Theme of the Month: Stories of the Prophets

This November, the theme that we have selected is the Stories of the Prophets. The fourth fundamental article of faith in Islam is belief in all the Prophets.

Islam is not limited to the revelation that was sent to the Prophet Muhammad ﷺ, but was also the messages of previous prophets. 

The Messenger has believed in what was revealed to him from his Lord, and [so have] the believers. All of them have believed in Allah and His angels and His books and His messengers, [saying], “We make no distinction between any of His messengers.” And they say, “We hear and we obey. [We seek] Your forgiveness, our Lord, and to You is the [final] destination.”

(Al-Baqarah 2:285)

Say, [O believers], “We have believed in Allah and what has been revealed to us and what has been revealed to Abraham and Ishmael and Isaac and Jacob and the Descendants and what was given to Moses and Jesus and what was given to the prophets from their Lord. We make no distinction between any of them, and we are Muslims [in submission] to Him.”

(Al-Baqarah 2:136)

Each prophet conveyed the consistent divine message of worshiping one God and living a morally upright life.

Muslims are obligated to believe in and honor all the prophets, and to testify that prophethood has been completed with the coming of Prophet Muhammad ﷺ.

Prophet Muhammad ﷺ did not bring a new message, but conveyed the same message as previous prophets.

And We sent not before you any messenger except that We revealed to him that, “There is no deity except Me, so worship Me.”

(Al-Anbya 21:25)

25 Prophets of Islam

There are 25 prophets mentioned by name in the Quran. Among the prophets that Muslims honor are:

Prophet Adam (AS)

Prophet Idris (AS)

Prophet Nuh (AS)

Prophet Hud (AS)

Prophet Salih (AS)

Prophet Ibrahim (AS)

Prophet Lut (AS)

Prophet Isma’il (AS)

Prophet Ishaq (AS)

Prophet Ya’qoub (AS)

Prophet Yusuf (AS)

Prophet Ayyub (AS)

Prophet Shu’aib (AS)

Prophet Musa (AS)

Prophet Haroon (AS)

Prophet Dhul-kifl (AS)

Prophet Dawood (AS)

Prophet Sulaiman (AS)

Prophet Ilyas (AS)

Prophet Al-Yasa (AS)

Prophet Yunus (AS)

Prophet Zakariyya (AS)

Prophet Yahya (AS)

Prophet Isa (AS)

Prophet Muhammad ﷺ


ﷺ – Abbreviation for ṣallā llāhu ʿalayhi wa-sallam AS – Abbreviation for ʿalayhi s-salām

Download Wallpaper of the Month

Our Wallpaper of the Month is a series of free wallpapers for your phone.

This month’s wallpaper revolves around the Stories of the Prophets. These Prophets taught the people around them the message of Islam – to find peace in your life through submission to the One Almighty Creator; to believe in God and to follow His guidance.
Download here.

Suggested Hashtags

Explore content for this month’s theme in our ‘Inspiration’ section by searching for these suggested hashtags:

#storiesoftheprophets

#prophetmuhammad

#messenger

#womeninislam

#sunnah

#quran

#hijrah

#islam

#kaabah

#angel

Kebiasaan Sehat Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ telah menjadi teladan bagi umat Muslim. Mengikuti kebiasaannya sehari-hari adalah sunnah. Tentunya hal ini tidak hanya memiliki manfaat spiritual saja, tapi juga manfaat fisik dan fisiologis.

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab 33:21)

Banyak manfaat yang bisa diambil dari berbagai kebiasaan berikut dan juga telah diakui secara ilmiah. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bangun di pagi hari

Setiap hari, Nabi Muhammad ﷺ selalu bangun di saat fajar dan salat Subuh setelah azan. Menjadi orang yang selalu bangun pagi telah terbukti secara ilmiah menghasilkan produktivitas yang lebih baik. Begitu pula dengan kesehatan mental secara keseluruhan.

Ia juga salat beberapa rakaat di rumahnya dan berbaring menghadap ke kanan sambil menunggu panggilan untuk memimpin salat.

2. Makan perlahan dan tak berlebihan

Makan perlahan dan tak berlebihan untuk mencegah penyakit ditekankan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan hal ini kini telah sangat didukung secara ilmiah. 

Konsep makan dalam Islam yang menerapkan ‘⅓ untuk makanan, ⅓ untuk cairan, dan ⅓ untuk udara’ sangat mirip dengan konsep ‘hara hachi bu’ dari Jepang, yang berarti makanlah hingga perut terisi 80 persen.

Makan perlahan juga akan membantu kita agar menyantap makanan lebih sedikit dan memperbaikin sistem pencernaan. Ini adalah kebiasaan yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ dan sangat dianjurkan.

3. Berpuasa

Berpuasa adalah kebiasaan yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ secara teratur dan tidak hanya saat Ramadan. Ia akan berpuasa setiap Senin dan Kamis, dan juga di hari ke-13, 14, dan 15 di perhitungan bulan Islam.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An Nasai, 2320)

Ini sama halnya dengan menjalankan puasa selang-seling, yang telah terbukti dapat menyeimbangkan kadar hormon, mencegah stres oksidatif, dan menurunkan peradangan secara keseluruhan. 

4. Minum dalam 3 tegukan

Nabi Muhammad ﷺ mengatakan untuk tidak minum dalam sekali tegukan seperti seekor unta. Minumlah dengan tiga kali tegukan kecil.

Kini, penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum air terlalu banyak dalam periode yang singkat dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah dan mengalami pusing. Minum dengan perlahan akan membantu tubuh menyerap cairan dan mengoptimalkan manfaat.

5. Mengonsumsi buah delima

Buah delima yang menjadi favorit Nabi Muhammad ﷺ mengandung mangan. Kandungan tersebut membantu pembentukan struktur tulang selama proses metabolisme tubuh. Selain itu delima juga mengandung potasium yang membantu menjaga fungsi seluler tubuh dan mempertahankan keseimbangan kadar cairan.

Buah delima juga mengandung banyak flavonoid dan polifenol, sejenis antioksidan yang melindungi tubuh dari penyakit jantung.

6. Mengonsumsi Kurma

Kurma adalah santapan yang tepat untuk berbuka puasa karena dapat menstabilkan kadar gula darah, mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit darah, dan membantu sistem pencernaan lebih siap untuk menerima makanan.

Kurma kini terbukti meningkatkan produksi oksitoksin dalam tubuh dan mempercepat prosesnya. Nabi Muhammad ﷺ juga berkata:

“Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma.” (HR. Muslim)

7. Tetap aktif

Untuk dapat memenuhi tiga dari lima Rukun Islam, seorang Muslim membutuhkan kesehatan dan kebugaran. 

Salat sendiri merupakan salah satu bentuk olah fisik yang membutuhkan pergerakan otot dan sendi. Tubuh yang sehat juga dibutuhkan jika kita berniat untuk berpuasa atau menunaikan ibadah haji. Selain itu, Nabi Muhammad (SAW) juga sangat menganjurkan untuk melakukan olahraga.

8. Hindari tidur tengkurap

Karena bobot tulang belakang, orang dewasa dan bahkan bayi tidak dianjurkan untuk tidur tengkurap oleh dokter. Cara tidur seperti ini juga berdampak pada organ dan tulang belakang. 

“Suatu malam, Rasulullah ﷺ keluar untuk mengecek tamu-tamunya, dan melihatku tidur tengkurap. Kemudian ia mendorongku dengan kakinya seraya berkata, “Jangan berbaring seperti ini. Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah.” (HR. Tirmidzi, 2798)

9. Berbagi makanan dengan sesama

Nabi Muhammad ﷺ selalu berdakwa tentang manfaat berbagi. Ia menganjurkan untuk berbagi makanan dengan tetangga, teman-teman, dan sesama yang tak mampu. Prinsip ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara general dan tentunya tak lepas dari kebiasaan dan gaya hidup Nabi Muhammad ﷺ yang patut kita syukuri.

10. Mengonsumsi madu

Madu adalah pengobatan alami untuk hampir segala jenis penyakit. Setiap pagi, Nabi Muhammad ﷺ terbiasa mengonsumsi segelas air putih dicampur madu. Madu cukup diperhitungkan untuk mengobati hampir berbagai jenis penyakit, dari mulai mengatasi masalah di perut, meningkatkan nafsu makan, hingga menekan dahak.

Nabi Muhammad ﷺ berkata,

“Terapi pengobatan itu ada tiga cara, yaitu; berbekam, minum madu, dan kayu (menempelkan besi panas pada daerah yang terluka).” (HR. Bukhari, 5681)

10 Fakta tentang Nabi Muhammad ﷺ

Sejak awal sejarah peradaban dunia dan Islam, ada banyak Nabi dan Rasul yang diutus untuk mengajarkan orang-orang cara beribadah kepada Allah dan membimbing ke jalan yang benar. Dalam kitab suci umat Islam, Quran, juga disebutkan ada 25 nama nabi.

Salah satu teladan terbaik yang kita kagumi adalah Nabi Muhammad ﷺ, sosok yang dikenal umat Muslim sebagai utusan Allah. Ia adalah pemimpin inspirasional yang membangun Islam sebagai salah satu agama terbesar di dunia. Kepribadian Nabi Muhammad ﷺ dan cara hidupnya tidak hanya sekadar dikagumi, tapi juga diteladani. Ada beberapa fakta menarik tentang  Nabi Muhammad ﷺ yang kita harus tahu.

1.  Nabi Muhammad adalah seorang anak yatim

 Nabi Muhammad ﷺ lahir di bulan Rabiul Awal pada 570 Masehi (M) di tahun gajah. Sang ayah, Abdullah, meninggal beberapa bulan sebelum Rasulullah lahir. Saat baru berusia enam tahun, ibunda Nabi Muhammad ﷺ meninggal dunia. Kemudian sang kakek, Abdul Muttalib mengasuh dan membesarkan Nabi Muhammad ﷺ yang sudah yatim piatu. Abdul Muttalib meninggal di usia 82 tahun dan Rasulullah kemudian diasuh oleh sang paman, Abu Talib. Ia dan istrinya, Fatimah binti Asad, menyayangi Nabi Muhammad ﷺ seperti anak mereka sendiri.

2.  Khadijah binti Khuwaylid melamarnya

Saat Nabi Muhammad ﷺ berusia 25 tahun, ia dilamar oleh Khadijah, wanita yang mempekerjakannya. Pernikahan monogami mereka berlangsung selama 24 tahun hingga akhirnya Khadijah meninggal.

3. Reaksi Nabi Muhammad saat pertama kali diturunkan wahyu

Nabi Muhammad ﷺ seringkali mengasingkan diri di gua Hira yang berada di sebuah gunung dekat Mekah untuk meditasi dan meminta petunjuk religius. Suatu malam di tahun 610 M, saat ia sedang berbaring di gua Hira, malaikat Jibril menampakkan diri dan menurunkan wahyu pertama. Ini membuatnya kebingungan dan takut karena Nabi Muhammad ﷺ menyadari bahwa dirinya diberikan tanggung jawab yang sangat besar dan tak yakin bisa mengembannya. Setelah wahyu pertama diturunkan, Nabi Muhammad ﷺ bergegas meninggalkan gua dan pulang ke rumah untuk menceritakannya kepada Khadijah. Wahyu pertama ini menandai perjalanan Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-’Alaq 96:1-5)

4. Pribadi yang rendah hati dan sederhana

Kendati memiliki begitu banyak pengikut, Nabi Muhammad ﷺ tetap rendah hati dan tidak meninggikan dirinya dari orang-orang. Ia terus menanamkan kepada para pengikutnya bahwa dirinya hanyalah utusan Allah dan mereka tidak boleh memujanya.

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al-Kahf 18:110)

5. Salat hingga Kakinya Bengkak

Diriwayatkan oleh Mughirah bin Syu’bah, Nabi Muhammad ﷺ sering melaksanakan salat hingga kedua mata kakinya bengkak. 

Lalu dikatakan kepadanya, “Mengapa engkau membebani dirimu, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?” (HR. Muslim)

6. Mukjizat dari Nabi Muhammad

Di hari saat dibuat Perjanjian Hudaibiyah, orang-orang merasa sangat haus dan bergegas mendatangi Nabi Muhammad ﷺ. Mereka tidak punya air untuk minum atau wudhu dan hanya memiliki sewadah kecil air yang jelas tidak cukup untuk mereka semua. Nabi Muhammad ﷺ lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah tersebut dan air mulai mengalir dari jemarinya seperti mata air. Semuanya kemudian bisa minum dan wudhu.

7. Mencetuskan Hak bagi Perempuan

Pada abad ke-7 Masehi di Arab, perempuan memiliki hak yang sangat sedikit. Bahkan sebelum Islam, anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup hanya karena perempuan dipandang memalukan. Selain itu prostitusi ada di mana-mana dan perempuan diperlakukan seperti barang milik suami. Di sisi lain, perceraian hanya bisa dilakukan oleh suami dan warisan hanya bisa diturunkan pada pihak yang kuat. Adalah Nabi Muhammad ﷺ yang melakukan perubahan revolusioner untuk hak-hak perempuan di masa itu. Ia mengajarkan bahwa perempuan setara dengan lelaki di mata Allah, serta melarang perzinahan dan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad ﷺ,

“Dan aku perintahkan agar kau memperlakukan perempuan dengan baik.” (HR. Tirmidzi)

8. Mencetuskan Hak bagi Hewan

Nabi Muhammad ﷺ melarang penyiksaan terhadap hewan dan mengajarkan bahwa manusia bisa masuk surga karena mereka berbuat baik terhadap binatang.

“Ketika tengah berjalan, seorang laki-laki merasa sangat kehausan. Dia turun ke suatu sumur dan meminum darinya. Tatkala ia keluar, tiba-tiba ia melihat seeokor anjing yang sedang kehausan sehingga menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah yang basah. Orang itu berkata: “Sungguh anjing ini telah tertimpa (dahaga) seperti yang telah menimpaku.” Ia (turun lagi ke sumur) untuk memenuhi sepatu kulitnya (dengan air) kemudian memegang sepatu itu dengan mulutnya lalu naik dan memberi minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih terhadap perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah kita mendapat pahala (bila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda: “Pada setiap yang memiliki hati yang basah (hewan) maka terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya).” (HR. Bukhari)

9. Memaafkan Musuh

Awal perjalanan Nabi Muhammad ﷺ menjadi nabi tidaklah mudah. Ajaran yang dibawanya tidak diacuhkan di kampung halamannya sendiri karena bertentangan dengan gaya hidup masyarakat di Mekah saat itu. Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya pun mengalami persekusi berat. Penduduk Mekah bahkan menyiksa dan membunuh pengikut Rasulullah, serta mengusirnya dari Mekah. Namun seiring Islam berkembang, Nabi Muhammad ﷺ membawa umat Muslim kembali ke Mekah. Mereka bahkan berhasil memasuki dan menaklukkan Mekah tanpa ada pertumpahan darah dan Nabi Muhammad ﷺ pun mengampuni orang-orang yang memusuhinya.

10. Membuat Piagam Madinah

Setelah bermigrasi dari Mekah ke Madinah (hijrah), Nabi Muhammad ﷺ membuat rumusan perjanjian. Perjanjian-perjanjian tersebut dibuat untuk berbagai golongan, dari Mujahirun, suku-suku besar di Yathrib (Madinah), Yahudi, Kristen, penyembah berhala, dan para mualaf yang disebut sebagai Ansar. Piagam Madinah yang juga disebut sebagai Konstitusi Madinah menyatakan bahwa mereka semua adalah “satu bangsa” dan setiap golongan memiliki hak untuk bebas beribadah. Piagam ini membentuk pondasi dasar negara Islam di Madinah.

Referensi:

  1. Wikipedia.org. “Muhammad”
  2. Encyclopedia.com. “Muhammad
  3. Ohfact.com. “20 Interesting Facts about Prophet Muhammad”

Leadership Lessons From Prophet Muhammad ﷺ

Allah SWT chose Prophet Muhammad ﷺ as the leader of the Muslim ummah and there are many extraordinary qualities that make Prophet Muhammad a successful leader:

And We made them into leaders to guide people in accordance with Our command, and We inspired them to good works, and to establish Prayers and to give Zakah. They worshipped Us alone

(Al-Anbya 21:73)

Here are some qualities that made Prophet Muhammad ﷺ an excellent leader and what we can practise in our lives when being a leader.

Be Trustworthy

Prophet Muhammad ﷺ was known as Sadiq and Ameen and everyone knew that he could be trusted fully. Even those who did not believe in the message of Islam sometimes gave him their assets for safekeeping.

For someone, who had so many enemies (based on the opposition of Islam), to be trusted in such a manner is a testament to the kind of person and leader he was.It is important for the people to trust in their leader and hence it is a quality that must be present in anyone who aims to be a good leader.

Be Fair

Allah Almighty clearly states that those who deny rights are to be looked down upon:

Have you seen the one who denies the Recompense? For that is the one who drives away the orphan. And does not encourage the feeding of the poor. So woe to those who pray. [But] who are heedless of their prayer – Those who make show [of their deeds]. And withhold [simple] assistance

(Al-Ma’un 107:1-7) 

Prophet Muhammad ﷺ was a perfect example of a just leader. As a leader, one should strive to be fair and offer assistance whenever approached. In addition, a leader should be just in such a way so as to not discriminate against anyone based on gender, race or class status.

Be Steadfast and Determined

The life of the Prophet Muhammad ﷺ consists of many examples of willpower. When he was threatened about his preachings of Islam, he remained resolute and never backed down from his religious and moral endeavor.

The highly successful leaders are fearless to take any actions in the favor of common good. They are not easily influenced and not only take bold decisions, but also remain steadfast on their stance.

Be Compassionate

In the Holy Quran, Allah Almighty says about Prophet Muhammad ﷺ:

And We have not sent you, [O Muhammad], except as a mercy to the worlds

Al-Anbya (21:107)

And indeed the Prophet Muhammad ﷺ was the epitome of compassion and mercy. Whenever someone wronged him, he would forgive them and would refrain from holding grudges.

Leadership is about compassion. It is about having the ability to be understanding, relate to and connect with people for the purpose of inspiring and empowering their lives.

Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Muhammad ﷺyang bernama lengkap Muhammad bin Abdullah dilahirkan di bulan Rabiul Awal pada 570 Masehi (M) di Semenanjung Arab. Nabi Muhammad ﷺ telah menjadi anak yatim sejak sebelum dilahirkan karena sang ayah, Abdullah bin Abdul Muttalib, telah meninggal sejak ia masih berada di dalam kandungan.

Di usia enam tahun, ibunda Nabi Muhammad ﷺ, Aminah binti Wahab, meninggal dunia. Ia kemudian diasuh dan dibesarkan oleh kakeknya yang bernama Abd al-Muttalib. Setelah kakeknya meninggal, Nabi Muhammad ﷺ dibesarkan oleh sang paman, Abu Talib.

Lahir di keluarga pedagang, Nabi Muhammad ﷺ menghabiskan masa kecilnya dengan hidup secara nomaden. Ia ikut dalam rombongan karavan di jalur utama perdagangan Arab kala itu yang melalui Mekah. Pada 582 M, Nabi Muhammad ﷺ berkunjung ke Siria bersama dengan pamannya, Abu Thalib. Di sana ia bertemu dengan Bahira, seorang biksu yang melihat pertanda dalam diri Muhammad muda, bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi seorang nabi yang hebat.

Beberapa tahun kemudian saat menginjak usia remaja, Nabi Muhammad ﷺ sudah bisa berdagang sendiri. Karena terkenal dengan kejujurannya, orang-orang memanggilnya al-Amin, yang berarti “yang terpercaya”. Di usia dua puluhan tahun, Nabi Muhammad ﷺ bekerja sebagai pedagan karavan untuk seorang janda yang berusia 15 tahun lebih tua darinya. Ia bernama Khadijah. Saat Nabi Muhammad ﷺ berusia 25 tahun, Khadijah melamarnya. Mereka akhirnya menikah pada 595 M, dan bersama-sama menjalani hidup sebagai pedagang yang sukses dan kaya raya.

Turunnya Wahyu Pertama

Sebagai seorang pedagang yang sukses, Nabi Muhammad ﷺ memiliki kebiasaan unik. Ia seringkali mengasingkan diri di gunung untuk meditasi dan berdoa meminta petunjuk religius. Suatu malam di tahun 610 M, saat sedang berbaring di dalam gua Hira yang berada di gunung dekat Mekah, malaikat Jibril mendatanginya. Nabi Muhammad ﷺ mendengar suara yang memerintahnya untuk mengucapkan ayat-ayat yang kemudian akan ada di dalam Quran:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-’Alaq 96:1-5)

Setelah menerima wahyu pertamanya, Nabi Muhammad ﷺ merasa tertekan. Ia bergegas meninggalkan gua dan pulang ke rumah untuk menceritakannya kepada Khadijah. Ia merasa bingung dan takut karena menyadari bahwa ini adalah suatu tanggung jawab yang sangat besar. Nabi Muhammad ﷺ tidak yakin dirinya bisa menanggung semua ini. Namun Khadijah menenangkan dirinya. Wahyu pertama ini menandai awal dari perjalanan kenabian Rasulullah. Khadijah pun menjadi orang pertama yang menganut agama baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, yang kemudian dinamakan sebagai Islam. 

Mulai Berdakwah

Sekitar tahun 613 M, Nabi Muhammad ﷺ mulai menyampaikan keyakinannya dan ayat-ayat dari wahyu yang diterimanya. Ia mulai berdakwah tentang Islam untuk kalangan tertutup selama tiga tahun, baru kemudian mulai berdakwah untuk publik di Mekah. Awalnya, ajaran Nabi Muhammad ﷺ dianggap remeh dan tidak dipedulikan. Ia dilawan oleh kalangan oposisi yang juga sedang berkembang, terutama karena ajarannya bertentangan dengan tradisi menyembah berhala saat itu. 

Kendati demikian, seiring pengaruh Nabi Muhammad ﷺ mulai berkembang, ia juga mulai menarik sejumlah kecil pengikut yang angkanya terus bertambah. Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya juga mengalami persekusi berat saat itu. Penduduk Mekah bahkan menyiksa dan membunuh para pengikut Rasulullah dan berhasil mengusir mereka keluar dari Mekah. Enam tahun setelah dakwah perdana Nabi Muhammad ﷺ, Khadijah sang istri tercinta pun meninggal dunia. 

Hijrah dan Pertempuran

Pada 622 M, Nabi Muhammad ﷺ dan para pendukungnya meninggalkan Mekah dan bermingrasi ke Yathrib untuk melarikan diri dari para penyembah berhala dan orang-orang musyrik. Momen ini dinamakan sebagai hijrah dan menandai awal mula kalendar Islam (Hijriyah) dan Yathrib kemudian dikenal sebagai Madinah. Seiring Nabi Muhammad ﷺ membesarkan komunitas Islam di Yathrib dan sekitarnya, masyarakat Mekah tidak dengan mudah menerima kesuksesan Rasulullah. Ini menyebabkan pecahnya pertempuran besar selama tiga tahun berikutnya. Pertempuran pertama adalah Perang Badar, lalu Perang Uhud, dan yang ketiga adalah Perang Khandaq.

Setelah pertempuran terakhir selesai, Islam berkembang pesat karena semakin banyak orang yang menganutnya. Pada 628 M, Nabi Muhammad ﷺ bertemu dengan para pemimpin Mekah dan membuat perjanjian. Perjanjian ini dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah yang dibuat untuk mengakhiri pertikaian dan mengizinkan masyarakat Muslim di Madinah menunaikan ibadah haji di Mekah.

Namun dua tahun kemudian, Mekah melanggar perjanjian. Nabi Muhammad ﷺ kemudian membawa sekitar 10.000 pasukan menuju Mekah. Mereka berhasil memasuki dan menduduki Mekah tanpa ada pertumpahan darah dan masyarakat Mekah yang memusuhi Nabi Muhammad ﷺ diampuni olehnya.

Kaaba in Mecca Saudi Arabia

Setelah menaklukkan Mekah, dalam beberapa tahun kemudian Nabi Muhammad ﷺ mempersatukan Arab menjadi negara Islam. Kabah menjadi tempat ibadah agama Islam dan hingga kini menjadi titik pusat tempat umat Muslim menunaikan ibadah haji di Mekah.

Pada 632 M, Nabi Muhammad ﷺ menunaikan ibadah haji terakhir kalinya ke Mekah, lalu kembali ke Madinah. Tiga bulan kemudian, pada 8 Juni, Nabi Muhammad ﷺ meninggal dunia setelah tidak lama mengalami kondisi sakit. Nabi Muhammad ﷺ dimakamkan di Masjid Nabawi, salah satu dari banyak masjid yang dibangun olehnya di Madinah.

Referensi:

  1. Encyclopedia.com. “Muhammad
  2. Quranicstudies.com. “A Short Biography of Prophet Muhammad”
  3. Biography.com. “Muhammad” 

Healthy Habits of Prophet Muhammad ﷺ

Prophet Muhammad ﷺ has set the best examples for us Muslims to follow. It is Sunnah to follow his daily habits and they do not only have spiritual benefits, but also physical and physiological benefits too.

” The Messenger of God is an excellent model for those of you who put your hope in God and the Last Day and remember Him often.”

Al-Ahzaab 33:21

Many of the benefits of these habits have been affirmed by science too. Here are some of them:

1. Wake up early in the morning

Each day, Prophet Muhammad ﷺ woke up early with the Adhan of Fajr, Being an early riser has scientifically been correlated with better productivity, as well as better mental health in general.

He would also pray a couple of rak’aahs (units of prayer) in his home and lie on his right side waiting to be called to lead the prayers.

2. Eat slowly and in moderation

The practice of eating slowly and in moderation to prevent sickness and diseases were emphasized by Prophet Muhammad ﷺ, and now have been backed heavily by science.

The Islamic concept ‘1/3 for your food, 1/3 for your liquids, and 1/3 for your breath’ matches very closely to the Japanese ‘hara hachi bu’ concept, which means eat until you are only 80% full.

Eating slowly also will help you eat less food and improve your digestion, and it is a practice Prophet Muhammad ﷺ did himself and strongly advocated.

3. Practise fasting

Fasting was a regular practice of Prophet Muhammad ﷺ, not just during Ramadan. He would fast every Monday and Thursday, and also on the 13th, 14th and 15th of each Islamic month.

“The Messenger of Allāh (peace and blessings of Allāh be upon him) was keen to fast on Mondays and Thursdays.”

Al-Nasaa’i, 2320

This is similar to the intermittent fasting practice, which has been proven to balance hormone levels, prevent oxidative stress, and reduce overall inflammation.

4. Drink water in 3 breaths

Prophet Muhammad ﷺ said to not drink water in one gulp like a camel, instead take small sips and best within 3 breaths.

Today, science shows that when a person drinks too much water in a short period of time they can imbalance blood electrolyte levels and experience dizziness. Drink water slowly so it will help your body absorb fluids and get the most out of them.

5. Eat pomegranates

Pomegranates which are thought to have been the Prophet’s favourite fruit contain manganese, which helps in the formation of bone structures during the metabolic process, and potassium, which aids in maintaining cellular function and keeps a balance in fluid levels.

They are also potent in flavonoids and polyphenols, antioxidants which protect our bodies against heart disease.

6. Eat dates

Dates are the perfect foods to break your fast as they stabilize your blood sugar levels, rebalance blood electrolyte levels, and help kick start your digestive system in preparation for food.

Dates are now proven to boost oxytocin production in your body and speed up labour.

Prophet Muhammad ﷺ also said:

A family which has dates will not be hungry. (Muslim)

7. Stay active

Fulfilling three of the five pillars of Islam requires that Muslims be of sound health and fitness.

Prayer in itself is a form of exercise that requires movement of your body’s muscles and joints. Good health is also necessary if you intend to fast or participate in Hajj and Prophet Muhammad ﷺ strongly encouraged physical exercise.

8. Avoid sleeping on the stomach

Due to the weight of the spine, adults and even babies are told not to sleep on their stomachs by doctors, since this manner of sleeping has a severe effect on the internal organs and the spine. 

“The Messenger of Allāh (s) came out in the night to check up on his guests, and saw me lying on my stomach. He prodded me with his foot and said, ‘Do not lie in this manner, for it is a way of lying that Allāh hates.’” Al-Tirmidhi, 2798

9. Share food with others

Prophet Muhammad ﷺ always preached on the benefits of sharing as opposed to over-indulging in the good things in life.

Prophet Muhammad ﷺ encouraged sharing food with neighbours, friends and the poor. This principle of improving the public’s general health is thanks to the Prophet’s own lifestyle and ideas.

10. Consume honey

Honey is a natural cure for almost all types of illnesses. Prophet Muhammad ﷺ used to drink a glass of water mixed with honey every single morning. Honey is considered to cure all ailments ranging from stomach issues, appetite issues and controlling phlegm.

The Prophet ﷺ said,

“Healing is to be found in three things: the instrument of the cupper, drinking honey and cauterization with fire, but I forbid my ummah to use cauterization.”  (Bukhari 5681)

The Life Story of Prophet Muhammad ﷺ

Prophet Muhammad ﷺ, whose full name was Muhammad ibn Abdullah was born in the month of Rabi’-ul-Awwal in 570 CE, on the Arabian Peninsula. Prophet Muhammad ﷺ was orphaned at an early age because his father, Abdullah ibn Abd al-Muttalib, has passed away before his birth.

At age six, Prophet Muhammad’s mother, Aminah bint Wahb, passed away. He then grew up among relatives and was raised under the care of his paternal grandfather Abd al-Muttalib, and after his death, by his uncle Abu Talib.

Born in a merchant family, Prophet Muhammad ﷺ spends much of his childhood among nomads, accompanying the caravans on Arabia’s main trade route through Mecca. In 582 CE, Prophet Muhammad ﷺ travelled to Syria with his uncle, Abu Thalib. He met Bahira the monk who found the signs of young Muhammad would be a great prophet one day.

Few years later in his teens, Prophet Muhammad ﷺ became a merchant himself and people called him al-Amin, meaning “the trusted one” for his honesty. In his early twenties, he worked as a caravan merchant for a widow named Khadija who was fifteen years older than him. When Prophet Muhammad ﷺ was 25 years old, Khadija proposed him to marry. The two were wed in 595 CE, then Khadija and Muhammad lived the life of a prosperous merchant and wealthy.

First Revelation

As a sucessful merchant, Prophet Muhammad ﷺ has a unique habit. From time to time he withdraw into the mountains to meditate and pray for guidance in religious matters. One night in the year 610 CE, when he was lying in a cave of Hira in a mountain near Mecca, archangel Gabriel appeared to him. He heard a voice that commanded him to recite verses that would later be included in the Quran:

“Recite in the name of thy Lord Who created: Created man from a clot of blood. Recite! Thy Lord is the Most Beneficent, Who taught man by the pen, taught him what he knew not.” (Al-’Alaq 96:1-5)

Upon receiving his first revelations, Prophet Muhammad ﷺ was distressed. He hurriedly left the cave, returned home to Khadija to tell her about it. He became perplexed and terrified because he knew it was a huge responsibility. He was not sure that he could carry out, but Khadijah consoled and reassured him. This first revelation marked the beginning of his prophethood and Khadijah became the first convert to Prophet Muhammad’s new religion, which was called Islam. 

Started to Preach

In the beginning about 613 CE, Prophet Muhammad ﷺ began to preach his beliefs and to recite verses from his revelations. He started to preach Islam privately for three years, then began to preach publicly in Mecca. At first, Prophet Muhammad’s teachings were ridiculed and ignored. He was confronted with growing opposition, especially as his teachings went against the prevalent tradition of idol worship.

However, as his influence began to grow, over time he attracted a small but growing number of followers. Prophet Muhammad ﷺ and his followers experienced heavy persecution. The Meccan even tortured and killed his followers and successfully exiled him from Mecca. Six years since his first preach, his beloved wife Khadijah passed away.

Hijrah and the Battles

At 622 CE, Prophet Muhammad ﷺ and his followers left Mecca and migrated to Yathrib to escape persecution from pagans and idolatrous. It’s called hijrah and marked as the beginning of the Islamic calendar (Hijri), while Yathrib would later become called Medina. As he established his Islamic community in and around Yathrib, the Meccans did not take Prophet’s new success lightly. It led to three major battles in the next three years; the first was Battle of Badr, and then Battle of Uhud, and the third was Battle of the Trench (Khandaq). 

After the last battle was over, as more and more people converted, Islam grew rapidly. In 628 CE, Prophet Muhammad ﷺ met the Meccan leaders and negotiated a treaty. This agreement, known as the Truce of Hudaybiyyah, was made to bring an end to the hostilities and allowed Medinan Muslims to complete the obligation of hajj in Mecca. 

However, two years later, Mecca violated the treaty. Prophet Muhammad ﷺ then marched on the city with ten thousand men. They entered and conquered Mecca without bloodshed and the Meccans were pardoned by him.

Kaaba in Mecca Saudi Arabia

After the conquest of Mecca, Prophet Muhammad ﷺ united Arabia into an Islamic state in a few years. The Kaaba was turned into a place of Islamic worship. It remains a central part of Islam that all Muslims are expected to make a hajj, or pilgrimage to Mecca.

In 632 CE Prophet Muhammad ﷺ performed a pilgrimage to Mecca one last time and then returned to Medina. Three months later, on 8th of June, he passed away there after a brief illness. Prophet Muhammad ﷺ was buried at al-Masjid an-Nabawi (the Mosque of the Prophet) one of the first mosques built by Prophet Muhammad ﷺ in Medina.

Reference:

  1. Encyclopedia.com. “Muhammad
  2. Quranicstudies.com. “A Short Biography of Prophet Muhammad”
  3. Biograpphy.com. “Muhammad” 

Hashtag Bulan Ini

Setiap bulan, Muslim Pro mengusung tema berbeda dalam kanal ‘Inspirasi’. Jelajahi berbagai konten seputar tema bulanan dengan lebih mudah menggunakan hashtag yang kami rekomendasikan.

Anda juga bisa menyimpan konten yang disukai sebagai favorit sehingga bisa mencarinya lagi dengan lebih mudah.

Tema konten bulan ini adalah Kisah Para Rasul (Nabi). Carilah berbagai hashtag yang direkomendasikan berikut ini:

#kisahpararasul

#nabimuhammad

#utusan

#wanitadalamislam

#sunnah

#quran

#hijrah

#islam

#kabah

#malaikat

Wallpaper Bulan Ini

Wallpaper bulanan kami adalah satu siri wallpaper percuma untuk telefon anda. 

Wallpaper bulan ini bertemakan Kisah-kisah Rasul. Sejak permulaan masa dan sepanjang sejarah, sebilangan besar Nabi dihantar untuk membimbing manusia. Nabi menyebarkan syiar Islam, untuk mencari ketenangan dalam hidup melalui penyerahan diri kepada Yang Maha Mencipta: untuk percaya kepada Allah dan mengikuti ajaran Islam.

Tekan dan tahan pada gambar untuk menyimpannya kepada peranti anda.

Wallpaper bulan ini

Wallpaper Bulan Ini adalah seri wallpaper dari kami yang bisa didapatkan secara gratis untuk ponsel Anda.

Bulan ini, kami menghadirkan wallpaper bertema Kisah Para Nabi. Sejak awal dan sepanjang sejarah, ada banyak sekali nabi dan rasul yang diutus untuk membimbing umat manusia. Nabi dan rasul tersebut menyampaikan pesan/ajaran Islam kepada masyarakat – untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup dengan berserah diri kepada Sang Pencipta; percaya kepada Tuhan, dan mengikuti ajaran-Nya.

Tekan gambar agak lama untuk menyimpannya ke dalam ponsel Anda.