Tema Bulan Ini: Rukun Islam

Di bulan Oktober, kami menghadirkan 5 Rukun Islam yang menjadi kewajiban setiap umat Muslim demi menjalani hidup yang baik dan dan bertanggung jawab.

Rukun Islam sendiri berdasar pada apa yang sudah diperintahkan Allah (SWT) kepada Nabi Muhammad ﷺ yang kita teladani. Rukun Islam juga disebutkan secara khusus di dalam Quran dan dinarasikan dalam hadis.

Jelajahi kanal Inspirasi kami bulan ini untuk lebih banyak tahu tentang Rukun Islam yang menjadi landasan dasar kehidupan umat Muslim.

5 Rukun Islam

5 Rukun Islam terdiri dari: 

1. Syahadat: Pernyataan iman 

2. Salat: Salat wajib yang dilakukan 5 waktu dalam sehari. 

3. Zakat: Amal yang dikeluarkan bagi fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. 

4. Puasa (Saum): Berpuasa selama bulan Ramadan.

5. Naik Haji: Ibadah haji ke Mekkah bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah, putra Umar bin Khattab (ra) mengatakan:

Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, menunaikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadan.”

[Referensi 40 Hadis Nawawi 3]

Rukun Islam ke-1 – Syahadat

Pernyataan iman atau syahadat, adalah bentuk kepercayaan terhadap Islam yang paling mendasar dan harus diungkapkan dengan penuh keyakinan dan tulus. Syahadat menyatakan bahwa “Tiada Tuhan kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Rukun Islam ke-2 – Salat

Setiap Muslim diwajibkan untuk melakukan salat 5 waktu setiap hari:

  • Dini hari (Salat Subuh)
  • Siang (Salat Zuhur)
  • Sore (Salat Asar)
  • Matahari terbenam (Salat Magrib)
  • Malam (Salat Isya)

Waktu salat bervariasi tergantung di belahan dunia bagian mana Anda berada karena setiap negara memiliki zona waktu berbeda. Pastikan Anda mengecek aplikasi Muslim Pro untuk menentukan waktu salat yang paling akurat.

Rukun Islam ke-3 — Zakat

Zakat adalah menyisihkan sebagian harta untuk diamalkan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam hukum Islam, seorang Muslim menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka sekitar 2,5 persen dari jumlah total aset cair, dan dari properti yang bisa menghasilkan pendapatan.

Tindakan amal ini berfungsi sebagai pengingat tanggung jawab setiap individu yang lebih luas terhadap komunitas.

Rukun Islam ke-4 – Puasa (Saum)

Selama bulan Ramadan, bulan ke-9 dalam kalendar Islam, umat Muslim diharapkan untuk berpuasa dari pagi hingga petang. Kendati ada perkecualian bagi yang mereka sedang sakit, manula, dan ibu hamil, semua Muslim diharapkan untuk menahan diri untuk tidak makan dan minum sepanjang hari.

Rukun Islam ke-4 – Naik Haji

Seluruh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial, diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah paling tidak satu kali dalam seumur hidup. Musim haji tahunan biasanya dilakukan pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Zulhijah sendiri merupakan bulan ke-12 dalam kalendar Islam.

Unduh Wallpaper Bulan Ini

Wallpaper Bulan Ini adalah seri wallpaper dari kami yang bisa didapatkan secara gratis untuk ponsel Anda.

Bulan ini, kami menghadirkan wallpaper bertema Rukun Islam, landasan utama dalam hidup umat Muslim. Wallpaper ini bisa menjadi pengingat tentang apa yang harus dipraktikkan seorang Muslim untuk menjalani kehidupan yang baik dan bertanggung jawab secara Islam. Unduh di sini.

Hashtag yang Disarankan 

Jelajahi konten tema bulan ini dalam kanal ‘Inspirasi’ kami dengan mencari berbagai hashtag yang disarankan berikut ini:

#pillarsofislam #islam #syahadat #salat #zakat #ramadan #haji #umrah

Jenis Zakat dan Tingkat Perhitungan

Jenis Zakat

Zakat Fitrah 

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap umat Muslim, berapa pun usianya, statusnya, atau kekayaannya. Zakat ini harus dibayarkan di akhir bulan Ramadan atau sebelum salat Ied. Kepala keluarga diperbolehkan membayar sejumlah total zakat wajib seluruh anggota keluarga (termasuk bayi yang masih di dalam kandungan).

Zakat Maal (pada harta)

Zakat Maal adalah zakat yang dikeluarkan secara berkala sesuai dengan jumlah harta yang dimiliki seorang Muslim atau pun organisasi. Zakat ini wajib dilakukan oleh umat Muslim maupun organisasi yang telah mencapai nishab (batas minimum) dan terbebas dari utang serta kepemilikan atau haul (selama satu tahun).

Menyisihkan Aset untuk Zakat

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi harus dibayarkan saat kita menerimanya. Banyak yang lebih suka membayar zakat dengan mengakumulasikannya selama satu tahun, namun disarankan untuk membayar zakat begitu kita menerima penghasilan. Ada berbagai jenis aset yang terkena zakat penghasilan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Penghasilan dari bisnis

2. Honor profesional

3. Gaji dan bonus

4. Penghasilan dari barang sewaan

5. Hasil panen

Zakat pada Aset

Zakat pada aset dibayarkan per tahun sesuai tempat di mana aset tersebut berada.

Beberapa aset yang harus disisihkan untuk zakat adalah:

1. Investasi real estate 

2. Saham, obligasi, reksa dana, komoditas

3. Tabungan dan dana pensiun 

4. Aset bisnis dan kapital lainnya 

Tingkat Perhitungan Zakat 

1. Sebesar 2,5% pada penghasilan dan aset umum 

2. Sebesar 5% pada pertanian yang memiliki sistem pengairan dengan peralatan mekanik (sumur, sprinkler, dan lainnya) 

3. Sebesar 10% pada pertanian yang memiliki sistem pengairan menggunakan air hujan 

4. Sebesar 20% pada komoditas yang dihasilkan dari alam (minyak, emas, perak, dan lainnya)

Tidak yakin berapa jumlah zakat yang harus Anda bayarkan tahun ini? Gunakan kalkulator zakat dari aplikasi Muslim Pro untuk menghitung zakat dengan mudah.

Setelah zakat terhitung dengan tepat, Anda juga bisa langsung menyalurkannya melalui Muslim Pro dan duithape di sini.

Selamat menunaikan zakat! Semoga ibadah zakat kita diterima oleh Allah SWT.

Referensi:

– The Ramadan Kareem “Ramadan Zakat 2019: Calculator, Rules (Whom to Give Zakat?)” https://www.theramadankareem.com/ramadan-zakat

– “Who receives Zakat? Who pays Zakat?” https://i.pinimg.com/originals/50/e4/89/50e48979a152c697766f56e3df6c6ee1.jpg

-“Do Muslims Pay Zakat only in Ramadan?” https://www.globalsadaqah.com/blog/muslims-pay-zakat-ramadan/

Kenali Muslim Pro Dengan Lebih Dekat!

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT.

Muslim Pro mula dilancarkan pada Ogos 2010 dan kini, 9 tahun kemudian dengan 25 ahli pasukan, Alhamdulillah kami telah mencapai 75 juta muat turun dari seluruh dunia! 

Dengan muat turun dari lebih 200 negara, Muslim Pro adalah aplikasi mudah alih yang terkemuka bagi umat Islam. Terdapat di App Store Apple dan Google Play Store, Muslim Pro merupakan aplikasi terbesar di dunia untuk umat Islam, menawarkan ciri-ciri keagamaan, gaya hidup dan komuniti yang komprehensif.

Muslim Pro baru-baru ini telah dianugerahkan Anugerah Ekonomi Islam (kategori Media) di  Sidang Kemuncak Ekonomi Islam Global 2018 .

Pengarah Urusan Aplikasi Muslim Pro, Louis Carcouet menerima Anugerah Ekonomi Islam (kategori Media) di Dubai daripada HH Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putera Mahkota Dubai dan Pengerusi Majlis Eksekutif.

Ibu pejabat Muslim Pro terletak di Singapura dan juga mempunyai pejabat tempatan di Kuala Lumpur, Malaysia dan Jakarta, Indonesia.

Ahli pasukan Muslim Pro terdiri daripada golongan yang berbilang kaum dan agama. Kami di Muslim Pro amat menghargai toleransi dan kepelbagaian serta bangga bahawa pemegang saham dan ahli-ahli pasukan terdiri daripada golongan yang majmuk. Fakta yang menarik; pasukan kami terdiri daripada 8 bangsa dari seluruh dunia!

Pasukan Muslim Pro Malaysia di Majlis Berbuka Puasa Ramadan 2019
Pasukan Muslim Pro yang terdiri daripada golongan berbilang kaum dan agama!

Pemegang saham Muslim Pro terdiri daripada Bintang Capital iaitu syarikat pengurusan ekuiti swasta di bawah Affin Bank Berhad dari Malaysia dan rakan kongsi strategik di Singapura, CMIA Capital Advisors. Bintang Capital adalah satu inisiatif yang diketuai oleh Johan Rozali-Wathooth.

Johan Rozali-Wathooth selaku Pengarah Eksekutif dan Ketua Pengurusan Bintang Capital

Di Malaysia, pasukan Muslim Pro yang diketuai oleh Nik Emir Din berazam untuk mengukuhkan lagi jenama dan pasaran di negara ini kerana jumlah pengguna di Malaysia antara yang tertinggi dan kira-kira satu per sepuluh daripada pangkalan pengguna secara keseluruhan.

Pengasas Aplikasi Muslim Pro, Erwan Mace (kanan) bersama Pengarah Urusan Aplikasi Muslim Pro, Louis Carcouet dan Pengurus Negara Malaysia, Nik Emir Din (tengah) melancarkan Aplikasi Muslim Pro di Kuala Lumpur. NSTP/AIZUDDIN SAAD

Muslim Pro adalah aplikasi semua-dalam-satu untuk umat Islam. Ia menyediakan fungsi seperti waktu solat yang paling tepat (sebagai contoh di Malaysia, mengambil maklumat sah daripada JAKIM, di Indonesia daripada KEMENAG dan di Singapura daripada MUIS), Al-Quran serta terjemahan yang dihasilkan dengan teliti, disahkan dan dipantau secara berterusan oleh sekumpulan pakar dalam Projek Tanzil (maklumat lanjut di http://tanzil.net/trans/), arah kiblat, senarai restoran halal, senarai masjid berhampiran, kalkulator zakat dan banyak lagi fungsi lain. Semuanya di dalam satu aplikasi sahaja.

Muat turun aplikasi Muslim Pro di App Store Apple dan Google Play Store sekarang!

Types of Zakat and Payment Rates

Types of Zakat

Zakat al-Fitr (of the body)

Zakat al-Fitr is an obligatory charity on every Muslim regardless of their age, status or wealth. It has to be paid by the end of Ramadan or on the day of Eid before the Eid prayer. The head of the household may pay the required amount for all other family members (including an unborn baby).

Zakat al-Mal (on wealth)

Zakat al-Mal is a cyclic charity based on the amount of wealth owned by a Muslim individual or organization. This payment is obligatory upon any Muslim individual or organization that has completed the requirement of nisab and haul (one hijrah calendar year).

Qualifying Assets for Zakat

Zakat on Income

Zakat on income should be paid as it is received. Many prefer to pay on an annual lunar fiscal year but it is encouraged to pay zakat as you receive your income. Asset income is paid where it is generated. Some categories are:

1. Business income

2. Professional fees

3. Salaries & bonuses

4. Rental income

5. Agricultural harvests

Zakat on Assets

Zakat on assets is to be paid on annual basis in the locality where the asset resides.

Some qualifying assets are:

1. Real estate investments

2. Stocks, bonds, ETFs, commodities

3. Savings accounts & retirement plans

4. Business & other capital assets

Zakat Payment Rates

1. 2.5% on income and general assets

2. 5% on agriculture irrigated with mechanical fixtures (wells, sprinklers, etc.)

3. 10% on agriculture irrigated with rain

4. 20% on commodities extracted from the earth (oil, gold, silver, etc.)

Not sure how much Zakat you should pay this year? Use Muslim Pro’s Zakat calculator for you to calculate your Zakat easily from the app. Try it out now in our app!

References:

– The Ramadan Kareem “Ramadan Zakat 2019: Calculator, Rules (Whom to Give Zakat?)” https://www.theramadankareem.com/ramadan-zakat

– “Who receives Zakat? Who pays Zakat?” https://i.pinimg.com/originals/50/e4/89/50e48979a152c697766f56e3df6c6ee1.jpg

-“Do Muslims Pay Zakat only in Ramadan?” https://www.globalsadaqah.com/blog/muslims-pay-zakat-ramadan/

Mengapa Umat Muslim Salat Menghadap Kabah?

Bagi lebih dari 1,8 juta umat Muslim yang tersebar di penjuru dunia, mengetahui kiblat atau arah salat merupakan hal yang sangat penting. Arah kiblat sendiri menghadap ke Kabah di Mekah, Arab Saudi. 

Kendati demikian, walaupun kiblat menghadap ke Kabah di Mekah, tak berarti umat Muslim lantas menyembah Kabah. Bangunan ini hanyalah merupakan sebuah titik untuk arah ibadah bagi umat Muslim, bukan sebagai obyek yang disembah. Umat Muslim sendiri tentunya menyembah Allah yang Mahakuasa. Diyakini bahwa dengan mengetahui kiblat, umat Muslim akan lebih bersatu dan lebih fokus karena memiliki kesamaan arah dalam salat.

Sejarah di Belakang Kiblat

Dalam awal perkembangan Islam, arah kiblat pertama kali menghadap ke Masjid al Aqsa di Yerusalem. Dua tahun setelah Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya bermigrasi dari Mekah ke Madinah (Hijrah) pada sekitar 624 M, kiblat diubah jadi menghadap ke Kabah. Perubahan ini terjadi tiba-tiba karena Rasulullah diceritakan menerima perintah dari Allah. Wahyu tersebut memintanya untuk, “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram”, masjid suci, tempat Kabah terletak di Mekah.

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. – Quran 2:144

Pada era sebelum Islam, Kabah sendiri merupakan sebuah makam. Umat Muslim meyakini bahwa Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, adalah yang membangun Kabah. Sesuai tradisi dari dulu hingga kini, bangunan ini tampil sederhana dengan bentuk bujur sangkar dan tanpa atap. Kendati demikian, sejak era Nabi Muhammad ﷺ hingga berabad-abad kemudian, Kabah telah melalui berbagai renovasi besar-besaran. Kabah kini memiliki struktur bangunan berbentuk kubus yang berdiri tegak setinggi lima belas meter dan lebar sepuluh setengah meter di setiap sisinya. Pintu Kabah juga kini terbuat dari emas asli sejak 1982.

Mencari Kiblat saat Bepergian

Terkadang saat sedang bepergian, di lokasi baru kita sering mengalami kesulitan dalam menentukan arah kiblat. Kembali mundur ke tahun-tahun sebelum ada teknologi digital, kita membutuhkan koordinat geografis akurat untuk membantu menemukan kiblat yang tepat, atau paling tidak, kita akan membutuhkan sebuah kompas. Namun kini, dengan bantuan aplikasi mobile, kita bisa menentukan arah kiblat dengan akurat.

Di mana pun Anda berada, kompas kiblat animasi dari Muslim Pro selalu siap menunjukkan Mekah sebagai arah salat. Anda hanya perlu membaca lebih lanjut mengenai cara penggunaan fitur kiblat Muslim Pro di sini.

Referensi:

Manfaat Salat Bagi Kesehatan

Sebagai Rukun Islam yang kedua, salat dilakukan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Salat lima waktu yang wajib dilakukan ini bisa dikatakan menyatukan pikiran, tubuh, dan jiwa dalam menyembah Allah. Di sisi lain, umat Muslim yang melakukan salat lima waktu juga akan diberikan pahala oleh Allah.

“Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” – Quran 2:277

Selain memiliki manfaat religius dan spiritual, salat ternyata juga bermanfaat secara fisik. Berbagai posisi dan gerakan fisik dalam salat, telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat kesehatan. 

1. Kebersihan

Sebelum salat, umat Muslim harus berwudu yang merupakan ritual penyucian diri dengan membasuh tangan, hidung, wajah, lengan, rambut, telinga, bagian belakang leher, kaki dan jari kaki. Tujuan melakukan wudu adalah memastikan diri bersih secara fisik sebelum salat. Ini jelas mendatangkan manfaat kesehatan, karena membilas diri dapat menyingkirkan kuman, alergen, dan mencegah berbagai jenis infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh higienitas yang buruk.

2. Mengurangi Sakit Punggung

Sebagian besar otot tubuh dilatih saat melakukan salat. Salat juga melemaskan persendian, dari mulai sendi bahu, siku, lutut, pergelangan kaki, dan panggul. Sebuah riset dari Binghamton University, New York, menemukan bahwa gerakan fisik yang dilakukan dengan tepat dan berulang secara rutin saat salat dapat mengurangi risiko sakit tulang belakang.

Misalnya, posisi ruku. Posisi ini membantu mengurangi nyeri pada tulang punggung bagian bawah dengan cara melemaskan ligamen dan otot. Ruku juga membantu meringankan nyeri pada spinal cord dan persendian panggul. Selain ruku, posisi saat tubuh melakukan sujud dan menunduk membantu membuka dan melemaskan persendian. Hal ini bagus karena aktivitas tersebut justru membuat persendian berfungsi dan sehat.

3. Meningkatkan Metabolisme

Gerakan-gerakan dalam salat bisa dikatakan sama dengan melakukan olahraga harian. Di sisi lain, melakukan olahraga setiap hari dapat menstimulasi dan meningkatkan metabolisme. Metabolisme yang baik tentunya akan meningkatkan fungsi organ dalam tubuh secara keseluruhan, termasuk menjaga kesehatan jantung dan mengatur sekresi kelenjar.

4. Memperbaiki Sirkulasi Darah

Jika menyangkut urusan tekanan darah, seringkali orang-orang merasa kesulitan untuk menjaga tekanan darahnya agar tetap normal. Terkadang aliran darah terlalu tinggi atau rendah di area tertentu dalam tubuh. Gerakan dan posisi berbeda dalam salat membantu mengatur dan memperbaiki aliran darah secara keseluruhan ke berbagai organ tubuh. Misalnya, dalam posisi ruku, aliran darah diatur pada tubuh bagian atas, sedangkan aliran tubuh bagian bawah diatur saat tasyahud. Sementara pada posisi lain seperti sujud, posisi kepala lebih rendah dari jantung. Ini membuat kepala menerima asupan darah yang lebih banyak. Aliran darah yang lebih banyak ini memberikan efek positif pada memori otak, konsentrasi, dan kemampuan kognitif lainnya.

5. Pencernaan yang Lebih Baik

Beberapa posisi dalam salat juga membantu sistem pencernaan. Posisi saat pria duduk dengan satu telapak kaki ditekuk dan perempuan yang menduduki kedua kakinya saat salat, misalnya. Menurut studi, posisi tersebut baik untuk pencernaan karena dapat melemaskan usus dan memiliki efek positif pada pergerakan usus. Hal ini tentunya bisa menurunkan angka kejadian konstipasi. Kabar baik lainnya? Posisi ini juga bisa meningkatkan fungsi hati. 

Dengan berbagai manfaat kesehatan tersebut, salat menyatukan seluruh aspek kehidupan, termasuk fisik dan spiritual untuk menciptakan keharmonisan dalam hidup.

Referensi:

Health Benefits of Salah

As the second Pillar of Islam, Salah is performed by all Muslims across the globe. The mandatory five prayers daily involve uniting mind, body, and soul in worship. On the other side, Muslims who establish regular prayers will also have the reward from Allah.

“Those who believe and do deeds of righteousness, and establish regular prayers and regular charity — they will have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.” – Quran 2:277

In addition to all the religious and spiritual benefits, Salah also comes with physical benefits. The various positions and physical movements in Salah have been scientifically proven to have health benefits. 

1. Cleanliness 

Before praying, Muslims should engage in ablution or wudu, a ritualistic washing of the hands, nose, face, forearms, hair, ears, the back of the neck, toes, and feet before praying. The purpose of wudu is to ensure physical purity before praying. This is obviously a health benefit, because the washing ritual rids of germs, allergens, and various forms of infections and diseases, which are caused by poor hygiene. Staying in a constant state of cleanliness leads to healthier skin and an overall healthy hygiene. 

2. Reduce Lower Back Pain

Most of the body muscles are exercised during Salah. Salah also relaxes the joints, from shoulder joints, elbows, knees, ankles, and the hip. A research from Binghamton University, New York, found that the repetitive physical movements of Muslim prayer rituals can reduce chances of lower back pain if performed properly. 

For example, the ruku position. It helps in alleviating pain in the lower back by relaxing the ligaments and muscles. It also helps to ease the pain in the spinal cord and the hip joints. Besides ruku, the position of the body during prostration and bowing helps open up and ease the joints. This is good because regular use of the joints keeps them healthy and functioning. 

3. Increases Metabolism

The movements in Salah are similar to exercising on a daily basis. On the other side, routinely doing exercises daily can stimulate and increase metabolism. Thus, good metabolism surely improves the overall functioning of the organs in the body, including to keep the cardiovascular health and regulates the secretion of glands. 

4. Improves Blood Circulation

When it comes to blood pressure, people often have a hard time to keep it normal. Sometimes the blood flow is too high or too low to a certain region in the body. The movements and different positions during the Salah help in regulating and improving the overall blood flow to all parts of the body. For example, during the Ruku position, blood flow is regulated in the upper body, and then the blood flow in the lower body is regulated during Tashahud. While in other positions like prostration, the head is in a position lower than the heart. Therefore, the head receives increased blood supply. This surge in blood supply will be giving a positive effect on memory, concentration, and other cognitive abilities.

5. Better Digestion

Some of the positions in salah also help in digestion of the body. The position of men are sitting down with one foot curled underneath them and women sit with both their feet under them for example. According to a study, this position is good for digestion because it relaxes the intestines and has a positive impact for bowel movement. This is why it decreases cases of constipation. Another good news? This position also improves liver functions.

With those health benefits, Salah brings together all aspects in life, including physical and spiritual to create a full circle of harmony in life. 

References:

Why Do Muslims Pray in the Direction of Kaabah?

For more than 1.8 billion Muslims in the world, knowing the Qibla or direction of prayer is a very important thing. This direction is toward the Kaabah in Mecca, Saudi Arabia. 

Although the Qibla faces the Kaabah in Mecca, doesn’t mean Muslims worship Kaabah. The Kaabah is merely a capital and focal point for the entire Muslim world, not a true object of worship. The Muslims direct their worship only to Allah the Almighty God. It is believed that having a Qibla gives Muslim worshipers a way to achieve unity and more focus in prayer. 

The History Behind Qibla

In the early years of Islam, the Qibla direction was toward the al Aqsa Mosque in Jerusalem. Two years after Prophet Muhammad ﷺ and his followers migrated from Mecca to the city of Medina (Hijrah) in about 624 C.E, the Qibla was changed to the Kaabah. The change happened suddenly because the Rasulullah is said to have received a revelation from Allah. The revelation from God was instructing him to, “Turn your face towards the Masjid al Haram“, the Sacred Mosque, home of the Kaabah in Mecca.

We have certainly seen the turning of your face, [O Muhammad], toward the heaven, and We will surely turn you to a qiblah with which you will be pleased. So turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] are, turn your faces toward it [in prayer]. Indeed, those who have been given the Scripture well know that it is the truth from their Lord. And Allah is not unaware of what they do. – Quran 2:144

The Kaaba itself was a sanctuary in pre-Islamic times. Muslims believe that Ibrahim and his son, Ismail, constructed the Kaabah. Tradition holds that it was originally a simple unroofed rectangular structure. Since Prophet Muhammad’s ﷺ time, the Kaabah has gone through some major changes over the centuries. Now, Kaabah still has a cubical structure, standing in fifteen meters tall and ten and a half meters on each side. The door of the Kaaba today is made of solid gold that was added in 1982. 

Finding the Qibla When Travelling

Sometimes when travelling, we have difficulty to determine Qibla direction in the new location. Flashback to years before digital technology, we need accurate geographical coordinates in order to find the correct Qibla, or the very least, we will need a compass. But now, with the help of mobile applications, we can now determine the Qibla direction accurately. 

Wherever you are, Muslim Pro has an animated Qibla compass and map to show you the direction to Mecca to perform your Salah. You can read more on how to use Muslim Pro’s Qibla feature here.

References:

9 Fakta Tentang Salat

Salat merupakan kewajiban bagi umat Muslim, sekaligus juga bentuk ibadah yang paling disukai Allah. Wujud ibadah ini juga adalah salah satu tiang penyangga dari lima rukun Islam. Seperti halnya yang disebutkan dalam Quran, salat wajib lima waktu memang diwajibkan bagi setiap penganut agama Islam yang sudah akil baligh.

“Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” – Quran 4:103

Berikut ini adalah sembilan fakta yang Anda perlu tahu tentang salat.

1.Rukun Islam Kedua

Salat adalah rukun Islam kedua setelah Syahadat (rukun pertama), lalu Zakat (rukun ketiga), Puasa (rukun keempat), dan Ibadah Haji (rukun kelima).

Nabi Muhammad berkata, “Salat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barang siapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya.” – HR Al-Baihaqi

2. Lima Waktu Salat

Dahulu kala, umat Muslim menentukan waktu salat dengan memandang matahari dan arah jatuhnya bayangan. Di era modern, aplikasi yang diunduh pada smartphone, seperti Muslim Pro sudah memiliki fitur yang bisa menunjukkan waktu salat dengan tepat dan akurat.

  • Subuh: Dini hari, sebelum matahari terbit
  • Zuhur: Tengah hari, setelah matahari melewati puncak tertinggi
  • Asar: Siang menjelang sore 
  • Magrib: Tepat setelah matahari terbenam 
  • Isya: Di antara setelah matahari terbenam dan sebelum tengah malam

3. Menghadap Kabah

Umat Muslim salat menghadap Kabah di Mekah. Di era pra Islam, Kabah sendiri merupakan sebuah makam yang dibangun oleh Nabi Ibrahim serta anak lelakinya, Ismail, dan berlokasi di Masjid Agung Mekah.

4. Menyucikan Diri Sebelum Salat

Sebelum salat, tentunya tubuh dan pikiran harus bersih. Untuk menyucikan diri, umat Muslim harus melakukan wudu. Ritual membersihkan diri sebelum salat ini dilakukan dengan membasuh tangan, hidung, wajah, lengan, rambut, telinga, belakang leher, kaki dan jari kaki.

5. Manfaat Kesehatan

Gerakan salat ternyata memiliki banyak manfaat fisik maupun fisiologis. Ini karena selama melakukan salat, tubuh melakukan gerakan unik yang rutin. Gerakan inilah yang dapat menjaga kesehatan dan kebugaran, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh.

6. Fleksibel

Dalam keadaan tertentu, seperti saat bepergian atau sedang sakit, kita diperbolehkan untuk memendekkan atau menggabungkan salat.

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat.” – Quran 4:101

7. Asupan bagi Jiwa

Salat dapat menguatkan iman, rasa berserah terhadap Allah, serta menjadikan keseharian kita selalu berada dalam perspektif di mana nantinya akan ada kehidupan setelah kematian dan saat penghakiman.

8. Pahala Berlipat untuk Salat Jamaah

Rasulullah ﷺ menyatakan dalam hadis bahwa Allah akan memberikan pahala 25 kali lipat lebih banyak untuk mereka yang melakukan salat jamaah.

Nabi Muhammad berkata, “Barang siapa yang melaksanakan salat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan salat separuh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan salat subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan salat semalaman penuh.” – HR Muslim

9. Dilafalkan dalam Bahasa Arab

Umat Muslim menyembah Allah dan melakukan salat dalam bahasa Arab. Pelafalan doa dalam bahasa Arab sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ sepanjang hidupnya dan setelahnya telah dilakukan selama lebih dari 1.400 tahun.

Referensi:

https://www.learnreligions.com/islamic-prayer-timings-2003811

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705686/

https://www.heighpubs.org/jnpr/jnpr-aid1020.php

9 Fakta Tentang Solat

Solat adalah ibadah yang paling dicintai Allah SWT dan umat Islam wajib melakukannya. Ibadah ini juga merupakan salah satu daripada lima rukun Islam. Solat lima waktu wajib untuk semua individu selepas akil baligh seperti yang diperintahkan dalam al-Quran. 

“Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan sembahyang, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk, dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah sembahyang itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya sembahyang itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya.” – Quran 4:103

Ini 9 fakta yang perlu anda ketahui tentang Solat:

1. Rukun Islam yang Kedua 

Solat adalah rukun Islam yang kedua selain Shahadah (rukun pertama), Zakat (rukun ketiga), Puasa (rukun keempat) dan Haji (rukun kelima).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Solat pada waktunya, barangsiapa yang meninggalkan solat maka tiadalah agama baginya dan solat itu merupakan tiang agama”. Al-Baihaqi

2. Lima Waktu Solat

Pada masa dahulu, umat Islam menggunakan matahari dan bayang-bayang untuk menentukan waktu solat. Pada zaman moden ini, aplikasi mudah alih seperti Muslim Pro mempunyai jadual waktu solat harian yang tepat untuk menentukan setiap waktu solat.

  • Subuh: Dini hari, sebelum matahari terbit
  • Zohor: Tengah hari, saat matahari melewati posisi tertinggi
  • Asar: Menjelang petang
  • Maghrib: Tepat saat matahari tenggelam
  • Isyak: Setelah matahari tenggelam dan sebelum tengah malam

3. Menghadap Kaabah (hyperlink to article Why Do Muslims Pray in the Direction of Kaabah?)

Umat ​​Islam perlu menghadap Kaabah di Mekah untuk arah Kiblat apabila melakukan solat. Kaabah adalah tempat perlindungan di zaman pra-Islam. Ia dibina oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail dan terletak di tengah-tengah Masjidil Haram.

4. Wudhu’ Sebelum Solat

Sebelum solat, minda dan badan hendaklah bersih. Bagi membersihkan badan, umat Islam perlu mengambil wudhu’ iaitu membasuh tangan, hidung, wajah, lengan, rambut, telinga, leher belakang leher, kaki dan jari kaki sebelum solat.

5. Kebaikan Dari Segi Kesihatan (hyperlink to article Health benefits of Salah)

Pergerakan dalam Solat mempunyai pelbagai kebaikan dari segi fizikal dan psikologi. Tubuh badan akan melalui rutin senaman yang unik semasa solat. Oleh itu, solat dapat mengekalkan kecergasan bagi individu yang sihat yang akan mendorong fleksibiliti tubuh yang lebih baik, kekuatan otot dan ketahanan.

6. Kelonggaran Dalam Solat

Dalam keadaan darurat; apabila kita melancong atau sakit, kita boleh memendekkan atau menggabungkan solat. 

“Dan apabila kamu musafir di muka bumi, maka kamu tidaklah berdosa “mengqasarkan” (memendekkan) sembahyang jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang amat nyata bagi kamu.” – Quran 4:101.

7. Penguat Hati Dan Jiwa

Solat dapat menguatkan iman, sifat tawakal kepada Allah dan meletakkan perspektif dalam kehidupan harian kita untuk sentiasa mengingati kehidupan selepas kematian dan penghakiman terakhir.

8. Pahala Berganda Untuk Solat Berjemaah

Salah satu hadis Rasulullah SAW mengatakan bahawa pahala akan digandakan sebanyak 25 kali untuk solat berjemaah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang solat Isyak secara berjamaah seumpama bangun mengerjakan qiam separuh malam dan barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjamaah seumpama dia solat keseluruhan malam” – Sahih Muslim

9. Solat Dalam Bahasa Arab

Umat Islam melaksanakan ibadah kepada Allah dalam bahasa Arab. Solat menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utama adalah amalan sepanjang hayat Nabi Muhammad SAW dan telah berterusan selama lebih daripada 1,400 tahun.

Rujukan:

– https://www.learnreligions.com/islamic-prayer-timings-2003811

– https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705686/

– https://www.heighpubs.org/jnpr/jnpr-aid1020.php