Mengenali Surah Al-Fatihah

Surah al-Fatihah adalah surah pertama dan merupakan surah paling agung di dalam Al-Quran. Erti harfiah dari “Al-Fatihah” sendiri adalah “Pembukaan” yang menyatakan bahwa surah ini adalah “pembuka Al-Quran”. Surah Al-Fatihah juga merangkumi makna dan apa yang diajarkan dalam surah-surah lain di dalam Al-Quran.

Fakta dan Keutamaan

1. Diturunkan di Mekah

Surah Al-Fatihah diturunkan di Mekah seperti dinyatakan oleh Ibnu Abbas, Qatadah dan Abul ‘Aliyah. Surah ini diturunkan sebelum migrasi Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Beberapa pendapat lain menyatakan bahwa surah Al-Fatihah diturunkan dalam dua kesempatan berbeza. Pertama di Mekah dan kedua di Madinah. Surah Al-Fatihah diturunkan di Mekah juga didalilkan oleh Abu Hurairah, Mujahid, ‘Ata bin Yasar dan Az-Zuhri.

“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.”

(Al-Hijr 15:87)

2. Dibaca dalam Setiap Rakaat

Surah Al-Fatihah adalah surah pertama yang dibaca penuh dalam setiap rakaat solat agar solat kita lengkap dan sah. Beberapa hadis menunjukkan pentingnya membaca surah Al-Fatihah ketika solat.

Diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit (RA) bahwa Nabi Muhammad ﷺ berkata,

”Barang siapa salat dalam keadaan tidak membaca al-Fatihah, maka salatnya cacat.” (HR. Bukhari)

3. Satu dari Dua Cahaya dari Syurga

Surah Al-Fatihah adalah satu dari dua cahaya dari syurga yang diberikan kepada Rasulullah ﷺ. Surah lainnya adalah Al-Baqarah.

Ibnu Abbas (RA) mengatakan,

Ketika Jibril sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, ia mendengar suara gemuruh dari atas, lalu dia melihat ke atas sambil berkata, ‘Itu adalah pintu langit yang terbuka hari ini. Sebelumnya tidak pernah terbuka sama sekali’. Lalu turunlah malaikat darinya. Jibril berkata, ‘Inilah malaikat yang turun dari langit , ia belum pernah sama sekali turun ke bumi sebelumnya. Lalu sang malaikat mengucapkan salam kemudian berkata, ‘Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, keduanya belum pernah sama sekali diberikan kepada seorang Nabi sebelum Engkau. Yaitu surat Al-Fatihah dan penutup surah Al-Baqarah. Jika kamu membacanya pasti akan dikabulkan.’” (HR. an-Nasai)

4. Surah Paling Agung dalam Al-Quran

Abu Sa’id Rafi’ bin Al Mu’alla meriyawatkan bahwa Rasulullah ﷺ berkata, 

“Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam AlQuran sebelum engkau keluar masjid?”

Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, ‘Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Alquran?’” Beliau menjawab, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah semesta alam) dan Alquran Al ‘Azhim (Alquran yang mulia) yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari)

Cara Menulis Huruf Arab

Menulis huruf Arab sebenarnya jauh lebih mudah untuk dipelajari dari yang kita bayangkan. Ia hanya memerlukan ketekunan dan latihan untuk membiasakan tangan kita menulis huruf Arab. Jika anda sudah memahami beberapa teknik asas, anda akan mengetahui betapa mudahnya menulis huruf Arab.

Anda dapat mempelajari kembali atau mengajari anak-anak anda menulis huruf Arab dengan panduan ini. Mulailah dengan membuat bentuk asas dan seterusnya bentuk atau titik tambahan. Setelah menguasai huruf asas dan ucapannya, InsyaAllah anda dapat mula menulis, membaca, dan berbicara bahasa Arab.

Jenis-Jenis Zakat dan Kadar Pembayaran

Jenis Zakat

Zakat Fitrah 

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap umat Muslim, berapa pun usianya, statusnya, atau kekayaannya. Zakat ini harus dibayarkan di akhir bulan Ramadan atau sebelum salat Ied. Kepala keluarga diperbolehkan membayar sejumlah total zakat wajib seluruh anggota keluarga (termasuk bayi yang masih di dalam kandungan).

Zakat Maal (pada harta)

Zakat Maal adalah zakat yang dikeluarkan secara berkala sesuai dengan jumlah harta yang dimiliki seorang Muslim atau pun organisasi. Zakat ini wajib dilakukan oleh umat Muslim maupun organisasi yang telah mencapai nishab (batas minimum) dan terbebas dari utang serta kepemilikan atau haul (selama satu tahun).

Menyisihkan Aset untuk Zakat

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi harus dibayarkan saat kita menerimanya. Banyak yang lebih suka membayar zakat dengan mengakumulasikannya selama satu tahun, namun disarankan untuk membayar zakat begitu kita menerima penghasilan. Ada berbagai jenis aset yang terkena zakat penghasilan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Penghasilan dari bisnis

2. Honor profesional

3. Gaji dan bonus

4. Penghasilan dari barang sewaan

5. Hasil panen

Zakat pada Aset

Zakat pada aset dibayarkan per tahun sesuai tempat di mana aset tersebut berada.

Beberapa aset yang harus disisihkan untuk zakat adalah:

1. Investasi real estate 

2. Saham, obligasi, reksa dana, komoditas

3. Tabungan dan dana pensiun 

4. Aset bisnis dan kapital lainnya 

Tingkat Perhitungan Zakat 

1. Sebesar 2,5% pada penghasilan dan aset umum 

2. Sebesar 5% pada pertanian yang memiliki sistem pengairan dengan peralatan mekanik (sumur, sprinkler, dan lainnya) 

3. Sebesar 10% pada pertanian yang memiliki sistem pengairan menggunakan air hujan 

4. Sebesar 20% pada komoditas yang dihasilkan dari alam (minyak, emas, perak, dan lainnya)

Tidak yakin berapa jumlah zakat yang harus Anda bayarkan tahun ini? Gunakan kalkulator zakat dari aplikasi Muslim Pro untuk menghitung zakat dengan mudah.

Setelah zakat terhitung dengan tepat, Anda juga bisa langsung menyalurkannya melalui Muslim Pro dan duithape di sini.

Selamat menunaikan zakat! Semoga ibadah zakat kita diterima oleh Allah SWT.

Referensi:

– The Ramadan Kareem “Ramadan Zakat 2019: Calculator, Rules (Whom to Give Zakat?)” https://www.theramadankareem.com/ramadan-zakat

– “Who receives Zakat? Who pays Zakat?” https://i.pinimg.com/originals/50/e4/89/50e48979a152c697766f56e3df6c6ee1.jpg

-“Do Muslims Pay Zakat only in Ramadan?” https://www.globalsadaqah.com/blog/muslims-pay-zakat-ramadan/

Kebaikan Solat Dari Segi Kesihatan

Sebagai Rukun Islam yang kedua, salat dilakukan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Salat lima waktu yang wajib dilakukan ini bisa dikatakan menyatukan pikiran, tubuh, dan jiwa dalam menyembah Allah. Di sisi lain, umat Muslim yang melakukan salat lima waktu juga akan diberikan pahala oleh Allah.https://04c0cb7a3dd727af1b9435b9c9cc9bd5.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

“Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” – Quran 2:277

Selain memiliki manfaat religius dan spiritual, salat ternyata juga bermanfaat secara fisik. Berbagai posisi dan gerakan fisik dalam salat, telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat kesehatan. 

1. Kebersihan

Sebelum salat, umat Muslim harus berwudu yang merupakan ritual penyucian diri dengan membasuh tangan, hidung, wajah, lengan, rambut, telinga, bagian belakang leher, kaki dan jari kaki. Tujuan melakukan wudu adalah memastikan diri bersih secara fisik sebelum salat. Ini jelas mendatangkan manfaat kesehatan, karena membilas diri dapat menyingkirkan kuman, alergen, dan mencegah berbagai jenis infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh higienitas yang buruk.

2. Mengurangi Sakit Punggung

Sebagian besar otot tubuh dilatih saat melakukan salat. Salat juga melemaskan persendian, dari mulai sendi bahu, siku, lutut, pergelangan kaki, dan panggul. Sebuah riset dari Binghamton University, New York, menemukan bahwa gerakan fisik yang dilakukan dengan tepat dan berulang secara rutin saat salat dapat mengurangi risiko sakit tulang belakang.

Misalnya, posisi ruku. Posisi ini membantu mengurangi nyeri pada tulang punggung bagian bawah dengan cara melemaskan ligamen dan otot. Ruku juga membantu meringankan nyeri pada spinal cord dan persendian panggul. Selain ruku, posisi saat tubuh melakukan sujud dan menunduk membantu membuka dan melemaskan persendian. Hal ini bagus karena aktivitas tersebut justru membuat persendian berfungsi dan sehat.

3. Meningkatkan Metabolisme

Gerakan-gerakan dalam salat bisa dikatakan sama dengan melakukan olahraga harian. Di sisi lain, melakukan olahraga setiap hari dapat menstimulasi dan meningkatkan metabolisme. Metabolisme yang baik tentunya akan meningkatkan fungsi organ dalam tubuh secara keseluruhan, termasuk menjaga kesehatan jantung dan mengatur sekresi kelenjar.

4. Memperbaiki Sirkulasi Darah

Jika menyangkut urusan tekanan darah, seringkali orang-orang merasa kesulitan untuk menjaga tekanan darahnya agar tetap normal. Terkadang aliran darah terlalu tinggi atau rendah di area tertentu dalam tubuh. Gerakan dan posisi berbeda dalam salat membantu mengatur dan memperbaiki aliran darah secara keseluruhan ke berbagai organ tubuh. Misalnya, dalam posisi ruku, aliran darah diatur pada tubuh bagian atas, sedangkan aliran tubuh bagian bawah diatur saat tasyahud. Sementara pada posisi lain seperti sujud, posisi kepala lebih rendah dari jantung. Ini membuat kepala menerima asupan darah yang lebih banyak. Aliran darah yang lebih banyak ini memberikan efek positif pada memori otak, konsentrasi, dan kemampuan kognitif lainnya.

5. Pencernaan yang Lebih Baik

Beberapa posisi dalam salat juga membantu sistem pencernaan. Posisi saat pria duduk dengan satu telapak kaki ditekuk dan perempuan yang menduduki kedua kakinya saat salat, misalnya. Menurut studi, posisi tersebut baik untuk pencernaan karena dapat melemaskan usus dan memiliki efek positif pada pergerakan usus. Hal ini tentunya bisa menurunkan angka kejadian konstipasi. Kabar baik lainnya? Posisi ini juga bisa meningkatkan fungsi hati. 

Dengan berbagai manfaat kesehatan tersebut, salat menyatukan seluruh aspek kehidupan, termasuk fisik dan spiritual untuk menciptakan keharmonisan dalam hidup.

Referensi:

Mengapa Umat Islam Solat Menghadap Kaabah?

Bagi lebih dari 1,8 juta umat Muslim yang tersebar di penjuru dunia, mengetahui kiblat atau arah salat merupakan hal yang sangat penting. Arah kiblat sendiri menghadap ke Kabah di Mekah, Arab Saudi. https://9a7f4bf66fa3b652edb2245622504496.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Kendati demikian, walaupun kiblat menghadap ke Kabah di Mekah, tak berarti umat Muslim lantas menyembah Kabah. Bangunan ini hanyalah merupakan sebuah titik untuk arah ibadah bagi umat Muslim, bukan sebagai obyek yang disembah. Umat Muslim sendiri tentunya menyembah Allah yang Mahakuasa. Diyakini bahwa dengan mengetahui kiblat, umat Muslim akan lebih bersatu dan lebih fokus karena memiliki kesamaan arah dalam salat.

Sejarah di Belakang Kiblat

Dalam awal perkembangan Islam, arah kiblat pertama kali menghadap ke Masjid al Aqsa di Yerusalem. Dua tahun setelah Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya bermigrasi dari Mekah ke Madinah (Hijrah) pada sekitar 624 M, kiblat diubah jadi menghadap ke Kabah. Perubahan ini terjadi tiba-tiba karena Rasulullah diceritakan menerima perintah dari Allah. Wahyu tersebut memintanya untuk, “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram”, masjid suci, tempat Kabah terletak di Mekah.

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. – Quran 2:144

Pada era sebelum Islam, Kabah sendiri merupakan sebuah makam. Umat Muslim meyakini bahwa Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, adalah yang membangun Kabah. Sesuai tradisi dari dulu hingga kini, bangunan ini tampil sederhana dengan bentuk bujur sangkar dan tanpa atap. Kendati demikian, sejak era Nabi Muhammad ﷺ hingga berabad-abad kemudian, Kabah telah melalui berbagai renovasi besar-besaran. Kabah kini memiliki struktur bangunan berbentuk kubus yang berdiri tegak setinggi lima belas meter dan lebar sepuluh setengah meter di setiap sisinya. Pintu Kabah juga kini terbuat dari emas asli sejak 1982.https://9a7f4bf66fa3b652edb2245622504496.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Mencari Kiblat saat Bepergian

Terkadang saat sedang bepergian, di lokasi baru kita sering mengalami kesulitan dalam menentukan arah kiblat. Kembali mundur ke tahun-tahun sebelum ada teknologi digital, kita membutuhkan koordinat geografis akurat untuk membantu menemukan kiblat yang tepat, atau paling tidak, kita akan membutuhkan sebuah kompas. Namun kini, dengan bantuan aplikasi mobile, kita bisa menentukan arah kiblat dengan akurat.

Di mana pun Anda berada, kompas kiblat animasi dari Muslim Pro selalu siap menunjukkan Mekah sebagai arah salat. Anda hanya perlu membaca lebih lanjut mengenai cara penggunaan fitur kiblat Muslim Pro di sini.

Referensi:

Makna Di Sebalik Bulan-Bulan Islam

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

At-Taubah 9:36

Kalendar Islam yang dikenali sebagai kalendar Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan. Setiap bulan Islam melambangkan makna tertentu. Mari kenali makna dan asal nama-nama bulan Islam tersebut!

Amalan 10 Hari Pertama Zulhijjah

Tahun ini, kita tidak dapat menunaikan ibadah haji kerana adanya pandemik. Walau bagaimanapun, masih ada banyak cara lain untuk tetap dapat merasakan berkat bulan istimewa ini. Sepuluh hari pertama di bulan Zulhijjah, seringkali dikatakan sebagai sepuluh hari terbaik dalam setahun untuk melakukan lebih banyak amalan dan bentuk ibadah lainnya.

Nabi Muhammad ﷺ juga mengatakan tentang sepuluh hari pertama Zulhijjah, “Tidak ada hari di mana suatu amal soleh lebih dicintai Allah melebihi amal soleh yang dilakukan di hari-hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijjah).“ [HR. Bukhari]

Berikut ini adalah amalan yang digandakan pahalanya jika dilakukan dalam sepuluh hari pertama Zulhijjah.

Zikir

Mengingat Allah dengan berzikir adalah salah satu amalan yang harus kita lakukan selama sepuluh hari pertama Zulhijah. 

Nabi Muhammad ﷺ berkata: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal soleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari sepuluh hari tersebut, kerana itu perbanyaklah tahlil (Laa ilaha ill-Allah), takbir (Allahu-Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah) di dalamnya.” [HR. Ahmad]

Solat dan Doa

Selama sepuluh hari pertama Zulhijjah, kita harus berusaha lebih sering melakukan solat sunah dan berdoa. Doa yang kita panjatkan akan diterima Allah in shaa Allah saat berpuasa, terutama di waktu sebelum sahur dan tepat sebelum berbuka puasa. 

Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” [HR. Tirmidzi dan Malik]

Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran adalah bentuk zikir terbaik. Bacalah Al-Quran sebanyak mungkin dalam sepuluh hari pertama Zulhijjah, siang dan malam. Bahkan walaupun hanya satu ayat setiap hari. Tingkatkan bacaan Al-Quran dengan menambah beberapa minit atau beberapa halaman saat melakukan rutin membaca Al-Quran.

Bertaubat dengan Ikhlas

Manfaatkan hari-hari penuh rahmat ini untuk meminta pengampunan daripada Allah atas segala kesalahan kita.

“Maka ada pun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.” [Al-Qasas 18:67]

Sedekah

Allah berjanji untuk memberi pengampunan atas dosa-dosa jika kita bersedekah dan memberi bantuan kepada sesama yang miskin dan memerlukan. Sedekah boleh kita berikan dalam bentuk wang atau barang secara langsung atau sumbangan ‘online’. Ingatlah, bahkan seuntai senyuman sudah dianggap sebagai sedekah.

Takbir

Ibnu Umar meriyawatkan bahwa Nabi Muhammad mengatakan, “Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari ini. Jadi perbanyaklah membaca tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (Alhamdulillah) pada 10 hari pertama bulan Zulhijjah ini.” [HR. Ahmad]

Puasa

Dikenali dalam bahasa Arab sebagai Yawm Arafah, berpuasa digalakkan untuk dilakukan pada hari ke-9 Zulhijjah, di mana ini adalah Hari Arafah yang penuh berkah. Nabi Muhammadﷺ selalunya berpuasa pada sembilan hari pertama Zulhijjah [Al-Nisai dan Abu Daud].

Seperti yang diriwayatkan Abu Qatadah, mengenai Hari Arafah, Rasulullah ﷺ berkata, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan tahun akan datang.” [Muslim]

Korban

Hari ke-10 Zulhijjah adalah Hari Raya Aidil Adha atau hari berkorban (an-Nahr) dan menandakan kemuncak perayaan ibadah haji. Korban ini dilakukan untuk memperingati perintah Allah terhadap Nabi Ibrahim (AS), saat dia memberikan domba untuk dikorbankan sebagai tebusan pengganti anak lelakinya.

Nabi Muhammad ﷺ mengatakan, “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) korban yang lebih dicintai oleh Allah dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah.” [HR. Tirmizi, Ibnu Majah]

Sunnah Aidil Adha

Perayaan Aidil Adha pada 10 Zulhijjah adalah salah satu dari dua hari terbesar dalam setahun di kalender Islam. Saat Aidil Adha, orang-orang berkorban dan dagingnya dibahagikan kepada sesama yang miskin dan memerlukan. Berikut adalah beberapa sunnah yang boleh dilakukan saat Aidil Adha.

1. Mandi

Kebersihan adalah sebahagian dari iman. Mandi untuk bersiap sebelum berangkat solat raya juga merupakan sunnah dari Nabi Muhammad ﷺ. Ibnu ’Abbas meriwayatkan, “Rasulullah selalu mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.” [HR. Ibnu Majah]

2. Memakai Pakaian Terbaik (dan wangian bagi kaum lelaki)

Nabi Muhammad ﷺ dikenali selalu memakai jubah terbaiknya pada dua hari raya. Anas bin Malik mengatakan: “Rasulullah memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkorban dengan haiwan yang paling mahal yang kami punya.” [HR. Al Hakim]

3. Makan Setelah Solat Raya

Abdullah ibnu Buraidah mengatakan, “Rasulullah ﷺ biasa berangkat solat raya pada hari Aidil Fitri dan sebelumnya beliau akan makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Aidil Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari solat raya baru beliau menyantap hasil korbannya.” [HR. Tirmidzi]

4. Menunaikan Solat Raya

Nabi Muhammad memerintahkan semua orang, lelaki dan perempuan, untuk solat raya. 

Ummu ‘Athiyyah berkata, “Rasulullah memerintahkan agar para wanita keluar (mendatangi tempat solat pada hari Aidil Fitri dan Aidil Adha, lalu kami keluarkan wanita-wanita haid, para remaja perempuan serta wanita-wanita yang belum menikah. Ada pun para wanita haid maka mereka menyaksikan jemaah muslimin dan doa-doa mereka, serta menjauhi tempat solat kaum muslimin”. [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

5. Saling Mengucapkan Selamat

Ucapkan selamat hari raya kepada satu sama lain. Jubair bin Nufair berkata, “Dahulu para sahabat Nabi Muhammad ﷺ mengucapkan ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’ ketika saling bertemu di hari raya.” Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad riwayat ini adalah hasan.

6. Menggunakan Jalan Berbeza saat Solat

Seperti diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, “Dahulu pada hari raya, Rasulullah melalui jalan yang berbeza (untuk pergi dan pulangnya)”. [HR. Al-Bukhari]. Alasan di sebalik ini adalah kerana di Hari Penghakiman, kedua-dua jalan tersebut akan bersaksi bahawa kita memang pergi menunaikan solat.

7. Korban dan Sedekah

Nabi Muhammad ﷺ menyuruh umat Muslim untuk menyantap daging dari haiwan yang dikorbankan saat Aidil Adha. Aisyah meriyawatkan bahwa Rasulullah  ﷺ berkata, “Makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” [HR. Muslim].

8. Menikmati Makanan dan Minuman

Pada hari-hari Tasyrik tidak dibolehkan berpuasa. Nabi Muhammad  ﷺ berkata, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” [HR. Muslim]

Arafah – Hari Pengampunan

Arafah adalah hari ke-9 di bulan Zulhijjah.

Arafah juga merupakan tempat di mana Adam dan Hawa berjumpa di bumi setelah turun dari syurga. Para jemaah akan membaca Talbiyah dan doa ini berulang-ulang:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَ كَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَ تَوَفَّنَا مَعَ الْأَ َبْرَار، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ يَا غَفَّار

Ya Allah, ampunilah dan hapuskanlah dosa-dosa kami, dan kami meninggalkan dunia bersama orang-orang yang benar, untuk dosa-dosa yang tak terampuni kecuali oleh-Mu, Engkau-lah Maha Pengampun

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ -القرآن ٣:٥

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. (Quran 5:3)

عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ ‏ “‏ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ

Nabi Muhammad (ﷺ) berkata, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai oleh-Nya daripada hari sepuluh hari tersebut.“ (Tirmidzi)

1. Para jemaah akan menggabungkan solat Zohor dan Asar, serta menghabiskan waktu untuk berdoa seharian.

2. Para jemaah akan menghadap kiblat dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka sehingga matahari terbenam. Ini adalah salah satu hal penting dalalm ibadah haji.

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ ‏: خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ -الترميذي

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi]

Apa yang boleh dilakukan dari rumah di Hari Arafah?

1. Memanjatkan Doa

This image has an empty alt attribute; its file name is iStock-106585138.jpg

Hari Arafah adalah kemuncak dari sepuluh hari pertama Zulhijjah di mana jutaan umat Muslim berkumpul untuk memohon pengampunan.

Ada banyak cara untuk memohon pengampunan. Kita boleh melakukannya setiap kali selesai solat, kita boleh solat pada waktu malam, dan juga melakukan solat sunah seperti Tahajjud dan solat taubat. Hal yang perlu dilakukan hanyalah menyenaraikan semua hal yang ingin kita doakan kepada Allah untuk di dunia mahupun di akhirat. 

Pentingnya berdoa di Hari Arafah juga disebutkan dalam hadis ini:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏:‏ مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يَعْتِقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ عَبْدًا أَوْ أَمَةً مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ

Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Tidak ada satu hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka, melebihi Hari Arafah.” (Muslim)

2. Puasa

This image has an empty alt attribute; its file name is iStock-958638560.jpg

Bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunahkan untuk berpuasa pada hari ini.

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالَّتِي بَعْدَهُ ‏

Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (Muslim)

3. Berzikir

This image has an empty alt attribute; its file name is iStock-865524272-1.jpg

Membaca Allahu akbar, SubhanAllah and Alhamdulillah pada hari ini akan membuat kita dilimpahi berkah.

Zikir adalah salah satu bentuk penyucian diri dan kita perlu membersihkan hati setiap hari, terutama dilakukan pada hari pengampunan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk memupuk amalan baik tersebut dalam kehidupan seharian.

Semoga kita dapat benar-benar memanfaatkan bulan Zulhijjah ini untuk mengingat Allah, bersyukur, serta terus beramal dan melakukan perbuatan baik dalam kehidupan seharian.

Perkara penting tentang Korban

Acara korban adalah korban tahunan binatang yang dipersembahkan kepada Allah pada hari raya Aidil Adha, yang menandakan selesainya ibadah haji. Ia juga dianggap sebagai amalan agama yang penting dalam Islam dan berlaku setelah solat raya pada hari raya Aidil Adha, dari 10 hingga 12 Zulhijjah. 

Tidak seperti ibadah solat yang wajib bagi setiap Muslim, orang yang melakukan korban harus memenuhi beberapa syarat agar korbannya diterima, iaitu: Islam, baligh dan berakal, dan mampu untuk berkorban.

 Mengapa kita harus melaksanakan korban? 

Al-Quran memberitahu kita bahawa Nabi Ibrahim (AS) mempersembahkan anaknya Isma’eel (AS) sebagai korban kepada Allah (SWT). Ketika dia menyampaikan perkara ini dengan anaknya, Ismail (AS) berkata: “Wahai ayahku! Lakukanlah seperti yang diperintahkan kepada kamu: kamu akan menemukan aku, jika Allah menghendaki, orang-orang yang sabar.” (Quran 37: 102) Namun, ketika Nabi Ibrahim (AS) menjalankan perintah itu, Allah (SWT) mengganti Ismail (AS) dengan seekor domba jantan.

Haiwan harus disembelih dengan cepat dengan pisau tajam, supaya mereka tidak menderita dan perlu ucapkan “Bismillahi Allahu Akbar” ketika menyembelih haiwan itu. Di negara maju, sangat sukar untuk melakukan korban anda sendiri. Oleh itu, dibenarkan untuk menguruskan korban di negara yang berbeza atas nama seseorang. Dalam kes ini, keseluruhan korban diedarkan di kalangan orang miskin dan paling memerlukan.