengan memperhatikan kebiasaan kita sehari-hari.

Ikuti kebiasaan diet seimbang. Berolahraga secara teratur. Dapatkan tidur yang cukup. Pernah mendengar semua petuah sebelumnya? Sebagai seorang Muslim, kita mungkin juga mendengar nasihat lainnya, walaupun kebanyakan tanpa kita ketahui/mengerti alasan di baliknya seperti: Berwudhu sebelum tidur, terutama ketika kita susah tidur dan dianjurkan tidur menghadap ke kanan.

Nasihat tersebut bermula dari teladan kebiasaan tidur Nabi Muhammad ﷺ Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bara’ bin `Azib:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu, aku memohon ampunan-Mu dan auk bertaubat kepada-Mu, aku Beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kupada Nabi yang Engkau utus.”

[Sahih Bukhari, no. 247]

Sempurnakan rutinitas sebelum tidur dengan doa-doa berikut – Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Seperti yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Rasulullah SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, Beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya serta bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” (HR. Muslim)

Mari Bicara Tentang Diri Sendiri

Ini adalah langkah pertama untuk memelihara pikiran yang sehat. Bicaralah dengan teman, tulis di buku harian Anda atau bagikan kisah inspiratif Anda di sosial media. Lepaskan semua beban dengan mengutarakan “unek-unek” yang ada dalam pikiran Anda. Biasanya langkah pertama adalah yang paling sulit untuk memulai, namun percayalah proses itu sangat berharga. Bantulah diri kita sendiri dengan mengangkat sebagian beban emosional dari pundak kita yang telah menguras emosi dan kekuatan fisik yang dipendam begitu lama.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah diidentifikasi WHO sebagai salah satu strategi utama dalam memerangi kelelahan akibat pandemi: Mengakui dan mengatasi kesulitan. Temukan kelompok yang mendukung pengembangan diri Anda di komunitas lingkungan sekitar Anda. Kita perlu menyadari bahwa apa yang kita alami bisa jadi sangat unik bagi setiap individu; namun, pengalaman seperti itu mungkin juga dimiliki oleh orang lain secara global yang melintasi batas-batas fisik dan budaya.

Validasi perasaan kita dan ambil langkah untuk menyembuhkan diri sendiri secara emosional. Dapatkan bantuan medis profesional, jika perlu. Kemudian perhatikan nilai positiva pada Komunitas yang menjadi “support system” untuk Anda.

Kontekstualisasikan Berkah yang Anda Rasa


Finlandia, sekali lagi, muncul sebagai negara paling bahagia di dunia. Salah satu cara ilmuwan sosial mengukur konsep kebahagiaan yang sulit dipahami adalah dengan mempelajari dukungan sosial yang berdampak pada risiko kesehatan mental berdasarkan cara pemerintah merespons krisis, khususnya saat pandemi. Salah satu alasan yang mendorong Finlandia naik sebagai Negara paling bahagia ditengah pandemi ini adalah “tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap cara penanganan pandemi COVID-19.”

Namun, ini tidak berarti bahwa setiap orang Finlandia melewatkan aktivitas mengunjungi Taman Nasional Oulanka di Kuusamo, guna menghindari depresi, misalnya. Selain sistem pendukung pemerintahan yang nyata tersebut, muncul pendapat lain yang berpendapat bahwa “seseorang harus mengalami kehidupan yang bermakna” agar benar-benar bahagia.

Kebahagiaan berakar pada kehidupan seseorang yang bermakna. Rumit? Ya. Sebuah prioritas? Ya. Dapat dicapai? Sangat memungkinkan!

Sebagai bagian dari Muslim dunia, kehadiran dan nilai dari diri kita biasanya saling terkait dengan identitas diri. Alhamdulillah, kita berkembang dalam lingkungan yang memberikan peluang untuk tumbuhan dan berkembang, tidak hanya untuk teman dan keluarga, tetapi diri kita sendiri. Temukan gairah semangat itu dan ikuti. Baik itu kesukarelaan menjadi volunteer, melukis atau belajar lebih banyak tentang Islam; tidak ada hal yang terlalu sepele jika itu bisa membuat Anda tersenyum, membawa lebih banyak kebahagiaan untuk Anda, menyegarkan jiwa dan membantu menemukan keseimbangan hidup yang tepat untuk Anda.

Kesehatan mental adalah sesuatu yang perlu kita pelihara secara terus-menerus dan jangan biarkan diri kita sendiri, dan orang lain (psst! bagikan artikel ini dengan orang lain dan ajak mereka untuk melakukan hal yang sama), tersapu oleh rutinitas kehidupan sehari-hari yang monoton. Kita berhak mendapatkan kebahagiaan melalui ketenangan pikiran agar emosi kita tetap stabil.

Ditulis oleh: Helmy Sa’at

Diterjemahkan oleh: Nerly

Bagaimana Seekor Unta Mengajari Saya tentang Cara Mengatasi Kegelisahan

Saya memiliki cemas akan sesuatu. Saya selalu hidup dengan bayang-bayang kecemasan tersebut dan terus merasakannya dalam beberapa waktu belakangan ini. Saya pikir mungkin hal itu berasal dari proses pengenalan jati diri saya sewaktu kecil di mana saya mengalami perasaan rendah diri dan merasa tidak mampu melakukan banyak hal secara terus-menerus.

Tumbuh besar di Kota Meritocratic Singapura

Saya dibesarkan di Singapura — ya, rumah bagi ‘Crazy Rich Asians’. Negara yang juga merupakan rumah bagi ribuan anak yang menghabiskan banyak waktu di sekolah, diikuti dengan pelajaran tambahan seperti kelas piano atau biola, karate atau renang dan juga kelas ekstrakurikuler lainnya di malam hari. Tambahan lain mungkin, mengasah kemampuan beragam bahasa juga.

Untungnya atau sayangnya, saya tidak perlu melakukan semua itu karena saya berasal dari keluarga menengah ke bawah. Kami tidak mampu mendapatkan semua fasilitas tersebut. Kenyataan ini berarti situasi dan kondisi saya berada jauh di belakang anak-anak lain yang tumbuh di keluarga yang mampu dan mereka berkembang begitu pesat di usia belasan tahun, dan pastinya memiliki potensial lebih besar untuk dapat belajar mengejar gelar Sarjana.

Perfeksionisme dan Kegagalan

Saya juga seorang siswa rata-rata. Saya pandai dalam banyak mata pelajaran di sekolah, terutama dalam pelajaran sosial tetapi saya sangat buruk dalam matematika, fisika dan pelajaran sains lainnya.

Meskipun mengetahui kekuatan dan kelemahan saya di usia yang begitu muda, saya tidak pernah membiarkan diri saya menjadi korban dari keadaan saya. Saya berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal. Meyakinkan diri untuk percaya bahwa saya dapat mencapai apa pun yang dilakukan orang lain.

Dan sampai batas tertentu, saya dapat melakukannya. Tetapi kadang hal-hal seperti itu jugalah yang menjadi kelemahan saya dan sumber kecemasan saya.

Cukup banyak list pencapaian yang saya tergetkan, saya dituntun untuk percaya bahwa saya bisa melakukan segala hal. Tetapi sebagai manusia, kita pasti akan menemui titik terbawah dalam hidup dan merasa gagal dalam menghadapi proses kehidupan.

Sayangnya, karena cara saya mengondisikan diri ini selama bertahun-tahun tidak siap untuk menangani kegagalan dan itu berdampak buruk pada kesehatan mental saya. Saya selalu ingin mengendalikan banyak hal dan ketika saya tidak mampu, saya berkutat dengan diri sendiri dalam keadaan cemas, menyalahkan diri sampai terlalu banyak berpikir dan meragukan diri sendiri.

Ikat Unta Anda

Baru-baru ini, saya menghadiri seminar tentang kesehatan mental dan kebugaran yang ditujukan untuk para profesional Muslim di Singapura. Ustadzah yang menjadi pembicara di seminar itu menjelaskan bagaimana umat Islam dapat menyadari manfaat sunnah dan hadits Nabi Muhammad ﷺ untuk membantu membimbing kita menjadi yang terbaik yang kita bisa sambil menjaga kesehatan mental kita.

Salah satu yang paling berkesan yang Ustadzah itu sampaikan dan itu sangat menyentuh saya adalah konsep tawakkal (bergantung pada Allah) dan bagaimana hal itu berbeda dari tamanni (harapan).

Di layar, dia memasang gambar besar unta yang diikat ke tiang. Dia kemudian membagikan sebuah hadits yang sederhana namun sangat menyentuh. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, hadits tersebut menguraikan kisah seorang pria Badui yang meninggalkan unta tanpa mengikatnya.

Rasulullah bertanya, ”Mengapa unta itu tidak diikat?”

Lelaki itu menjawab, ”Saya lepaskan unta itu karena saya percaya pada perlindungan Allah SWT.”

Kemudian Rasulullah menegurnya secara bijaksana, ”Ikatlah unta itu, sesudah itu barulah kamu bertawakal.” 

Dalam kesederhanaannya, saya menemukan bahwa mengatasi kecemasan saya bukanlah tentang melepaskan kendali tetapi lebih pada keseimbangan antara mempercayai diri sendiri dan mempercayai Allah beserta rencana-Nya.

Percaya Diri dan Percaya Rencana-Nya

Percaya kepada Allah adalah tawakal. Itu adalah inti dari iman kita. Bahkan atas nama agama kita, ‘Islam’ berarti penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal ini dapat ditemukan dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an juga.

 وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

[QS. At-Talaq 65:3]

Dalam hadits tentang mengikat unta, Nabi kita tercinta Muhammad ﷺ mengajarkan kita pelajaran yang sangat penting — pelajaran yang sederhana namun sering diabaikan.

Melakukan uji kelayakan dan bekerja di dunia ini tidak berarti meniadakan tawakal kita terhadap rencana Allah. Arti sebenarnya dari tawakkul adalah tentang memberikan yang terbaik dalam segala hal yang kita lakukan dan kemudian menyerahkan sisanya kepada Allah. Kita menaruh kepercayaan kepada-Nya bahwa Dia akan mengurus sisanya yang tidak berada dalam kendali tangan kita.

Dan dalam kebijaksanaan itu, jika sesuatu yang buruk terjadi dan tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita masih dapat menemukan penghibur dan kedamaian dengan mengetahui bahwa kita telah melakukan yang terbaik. Sisanya terserah qadr (ketetapan) Allah.

Kembali ke pertanyaan awal: melakukan yang terbaik atau percaya kepada Allah? jawabannya adalah cukup ganti ‘atau’ dengan ‘dan’.

Lakukan yang terbaik dan percaya pada Allah. Ikat unta dan biarkan Dia melakukan sisanya.

Dan Allah lebih mengetahui apa yang tidak ketahui.

Ditulis oleh: Abdullah Zaidani

Salaam, Kami Tim Engineering Muslim Pro!

Seri ‘Salaam…’ ini bertujuan untuk memperkenalkan anggota tim Muslim Pro kepada lebih dari 100 juta pengguna Muslim Pro. Kenali apa yang kami lakukan, seperti apa kami dan bagaimana kami bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Apa yang Sebenarnya Kami Lakukan di Muslim Pro?

Kami bertanggung jawab untuk mengembangkan infrastruktur dalam cloud, aplikasi seluler, dan website Muslim Pro. Sebagai sebuah tim, kami secara kolektif memelihara dan mengarahkan tim kami yang sangat fungsional ini untuk memenuhi kebutuhan berbagai stakeholders di perusahaan.

Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Bagian dari Tim Kami?

Jika Anda suka memecahkan masalah, menyukai pemrograman, suka membuat perangkat lunak, siap menghadapi tantangan baru; maka Anda dianjurkan untuk bergabung dengan Muslim Pro.

InsyaAllah kami akan terus berkembang dan selalu mencari talenta baru untuk bergabung dengan tim dinamis kami ini.

Ceritakan Pada Kami Bagaimana Keseharian Anda di Tempat Kerja Bersama dengan Tim Anda?

Biasanya, kami memulai hari dengan diskusi informal membahas apa yang telah kami capai pada periode sebelumnya, ataupun progress apa yang kami rencanakan untuk hari tersebut. Kami juga saling membantu satu sama lain dalam diskusi ini, jika diperlukan. Setelah itu, kami beralih ke tugas harian kami masing-masing, berkutat dengan coding, mendiskusikan keperluan dengan para stakeholders bekerja dengan desainer grafik, dll. Terkadang, kami melakukan brainstorming dengan internal tim untuk memecahkan masalah kompleks yang mungkin muncul selama proses coding.

“Bagian terbaik dari pekerjaan saya sebagai Engineer Muslim Pro adalah kontribusi saya agar aplikasi ini memiliki dampak positif dalam kehidupan untuk lebih dari seratus juta Muslim si seluruh dunia. Dan juga, saya senang melihat keluarga & teman-teman saya menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan religi mereka sehari-hari.”

A M Masudul Haque
Head of Platform Engineering

Tiga kata sifat untuk menggambarkan tim.

Semangat penuh motivasi, cerdas dan kompeten.

Makan Sehat Seperti Nabi Muhammad ﷺ Selama Pandemi Ini

Dalam situasi COVID-19 yang masih menghantui dunia, banyak dari kita yang terjebak di rumah hampir sepanjang hari, bergulat antara pekerjaan dan tanggung jawab lainnya. Memikirkan menu makanan hari ini juga bisa menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari. Pun, kita mungkin tergoda untuk mengesampingkan makanan sehat ketika dihadapkan dengan kebutuhan yang lebih mendesak, mulai dari emosional hingga finansial.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan hal penting demi menjaga kesehatan fisik dan juga vital dalam mendukung kesehatan mental. Mengetahui bagaimana cara menyajikan makanan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan harian dapat membuat proses ini terasa lebih mudah. Bonusnya, kita juga dapat meningkatkan kesehatan untuk jangka panjang.

Ternyata, kebiasaan makan yang sehat juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ kita yang tercinta. Berikut daftar 5 makanan favorit Nabi beserta manfaatnya bagi kesehatan yang bisa kita pertimbangkan untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Kurma

Siapa yang tidak mengenal kurma? Buah lezat ini tumbuh dari pohon kurma (Phoenix dactylifera) dan berasal dari daerah Timur Tengah. Meskipun kurma mengandung gula alami yang cukup tinggi, buah ini juga mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan dalam kandungan makanan kita sehari-hari. Kurma kaya akan serat, Vitamin B-6 dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, mangan, dan tembaga. Sebuah studi dari International Journal of Clinical and Experimental Medicine menyatakan bahwa kurma juga menunjukkan peran dalam pencegahan penyakit dengan adanya kandungan anti-oksidan, anti-inflamasi, dan anti-bakteri.

Bicara tentang kurma, Nabi Muhammad ﷺ biasa mengkonsumsi tujuh kurma setiap hari dan menganjurkan kita untuk mengkonsumsinya juga.

Diriwayatkan oleh Sa’d, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barang siapa yang makan tujuh buah kurma Ajwa di pagi hari, pada hari tersebut orang itu tidak akan terkena racun dan juga sihir.” [Bukhari 5445]

Madu

Orang-orang telah menggunakan madu dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, madu berkualitas tinggi mengandung banyak antioksidan penting. Ini termasuk asam organik dan senyawa fenolik seperti flavonoid. Para ilmuwan percaya bahwa kombinasi senyawa ini menjadikan madu memiliki antioksidannya. Antioksidan telah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, beberapa jenis kanker, dan juga dapat meningkatkan kesehatan mata.

Nabi biasa minum segelas air yang dicampur dengan madu setiap pagi. Seperti yang dia katakan dalam sebuah hadits,

“Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, minum madu, bekam, dan kay (sundutan api). Aku melarang umatku berobat dengan kay.” [Bukhari 5681]

Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah minyak alami yang diekstrak dari buah zaitun yang berasal dari pohon zaitun. Para ahli sepakat bahwa minyak zaitun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terutama minyak zaitun extra virgin yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung. Selain itu juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, melindungi dari kolesterol “jahat” LDL (low-density lipoprotein), partikel dari oksidasi meningkatkan fungsi pembuluh darah. Kabar baik lainnya juga adslah minyak ini tidak menyebabkan penambahan berat badan jika Anda menggunakannya untuk memasak. Dalam penelitian selama 30 bulan pada lebih dari 7.000 mahasiswa Spanyol, mengonsumsi banyak minyak zaitun tidak dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Zaitun juga merupakan salah satu makanan favorit Nabi Muhammad ﷺ. Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Makanlah minyak zaitun dan pijatlah di atas tubuh Anda karena ini adalah pohon suci (mubarak)” [Ibnu Majah 3319]

Susu

Penelitian baru dari University of South Australia menilai biomarker genetik di antara lebih dari 400.000 orang. Studi ini menemukan bahwa konsumsi susu yang lebih tinggi dikaitkan dengan kolesterol darah, kadar lipid darah, dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Terlepas dari penelitian itu, orang yang memiliki pola makan kaya susu serta produk olahannya dapat mengurangi risiko kepadatan massa tulang yang rendah karena kondisi tulangnya kaya akan kalsium. Makanan dalam kelompok susu memberikan nutrisi penting, termasuk kalsium, kalium, vitamin D, dan protein.

Nabi Muhammad ﷺ juga suka mengonsumsi susu kambing dan unta. Susu juga bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan sesungguhnya bagimu dalam menggembalakan ternak itu ada pelajaran. Kami Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya. [QS, An-Nahl 16:66]

Barley

Barley adalah biji-bijian yang menjadi sereal utama dan merupakan salah satu biji-bijian pertama yang dibudidayakan, terutama di Eurasia sejak 10.000 tahun yang lalu. Menurut Journal of Food and Drug Analysis, studi epidemiologis secara konsisten menunjukkan bahwa konsumsi gandum secara teratur dapat mengurangi risiko pengembangan penyakit kronis. Selain itu juga dapat memerangi penyakit terkait nutrisi umum termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas. Nabi ternyata juga pernah mengonsumsi jelai dalam bentuk roti dan bubur.

“Rasulullah menemuiku bersama Ali. Ketika itu Ali sedang sakit dan belum sembuh total. Kami memiliki buah anggur yang tergantung. Kemudian Rasulullah memakannya. Ali pun bangkit untuk ikut makan. Tetapi Rasulullah melarangnya dan berkata kepada Ali, jangan, kau ini baru sembuh dari sakit.’ Ali pun berhenti dan tak jadi makan. Kemudian aku memasak gandum dan gula, lalu kubawa masakan itu menghadap Rasulullah. Beliau lalu bersabda, ‘Wahai Ali, makanlah ini, karena ini lebih bermanfaat bagimu.” [Ibn Majah 3442]

Makanan sehat ini tentunya tidak terbatas untuk dikonsumsi di masa pandemi saja. Kita dapat menjadikannya sebagai kebiasaan sehat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ dan merasakan manfaat dari segi kesehatan sambil mempraktikkan sunnah Nabi. Semoga Allah selalu melindungi dan memberkahi kita semua dengan kesehatan dan kebahagiaan. Aamiin.

Ditulis oleh: Hessy Trishandiani