Mengungkap Mitos Bulan Safar

Safar adalah salah satu bulan yang disebutkan oleh Allah (SWT) dalam Al-Qur’an:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ – ٣٦

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

QS. At-Taubah 9 : 36

Sejarah Bulan Safar

Pada zaman Jahiliyyah, Safar dianggap sebagai bulan yang sial atau membawa nasib buruk. Bahkan, takhayul atau kepercayaan semacam itu terus merasuk hingga kini di kalangan ummat islam di beberapa daerah.

Takhayul atau kepercayaan ini berasal dari keyakinan bahwa Allah (SWT) menurunkan bencana atau bala pada bulan safar, khususnya, pada hari Rabu terakhir setiap bulan. Ada juga orang yang percaya bahwa sebanyak 320.000 kemalangan telah ditakdirkan pada hari tersebut.

Amalan-amalan Mitos yang Tidak Ada Dasarnya Dalam Islam

Dari mitos bala bencana di Bulan Safar ini kemudian muncul beberapa amalan mitos yang pernah diajarkan oleh generasi sebelumnya tentang cara-cara untuk terhindar dari bala atau kemalangan di bulan Safar yang pastinya ini tidak ada dalilnya dalam Islam.

Salah satunya adalah takhayul Thiyarah, suatu bentuk ramalan berdasarkan seekor burung. Orang-orang Arab Jahiliyyah sebelum memulai aktivitasnya, mereka akan menerbangkan seekor burung dan memperhatikan arah terbangnya. Jika terbang ke kiri, mereka menganggap aktivitas yang akan mereka lakukan itu tidak akan menguntungkan sehingga mereka tidak akan melakukannya.

Satu lagi kepercayaan mitos melibatkan kemunculan seekor burung hantu dari kuburan korban-korban pembunuhan untuk melakukan balas dendam.

Beberapa hadits yang merujuk pada Safar, bagaimanapun, menentang keyakinan seperti itu:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda:

  لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَفِرَّ مِنْ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنْ الْأَسَدِ  

Artinya: Tidak ada ‘adwa, thiyarah, hamah, shafar, dan menjauhlah dari orang yang kena penyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa. 

(HR Bukhari dan Muslim)  

Mandi Safar

amalan lain yang menjadi tradisi mitos bulan Safar yang diwarisi generasi turun-temurun adalah mandi Safar.

Walaupun amalan mitos ini sudah lama diabaikan oleh masyarakat Islam pada umumnya, namun masih wujud segelintir golongan yang mempercayai dan mempraktikkannya.

Amalan mitos ini muncul atas kepercayaan bahwa Allah (SWT) menurunkan bala sepanjang bulan Safar, khususnya, pada hari Rabu terakhir. Maka itu, mandi Safar dijalankan pada hari Rabu terakhir dengan harapan dapat dihindari segala malapetaka disepanjang tahun. Sekali lagi ini hanya mitos amalan turun menurut dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasullullah.

Kesimpulan

Semua praktik ini sebenarnya salah tanpa dasar dalam Islam. Ini jelas berasal dari takhayul yang berasal dari zaman Jahiliyyah.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ – ٢٢

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

(Surat Al-Hadid:22)

Abdul Rahman Rahuni
Ustadz Abdul Rahman Rahuni. Penulis adalah lulusan Universitas Islam Madinah yang sedang menempuh pendidikan di bidang Syariah Islam. Saat ini beliau adalah dosen di Sekolah Menengah Ugama Islamiah, Tawau, Sabah.

Muharam: Bulan Suci dengan kehadiran Hari Asyura

Bulan Suci sebelum Islam Datangnya Islam

Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci, bersama dengan bulan Zulkaidah, Zulhijah dan Rajab. Bulan-bulan ini sudah ada di era pra-Islam (al jâhiliya), terdapat larangan untuk tidak saling berperang antara satu suku dengan suku lain. Ini adalah periode gencatan senjata agar para pedagang memungkinkan untuk menyeberangi gurun tanpa takut diserang oleh suku musuh serta untuk aktivitas lain yang memerlukan perjalanan lintas suku kala itu.

Islam Membawa Kabar gembira Berupa Banyaknya Kebaikan Bulan Suci Muharam

Islam adalah agama universal untuk semua umat dimuka bumi, dan pesan kenabian dari utusan terakhir (Nabi Muhammad) ditujukan ke seluruh dunia. Tetapi Allah memilih Nabi Muhammad dari kalangan orang Arab dan muncul di antara orang-orang Arab, dan lebih tepatnya dari suku Quraisy. Mereka akan menjadi orang pertama yang menerima pesan dan menyebarkan dakwah islam kepada orang-orang di seluruh dunia.

Allah yang Maha Kuasa, dalam kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas, menghendaki kebiasaan terdahulu sebelum kedatangan Islam di antaranya adalah bulan-bulan suci. Namun, dalam konteks Islam, bulan-bulan ini tidak lagi dianggap sebagai bulan-bulan di mana perang dilarang, tetapi bulan-bulan di mana pahala untuk perbuatan baik dilipat gandakan.

Sesungguhnya Allah telah memberikan, di tempat-tempat tertentu di bumi dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, suatu pahala tambahan bagi orang-orang yang beriman. Misalnya, salat di Masjidil Haram Mekkah lebih utama daripada 100.000 salat di tempat lain.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad)

Perbanyak Amal di Bulan Muharam

Dari empat bulan suci dalam kalender islam, saat ini kita sedang berada di salah satu bulan tersebut, yaitu bulan Muharram yang juga merupakan bulan pertama tahun Hijriah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan amal kebaikan kita.

Apalagi bulan ini memiliki hari istimewa, tanggal sepuluh bulan ini disebut hari Asyura. diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim berasal dari Ibnu Abbas yang mengisahkan keberadaan Nabi Muhammad saat di Madinah. Di mana penduduk Madinah yang beragama Yahudi berpuasa para hari Asyura. 

Salah satu dasar yang dipakai oleh Yahudi karena Nabi Musa puasa di hari itu sebagai ungkapan terima kasih karena Allah menenggelamkan Fira’un dan Musa beserta kaumnya selamat. Kemudian Nabi Muhammad bersabda: Kami lebih memiliki hak dan lebih memuliakan Nabi Musa daripada Anda. Maka Nabi berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura. 

Dianjurkan untuk Menjalankan Puasa Sunnah di Hari Asyura

Maka beliau memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada hari itu dan puasa ini adalah wajib sampai Allah menurunkan kewajiban puasa di bulan Ramadhan, kemudian menjadi sunnah.

Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda: “Puasa hari ‘Asyura’ itu; sesungguhnya Aku bermohon kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” (Riwayat: al-Tirmizi).

Puasa Asyura menghapus dosa satu tahun dengan satu hari puasa, begitulah rahmat Sang Pencipta yang memberikan kesempatan kepada kita untuk tidak dilewatkan!

Perkenalkan Ahmad, Sang Ahli Teknologi Kami

“Assalamu’alaikum” adalah seri terbaru kami yang memperkenalkan personel-personel dari tim Muslim Pro. Iman dan teknologi adalah dua tema umum yang selalu ada di dalam tim Muslim Pro. Kami terdiri dari beragam latar belakang dengan berbagai keunikan dari masing-masing individu. Yuk, cari tahu lebih banyak apa saja yang selama ini kami lakukan, seperti apa dan bagaimana cara kami bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Perkenalkan “Ahmad”. Ahmad adalah brand ambassador Muslim Pro yang nantinya bersama dengan Nour akan mengantarkan Anda agar dapat lebih dekat dengan tim kami. Ahmad mewakili divisi teknologi Muslim Pro yang akan selalu mendukung para pengguna Muslim Pro dalam perjalanan religi dan ibadah.

Assalamu’alaikum saudara-saudara Muslim yang dirahmati Allah. Salam kenal saya Ahmad, anggota baru dari keluarga Muslim Pro. Seperti Nour, walaupun belum lama bergabung, namun saya sangat antusias bekerja di sini karena saya dapat melakukan dua hal yang paling saya sukai yaitu: Islam dan Teknologi.

Saya tidak sabar untuk membagikan ide saya dengan tim Tech baru saya sehingga kami dapat meningkatkan cara mengintegrasikan iman dengan dunia digital untuk komunitas Muslim.

Berikut adalah lima fakta menarik tentang saya:

  • Saya tertarik dan rutin mengulik artikel tentang pola pikir kepemimpinan Pengetahuan adalah kekuatan di zaman sekarang ini dan saya ingin mempelajari pemikiran para pemimpin dalam berbagai bidang untuk mengetahui cara kerja berbagai hal serta mengikuti perkembangan terbaru di industri teknologi dan lainnya.
  • Film dokumenter sangat mengasyikkan
    Menonton film dokumenter membantu saya agar dapat lebih memahami dunia dan memberikan pandangan sekilas tentang realita kehidupan orang lain. Film juga merupakan pembuka percakapan yang menarik bagi saya saat mengobrol dengan teman atau kolega.
  • Olahraga lari dapat membantu saya menghilangkan stres
    Sebelum memulai hari yang panjang di tempat kerja, pagi hari saya keluar sebentar menghirup udara segar sambil berlari di taman. MasyaAllah, Alhamdulillah atas udara segar yang Allah berikan. Seperti dalam QS. Ar-Rahman yang berbunyi, “Nikmat mana lagi yang kamu dustakan.” Aktivitas di awal pagi ini memberi saya kesempatan untuk menghargai alam dan lingkungan sekitar.
  • Saya seorang penikmat kuliner
    Saya menyukai masakan istri dan ibu saya, namun saya juga suka mencoba berbagai jenis masakan baru dan selalu mencari tempat makan halal baru untuk dicoba.
  • Saya terbuka dengan apa pun life hack yang orang lain rekomendasikan
    Apa pun yang dapat membuat hidup saya lebih mudah dan lebih baik, saya menyukainya. Akhir-akhir ini fitur Tasbih di aplikasi Muslim Pro benar-benar sangat bermanfaat. Berzikir di perjalanan membuat waktu berjalan tak terasa dan saya dapat menetapkan target zikir dan mencapainya, juga terus memantau zikir, dan melakukan zikir harian di satu tempat. Luar biasa, bukan?

Itu saja dari saya untuk saat ini. Sampai jumpa lagi Insyaa Allah, stay safe semua!

Semoga Allah melindungi kita di mana pun kita berada.

Mulai Awal Baru di 1443H

Kita sekali lagi bertemu dengan kesempatan untuk merenungkan dan mengintrospeksi diri kita di tahun lalu. Kita juga dapat mulai memikirkan target-target pencapaian yang ingin dilakukan untuk tahun yang akan datang.

Kini kita telah sampai di bulan Muharam, bulan penuh berkah di mana pernah terjadi banyak peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Islam di masa lalu. Tentunya termasuk peristiwa hijrah Nabi Muhammad ﷺ dari Mekah ke Madinah yang kemudian menandakan awal yang baru dalam sejarah Islam.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari tema konten dua-bulanan kami, pada Agustus dan September ini kami ingin lebih mengeksplorasi tentang konsep Awal yang Baru. Suatu konsep memulai perjalan baru yang mengubah tidak hanya jiwa kita, tetapi juga identitas dan gaya hidup kita sebagai Muslim agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Di awal yang baru ini, dengan senang hati kami ingin memperkenalkan dua wajah baru yang akan mewakili Muslim Pro dan akan sering muncul dalam berbagai konten berikutnya. Perkenalkan Nour dan Ahmad! Mereka akan memandu Anda melalui perjalanan hijrah Anda di aplikasi Muslim Pro. Mulai dari berbagi kisah pribadi, hingga merekomendasikan konten terbaru yang akan membantu dalam perjalanan hijrah religi Anda.

Isi Jurnal Pencapaian Anda

Bagaimana cara untuk melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik selain dengan merenungkan keadaan saat ini dan keadaan yang ingin kita wujudkan? Biarkan panduan jurnal ini memandu Anda bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih baik di tahun 1443H. Yuk, tuliskan resolusi Anda dan tag kami di Facebook, Instagram, atau Twitter untuk berbagi apa yang ingin Anda capai di tahun baru Hijriah ini.

Unduh di sini

Perbanyak doa di bulan Muharam ini. Sebagai permulaan, inilah doa untuk akhir tahun dan tahun baru. Masih akan ada lebih banyak lagi konten menarik di Muslim Pro, jadi jangan lupa ikuti kami di media sosial untuk menjadi orang pertama yang mengetahui kapan konten baru tersedia untuk diunduh.

Facebook | Instagram | Twitter

Kini Azan Muzammil Gratis! Ini Cara Mengubah Pengaturan untuk Mendapatkan Azan Muzammil

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Siapa yang tidak mengenal sosok Muzammil Hasballah, seorang qari muda terkenal asal Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan kemampuan Qariahnya dia mendapatkan banyak pujian bahkan dari Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Adel Al Kabani kala itu.

Muzammil dengan ciri khas suaranya yang merdu, tidak hanya memukau saat melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, suaranya pun mengetarkan hati semua yang mendengarnya saat dia menggaungkan azan, seruan pertanda masuknya waktu salat.

Pada 2019, Muslim Pro mengajak Muzammil untuk berkolaborasi dan berkontribusi pada umat Muslim Indonesia dalam menyediakan pilihan suara azan di aplikasi Muslim Pro. Sebelumnya, hanya pengguna premium yang dapat mengaksesnya. Namun kini semua pengguna Muslim Pro di Indonesi bisa mendapatkan audio azan versi Muzammil secara gratis.

Berikut ini adalah cara untuk menyesuaikan pengaturan azan dalam aplikasi Muslim Pro :

  1. Buka Aplikasi Muslim Pro. Di halaman utama silahkan pilih ikon pengaturan (roda gigi di ujung kanan atas)
  2. Kemudian pilih “Notifikasi”
  3. Lalu pilih “Azan”
  4. Pilih waktu salat yang ingin Anda ubah suara azannya, misalnya pilih “Dzuhur”
  5. Anda akan melihat banyak pilihan azan, gulirkan layar Anda ke bawah.
  6. Klik pada tulisan “Adzan (Muzammil)”

Bagi Anda pengguna premium, InsyaAllah akan segera hadir pilihan azan baru eksklusif hanya untuk Anda!

Tunggu apalagi? Ubah pengaturan azan Muslim Pro Anda sekarang. Semoga Allah senantiasa memberkahi Sang Muazzin dan Anda yang mendengarkannya.

Perkenalkan Nour, Duta Kesayangan Kami dari Komunitas Muslim Pro

Kata “Assalamu’alaikum” menyapa sesama anggota tim Muslim Pro kami. Iman dan teknologi adalah dua tema umum dalam tim Muslim Pro. Selain daripada itu, kami terdiri dari beragam latar belakang dan memiliki keunikan masing-masing. Kenali apa yang kami lakukan, seperti apa dan bagaimana cara kami bekerja untuk aplikasi Muslim nomor 1 di dunia!

Sebelum memulainya, perkenalkan “Nour”, salah satu dari dua brand ambassador Muslim Pro. Nour mewujudkan semangat dan antusiasme komunitas dalam mendukung pengguna Muslim Pro di sepanjang perjalanan religi mereka.

Assalamu’alaikum teman-teman! Salam kenal, saya Nour. Senang akhirnya bisa menyapa kalian semua. Sejak bergabung di Muslim Pro beberapa minggu yang lalu, saya sangat bersemangat untuk mulai berkerja bersama komunitas Muslim dan berkenalan dengan semua penggemar dan pengikut Muslim Pro. Saya memiliki banyak hal menarik untuk dibagikan dengan Anda dan sudah tak sabar untuk membahas berbagai hal yang sedang kami persiapkan untuk Anda. Mari kita mulai saling mengenal.

Berikut adalah lima fakta menarik tentang saya:

  • Saya suka membaca! Pilihan yang saya pilih masih tetap buku fisik dalam bentuk cetakan (perasaan puas dan aroma buku yang bisa saya pegang ini sulit digantikan, namun saya mulai terpikir untuk membaca e-book juga). Semua jenis buku saya baca, mulai dari fiksi, nonfiksi, hingga puisi.
  • Menulis jurnal adalah cara saya agar dapat tetap teratur dalam menjalankan aktivitas. Saya menggunakannya untuk mencatat tugas harian, mencatat target jangka pendek dan jangka panjang, serta menuliskan ide-ide kreatif lainnya.
  • Kesehatan adalah hal yang penting bagi saya. Memperbaiki kesehatan fisik, mental, dan spiritual adalah sesuatu yang selalu saya utamakan dan usahakan.
  • Saya selalu siap untuk hal baru! Saya suka mencari tempat baru untuk dijelajahi -baik itu tempat populer maupun tempat di jalan yang terpencil sekalipun- dan bergaul dengan teman-teman,
  • Bahasa adalah penyesuaian diri saya. Saya fasih berbahasa Inggris, Melayu, Bahasa Indonesia, Arab, dan Prancis. Kemampuan ini sangat membantu saya ketika saya terhubung dengan komunitas dan dalam beraktivitas saat bekerja.

Saya ingin tahu tentang Anda dan dari mana Anda berasal. Yuk, tulis di kolom komentar di bawah, ya! Atau kalau hanya sekedar say hello pun juga boleh 🙂

Sunah di Bulan Muharam

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci yang memiliki makna spiritual yang besar. Sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah – menandai dimulainya tahun baru Islam.

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

(QS. At-Taubah 9:36)

Di bulan Muharam, amal baik dilipatgandakan dan perbuatan dosa akan mendapatkan lebih berat lagi. Kita dapat memanfaatkan bulan ini dengan melakukan sebanyak mungkin perbuatan baik untuk memaksimalkan pahala kita. Berikut beberapa amalan ibadah dan amalan yang mudah yang bisa kita lakukan selama bulan Muharam.

Puasa di hari Asyura

Di bulan Muharam, sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam). Abu Qatadah (ra) meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ditanya tentang puasa pada hari Asyura.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu”

(HR. Muslim)

 “Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan sholat malam merupakan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu.”

(HR. Muslim)

Selain puasa pada hari Asyura, kita dapat mengamalkan lebih banyak puasa sunnah seperti puasa pada hari Senin dan Kamis, atau pada tiga hari ayyamul bidh (13, 14, 15).

Bersyukur


Bersyukur adalah bentuk ibadah lain yang mudah dilakukan. Kita hanya perlu meluangkan waktu untuk memikirkan semua yang kita miliki dan mensyukurinya.

Tuliskan semua yang kita syukuri. Mungkin kesehatan, kekayaan, pekerjaan, keluarga, orang yang kita cintai, atau apa pun yang telah kita terima. Jangan kaget dengan berapa banyak daftarnya!

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. An-Nahl 16:18)

Mari kita hitung semua nikmat kita dan ucapkan Alhamdulillah.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

(QS. Ibrahim 14:7)

Perbanyak Amal Jariyah


Bulan Muharam dan hari Asyura khususnya, merupakan momen yang tepat untuk bersedekah. Selain pahala kita berlipat ganda, bersedekah menghapus dosa-dosa Anda dan juga menghalangi bencana.

Sejauh menyangkut amal umum, telah diriwayatkan dari Sahabat Sayyiduna Abdullah bin Amr bin al-As (ra) bahwa dia berkata,

“Barangsiapa yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura), maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang tahun. Dan barang siapa bersedekah pada hari ini, maka ia seperti sedekah setahun penuh.”

[Ditulis oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam bukunya Lata’if al-Ma’arif dari Abu Musa al-Madini]

Menghabiskan untuk Keluarga


Tahukah Anda bahwa pengeluaran untuk keluarga Anda pada hari ini membawa lebih banyak berkah? Sebenarnya, ada berkah besar yang bisa diraih sepanjang tahun bagi orang yang dermawan kepada keluarganya pada hari Asyura. Anda dapat membelanjakan lebih banyak untuk mereka dengan menyediakan lebih banyak makanan dan barang hadiah lainnya pada hari tersebut dibandingkan dengan hari-hari lainnya.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang dermawan menafkahkan keluarganya pada tanggal 10 Muharam (hari Asyura), Allah akan bermurah hati kepadanya sepanjang tahun.”

[Tabarani dan Al-Bayhaqi]

Simbolisme Ibadah Haji [Bagian 1]

Ibadah Haji adalah salah satu dari 5 rukun Islam, merupakan ibadah yang sangat penting bagi setiap Muslim.

Sejarah zaman Nabi Ibrahim (AS) memerangi kebiasaan penyembahan berhala. Agamanya adalah Islam dan dia adalah orang pertama yang menyebut kami “Muslim”.

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

QS. Al-Hajj 22 : 78

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.

QS. Ali ‘Imran 3 : 67-68

Nabi Ibrahim dengan putranya Nabi Ismail (AS) membangun Kabah, tempat yang didedikasikan untuk umat Muslim menyembah Allah yang Maha Esa,

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

QS. Al-Baqarah 2 : 127

Kabah melambangkan keesaan Allah, di mana seluruh kehidupan orang beriman berputar, sama seperti orang beriman berputar mengelilingi Kabah, yang disebut sebagai Tawaf.

Pelaksanaan ibadah haji penuh dengan simbolisme, yang memungkinkan terwujudnya perasaan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Sama seperti orang yang memuja bendera negaranya, nilainya bukan pada kain yang dibuat, tetapi pada simbolisme yang dikandungnya.

Dengan cara yang sama, Kabah adalah sebuah bangunan yang terbuat dari batu yang tidak dapat membahayakan dan juga tidak bermanfaat, tetapi merupakan simbol Tauhid, keesaan Allah, di bumi Mekkah.


———————————————————————————————————————————-

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, seorang imam Prancis yang juga bergabung menjadi tim penasihat syariah di Muslim Pro, telah mengabdikan waktunya untuk belajar dan memperkaya sesama umat Muslim dengan pengetahuan ilmu Islam sejak ia memeluk islam pada 1999. Selama studinya di Oussoul Eddine Institute di Saint-Denis, ia menyadari pentingnya pengabdian kepada Allah dan memutuskan untuk melanjutkan studi agamanya di daroul ouloum achrafiya di Pulau La Réunion dan di IESH Château Chinon. Sejak saat itu, Vincent Souleymane mengabdikan dirinya kepada Allah SWT dengan mengajar Islam di Oussoul Eddine Institute, serta menjadi imam di Masjid Fontenay sous Bois.

Makna di Balik Kurban Idul Adha

Setiap tahun, pada tanggal 10 bulan Zulhijjah, seluruh umat Muslim merayakan hari raya Idul Adha, di mana umat Islam menyembelih hewan kurban dan memaknai sejarah berkurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim (AS).

Ketika Nabi Ibrahim (AS) sudah tua dan sangat menginginkan keturunan, Allah Ta’ala memberinya seorang putra, yaitu Nabi Ismail (AS). Beberapa tahun setelah kelahirannya, yaitu pada usia ketika seorang anak menjadi aktif, dan mulai bisa beraktivitas bersama sang ayah, kemudian Allah memintanya untuk menyembelih leher anaknya.

Allah Yang Maha kuasa memintanya untuk memilih antara cintanya kepada-Nya, yang harus diterjemahkan ke dalam ketaatan, atau cintanya pada putranya.

Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail). Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

QS. As-Saffat 37 : 101-102

Saat dia akan melaksanakan perintah Allah Yang Maha Penyayang memberikan mukzizat dan menggantinya dengan pengorbanan seekor domba jantan.

Nabi Ibrahim (AS), kemudian telah lulus ujian dengan tidak menyekutukan apapun dengan cintanya kepada Tuhannya. Bahkan cinta yang dia miliki untuk putranya tidak dapat menandinginya.

Beginilah cara orang beriman harus mencintai Allah Ta’ala. Wajar jika mencintai selain Allah, orang tua, suami, istri, anak, sahabat, dan lainnya. Namun cinta ini tidak boleh disamakan dengan cinta Yang Maha Kuasa.

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).

QS. Al-Baqarah 2 : 165

Hewan yang disembelih pada hari Idul Fitri melambangkan semua nafsu yang dapat mengalihkan kita dari jalan kita menuju ridha Allah.

Menyembelih segala sesuatu yang melekat pada hati kita, hingga bisa mengalahkan rasa cinta kita kepada Allah, seperti menyembelih hewan.

Karena itu adalah keterikatan hati kita pada sesuatu yang akan menyebabkan kita melakukan yang dilarang Allah. Pada saat itu, ketika seorang mukmin menyerah pada nafsu dan kecenderungan jahatnya untuk melakukan yang apa yang dilarang Allah, berarti dia telah menempatkan cintanya pada makhluk di atas cintanya kepada Allah Ta’ala.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)”

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

———————————————————————————————————————————-

Vincent Souleymane

Vincent Souleymane, seorang imam Prancis yang juga bergabung menjadi tim penasihat syariah di Muslim Pro, telah mengabdikan waktunya untuk belajar dan memperkaya umat Muslim dengan pengetahuan ilmu-ilmu Islam sejak ia memeluk islam pada tahun 1999. Selama studinya di Oussoul Eddine Institute di Saint-Denis, ia menyadari pentingnya pengabdian kepada Allah dan memutuskan untuk melanjutkan studi agamanya di daroul ouloum achrafiya di Pulau La Réunion dan di IESH Château Chinon. Sejak saat itu, Vincent Souleymane mengabdikan dirinya kepada Yang Maha Kuasa dengan mengajar Islam di Oussoul Eddine Institute, serta menjadi imam di Masjid Fontenay sous Bois.

Sejarah Berkurban

Kurban atau Qurban (dalam bahasa Arab الأضحية,التضحية) secara harfiah memiliki arti hewan sembelihan. Ibadah qurban (kurban) adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang merupakan salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al Quran.

Selain jenis hewannya, pelaksanaan ibadah kurban juga hanya terjadi pada hari tertentu. Ibadah kurban dalam islam dilaksanakan sesuai pada waktu yang sudah ditentukan seperti pada Hari Raya Idul Adha dan Hari Tarsyrik (11,12, dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dasar hukum berqurban

Dalam Al-Quran : 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”. QS. Al-Hajj ayat 34

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS Al Kautsar: 3)

Dalam Hadist : 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

Perjalanan sejarah tentang kurban dari masa ke masa

Kurban Di masa Nabi Adam AS. 

Bermula ketika adanya perselisihan antara Habil dan Qabil. Qabil lahir kembar dengan Iqlima, sementara Habil lahir kembar dengan Labuda. Sesuai perintah Allah, maka anak-anak Nabi Adam harus menikah dengan saudara yang bukan pasangan kembarnya (persilangan), Qabil dengan Lubuda dan Habil dengan Iqlima. Namun perintah tersebut dibantah oleh Qabil, ia beralasan tidak menyukai Labuda karena Labuda tidak secantik Iqlima.

Untuk menengahi perselisihan tersebut, kemudian Nabi Adam AS meminta pertolongan kepada Allah untuk sebuah solusi. Hingga Allah memerintahkan Qabil dan Habil untuk mempersembahkan kurban sebagai syarat menikah. Nabi Adam pun meminta kedua putranya untuk menyiapkan kurban kepada Allah SWT. Kurban siapa yang diterima Allah, maka dialah yang berhak menentukan dengan siapa akan menikah.

Habil yang hidup sebagai penggembala, mempersiapkan kurban dengan membawa domba jantan terbaik miliknya ke atas bukit. Sementara Qabil yang hidup di bidang pertanian membawa hasil pertaniannya yang paling jelek untuk digunakan sebagai kurban. Merekapun menunggu hasil penilaian oleh Allah SWT kurban siapa yang akan diterima. Tak lama kemudian, sebuah api muncul di atas bukit dan melahap kurban kambing yang dikurbankan oleh Habil, sedangkan kurban hasil pertanian milik Qabil masih utuh di atas bukit, hal ini menandakan bahwa kurbannya tidak diterima oleh Allah SWT. Tentang cerita kedua putera Adam (Habil dan Qabil) telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalan Surat Al – Maidah ayat 27 :

 وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ 

“Ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Maidah : 27)

Kurban di Masa Nabi Ibrahim AS

Allah memberi wahyu kepada Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya untuk mempersembahkan Nabi Ismail AS putera kesayangannya. Tentu saja hal ini menjadi sebuah ujian berat bagi Nabi Ibrahim AS. Putera yang diharap-harapkan dan didambakannya puluhan tahun yang seharusnya putera tersebut menjadi pewaris keturunannya. Namun, harus disembelih olehnya untuk dijadikan kurban yang akan dipersembahkan kepada Allah SWT. Akan tetapi Nabi Ibrahim tetap berprasangka baik dan yakin atas kebesaran Allah SWT bahwa semua ini adalah perintah yang datang dari Allah SWT. Hingga akhirnya Nabi Ibrahim AS menyampaikan wahyu melalui mimpinya itu kepada Nabi Ismail AS (diceritakan bahwa usia Ismail sekitar 6 atau 7 tahun), hal ini dikisahkan di dalam Al-Quran:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat : 102)

Terbuktilah kebesaran Allah SWT, ketika hendak ingin menyembelih Nabi Ismail AS menggunakan parang yang sangat tajam, tiba-tiba saja parang tersebut menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firman-Nya,

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, Kami berseru dan memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah meyakini mimpi kamu itu. Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar merupakan ujian yang nyata. Dan Kami tebus putra itu dengan seekor (kambing) sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Kesejateraan dilimpahkan atas Ibrahim”. (Q.S. ash-Shaffāt : 103-109)

Kurban Nabi Muhammad SAW

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkurban dengan dua ekor kambing yang putih warnanya serta besar tanduknya. Nabi Muhammad SAW melakukan kurban pada saat melaksanakan Haji Wada di Mina. Pada saat itu Rasulullah SAW berkurban menyembelih 100 ekor unta, 63 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan sisanya disembelih oleh Ali bin Abu Thalib (ada juga yang mengatakan 70 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan 30). Keseluruhan hewan kurban tersebut disembelih setelah salat Idul Adha dilaksanakan.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur. Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”. (Q.S. Al-Hajj : 36-37 )

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiada satu amal pun yang dilakukan seorang anak manusia pada  Yaumun-Nahr (hari raya kurban) yang lebih dicintai oleh Allah selain menumpahkan /mengalirkan darah (hewan qurban yang disembelih). Maka berbahagialah kamu karenanya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad yang sahih).

———————————————————————————————————————————-

Eka Budhi Setiani

Eka Budhi Setiani, Lc adalah salah satu penasihat syariah di Muslim Pro. Seorang hamba Allah yang mendalami ilmu Ushuluddin di Universitas Al-Azhar – Kairo, Mesir. Saat ini beliau mengabdikan ilmunya dengan mengajar di sebuah sekolah Islam yang dikelola oleh Dinas Pendidikan di sebuah provinsi. Selain itu, bersama suaminya, kini beliau juga mengelola pesantren sendiri di sebuah kota kecil di Provinsi Banten bernama Ponpes Balonk Faidhul Barokaat.